SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya Johari Mustawan atau yang akrab disapa Bang Jo, menghadiri kegiatan Organisasi Siswa Homeschooling At-Taqwa Surabaya bertema “Sinergi Jejak Hijau Pesisir Surabaya” dalam program Outing Class. Kegiatan tersebut melibatkan siswa Program KRISNA (Kesetaraan Hadir untuk Warga Surabaya) Kecamatan Wiyung dan mendapat dukungan penuh dari Bang Jo.
Ia menilai kolaborasi ini sebagai langkah konkret memperluas akses pendidikan sekaligus menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini. “Program ini merupakan agenda terencana dari Homeschooling At-Taqwa Surabaya dengan tujuan meningkatkan literasi peduli lingkungan melalui pembelajaran langsung di lapangan,” ujar Bang Jo.
Ia menambahkan, metode pembelajaran mendalam (deep learning) yang diterapkan mengedepankan tiga prinsip utama, yakni berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
Beragam aktivitas edukatif digelar di kawasan Taman Raya Mangrove Surabaya yang dimanfaatkan sebagai ruang belajar terbuka untuk mengeksplorasi ekosistem pesisir sekaligus memperkuat literasi lingkungan secara kontekstual.
Bang Jo juga mengapresiasi sinergi antara Dinas Pendidikan Kota Surabaya, pihak kecamatan, serta PKBM At-Taqwa yang telah berkolaborasi membantu Pemerintah Kota Surabaya dalam mengentaskan anak terancam putus sekolah, khususnya di wilayah Wiyung.
“Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bagian penting untuk memastikan tidak ada anak di Surabaya yang kehilangan hak atas pendidikan,” tegasnya.
Program KRISNA Hadir di 9 Lokasi
Saat ini, lanjut Bang Jo, Program KRISNA telah berjalan di sembilan lokasi, yakni Manukan Tandes, Ngagel Rejo, Genteng, Pabean Cantikan, Rungkut, Semampir, Krembangan, Wiyung, dan Bulak.
Program KRISNA merupakan inisiatif Dinas Pendidikan Kota Surabaya untuk menjangkau anak putus sekolah maupun yang belum mengenyam pendidikan. Melalui program ini, warga mendapatkan layanan pendidikan nonformal Paket A, B, dan C secara gratis dengan menggandeng PKBM sebagai mitra pelaksana.
Selain membuka akses pendidikan kesetaraan, KRISNA juga menitikberatkan pada pemberdayaan, penguatan keterampilan kerja, serta fleksibilitas waktu belajar bagi warga kurang mampu agar tetap dapat meningkatkan kualitas hidup.
Dalam kesempatan tersebut, Bang Jo turut menyampaikan pesan motivasi kepada para siswa agar tetap semangat menempuh pendidikan meski melalui jalur nonformal. “Jangan pernah minder karena jalur pendidikan yang ditempuh berbeda. Banyak tokoh sukses lahir dari pendidikan informal. Bermimpilah setinggi langit, lalu kejar mimpi itu dengan sungguh-sungguh,” pesannya.
Melalui sinergi ini, diharapkan lahir generasi muda Surabaya yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan, percaya diri, serta siap menatap masa depan yang lebih baik. (ADV-ST01)







