SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya Josiah Michael, dengan tegas menolak usulan penerapan skema ganjil genap atau Electronic Road Pricing (ERP) di Kota Pahlawan. Menurut Josiah, penerapan kebijakan tersebut tidak relevan dengan kondisi jalan di Surabaya.
“Saya sangat tidak setuju dengan skema ganjil genap maupun ERP. Kondisi Surabaya berbeda dengan Jakarta,” ujar Josiah.
Ia menilai, jika kebijakan itu diterapkan, kemacetan justru akan berpindah ke titik lain dan berpotensi memperparah situasi lalu lintas. “Ini bukan solusi. Kemacetannya hanya bergeser, bahkan bisa makin parah,” tegasnya.
Politisi tersebut menyebut, ada tiga langkah utama yang seharusnya menjadi fokus Pemkot Surabaya. Pertama, menyelesaikan ruas-ruas jalan yang pembangunannya tertunda, termasuk titik-titik bottleneck. Kedua, mempercepat pembenahan sistem transportasi umum.
“Ketiga, melakukan rekayasa lalu lintas secara komprehensif untuk mengurai kepadatan kendaraan,” terusnya.
Josiah juga menyoroti sejumlah program transportasi publik yang saat ini sedang berjalan di Surabaya, seperti pengembangan Bus Rapid Transit (BRT) dan SRRL yang didanai pemerintah pusat.
“Kita fokuskan dulu pada program-program itu. Jangan malah memunculkan wacana yang tidak tepat sasaran dan justru menimbulkan kegelisahan di masyarakat,” pungkasnya. (ADV-ST01)









