SURABAYATODAY.ID,SIDOARJO – Diklat Anfa Pasuruan menunjukkan dua wajah berbeda dalam lanjutan Liga TopSkor Jawa Timur. Sempat tumbang 0-2 dari Deltras FC, skuad muda Pasuruan itu langsung bangkit dan menaklukkan Bina Mandiri dengan skor 2-1 pada laga berikutnya yang digelar di Lapangan Kompi Kavaleri 3 Sidoarjo.
Pada duel kontra Deltras FC, Diklat Anfa terlihat kurang lepas mengembangkan permainan. Tekanan intens sejak awal laga membuat lini pertahanan goyah hingga dua gol bersarang tanpa balas. Minimnya efektivitas penyelesaian akhir juga menjadi catatan penting dalam pertandingan tersebut. Namun respons cepat langsung ditunjukkan anak asuh Anton.
Saat menghadapi Bina Mandiri, permainan Diklat Anfa jauh lebih disiplin dan agresif. Skema serangan cepat berjalan efektif dan menghasilkan dua gol penting. Meski sempat kebobolan satu gol, mereka mampu menjaga fokus hingga peluit panjang berbunyi dengan kemenangan 2-1.
Pelatih Diklat Anfa, Anton, menegaskan kekalahan dari Deltras menjadi bahan evaluasi serius bagi timnya. “Kekalahan dari Deltras jadi pelajaran penting buat anak-anak. Kami evaluasi disiplin, fokus, dan finishing,” ujarnya.
Alhamdulillah di laga berikutnya mereka bisa bangkit dan menunjukkan mental bertanding,” tambah Anton.
Ia menambahkan, kemenangan atas Bina Mandiri menjadi bukti karakter timnya mulai terbentuk. “Saya tekankan jangan pernah larut dalam kekalahan. Sepak bola usia muda itu proses. Yang penting mereka berkembang dan punya mental kuat,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu pemain Diklat Anfa, Tio Novianto, mengaku kemenangan tersebut menjadi momentum kebangkitan tim.
“Kami kecewa setelah kalah dari Deltras. Tapi kami sepakat harus bangkit.
Di pertandingan lawan Bina Mandiri, kami main lebih kompak dan percaya diri. Kemenangan ini buat tim dan pelatih,” kata Rio. Pemain Diklat Anfa, M Thorfas Thoriq Ridho yang biasa dipanggil Thoriq, menilai evaluasi cepat dari tim pelatih menjadi kunci perubahan performa.
“Pelatih langsung kasih arahan setelah laga lawan Deltras. Kami diminta lebih berani duel dan jangan takut pegang bola.
Alhamdulillah kami bisa jalankan instruksi dan hasilnya maksimal,” ujar Thoriq.
Hal senada disampaikan Muhammad Alfarizi Arif yang akrab disapa Alfa. Ia menegaskan kemenangan atas Bina Mandiri menjadi suntikan motivasi besar bagi tim. “Kami buktikan kalau Diklat Anfa tidak mudah jatuh.
Kekalahan kemarin jadi cambuk. Sekarang kami lebih percaya diri dan siap menghadapi pertandingan selanjutnya,” tegas Alfa. Hasil ini menjaga asa Diklat Anfa untuk tetap bersaing di papan klasemen Liga TopSkor. Konsistensi permainan kini menjadi pekerjaan rumah berikutnya jika ingin terus berbicara banyak di kompetisi pembinaan usia muda tersebut.(ST11)






