SURABAYATODAY.ID, SURABAYA — Lonjakan jumlah pengunjung Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang menembus 2 juta orang sepanjang 2025 mendapat perhatian serius dari Komisi C DPRD Surabaya. Komisi ini menilai sudah saatnya KBS melakukan perluasan lahan guna meningkatkan kapasitas dan kenyamanan wisatawan.
Anggota Komisi C DPRD Surabaya Buchori Imron, mengatakan salah satu opsi pengembangan adalah memanfaatkan lahan milik PT Kereta Api Indonesia di eks Terminal Joyoboyo lama yang berada di sisi KBS. “KBS butuh pengembangan lahan. Kami lihat di samping KBS ada lahan PT KAI bekas terminal Joyoboyo yang bisa dimanfaatkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, skema kerja sama bisa dilakukan melalui sistem sewa. Selain memperluas area kebun binatang, langkah ini juga dinilai mampu menata kawasan sekitar Terminal Intermoda Joyoboyo yang saat ini masih tampak kumuh. “Kalau sudah dibersihkan dan dijadikan perluasan KBS, parkir bisa dipusatkan di TEJ sehingga kawasan lebih tertata,” ungkap mantan Ketua PPP Kota Surabaya itu.
Menurut Buchori, sejak puluhan tahun lalu luas KBS nyaris tidak berubah. Padahal, peningkatan jumlah pengunjung harus diimbangi dengan pengembangan fasilitas serta penambahan koleksi satwa.
Ia juga menyinggung minimnya destinasi wisata unggulan di Surabaya jika dibandingkan daerah lain seperti Banyuwangi maupun Kota Batu yang memiliki daya tarik seperti Museum Angkut serta Jatim Park 1 dan Jatim Park 2.
“Satu-satunya yang masih diminati sampai sekarang ya KBS. Itu karena memang kota ini belum punya tempat wisata favorit lainnya,” tegasnya.
Buchori turut menyoroti kawasan Kenjeran yang dulu diplot sebagai wilayah wisata, namun hingga kini belum menunjukkan perkembangan signifikan.
Karena itu, ia mendorong Pemerintah Kota Surabaya segera membuka komunikasi dengan PT KAI untuk merealisasikan perluasan KBS.
“Kalau anggaran sewanya besar, bisa dipikirkan dengan skema multiyears. Tinggal kemauan Pemkot saja untuk berkoordinasi dengan PT KAI,” pungkasnya. (ADV-ST01)





