SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat riset dan inovasi. Komitmen tersebut tercermin pada capaian peneliti dari ITS yang kembali meraih penghargaan bergengsi The Hitachi Global Foundation Asia Innovation Awards secara berturut-turut pada periode 2023 – 2025, sehingga ITS menjadi salah satu perguruan tinggi penerima terbanyak penghargaan ini di Indonesia.
Sepanjang tahun 2023 – 2025, sejumlah peneliti ITS berhasil meraih penghargaan pada kategori bergengsi. Pada 2023, Dr Sri Fatmawati SSi MSc PhD dari Departemen Kimia menerima Outstanding Innovation Award dan Prof Drs Ec Ir Riyanarto Sarno MSc PhD dari Departemen Teknik Informatika mendapatkan Encouragement Award, disusul pada 2024 oleh Prof Dr rer pol Heri Kuswanto SSi MSi dari Departemen Statistika yang meraih Encouragement Award.
Sementara itu pada 2025, ITS kembali mencatatkan dua penelitinya sebagai penerima penghargaa. Yakni Prof Adi Setyo Purnomo SSi MSc PhD dari Departemen Kimia sebagai peraih Outstanding Innovation Award dan Dr rer nat Ir Ruri Agung Wahyuono ST MT dari Departemen Teknik Fisika sebagai penerima Encouragement Award.
Kedua peneliti ITS tersebut meraih pengakuan The Hitachi Global Foundation Asia Innovation Awards 2025 melalui capaian penelitian yang unggul. Adi yang mengembangkan penelitiannya bertajuk From Pollutants to Protein: Novel Eco-Bioremediation Beads for Environmental Health and Food Security, menawarkan solusi mengubah polutan limbah menjadi sumber daya yang berguna.
Sedangkan Ruri diakui atas risetnya yang berjudul Sustainable Manufacturing of Functional Nanomaterials-Based Sensors for Energy, Health, and Environmental Monitoring. Dalam penelitiannya tersebut, Ruri mengembangkan sensor berbasis nanomaterial fungsional yang diproduksi secara berkelanjutan untuk aplikasi krusial di bidang energi, kesehatan, dan pemantauan lingkungan.
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi tertinggi dari Hitachi Global Foundation atas pencapaian unggul dalam Penelitian dan Pengembangan atau Research and Development (R&D) di bidang sains dan teknologi yang mendorong implementasi sosial guna mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Capaian ini sejalan dengan SDGs poin ke-9, yakni Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
Menanggapi pencapaian tersebut, Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS Fadlilatul Taufany ST PhD menyampaikan bahwa perolehan ini merupakan bukti nyata keunggulan riset ITS yang inovatif dan aplikatif, serta relevan akan tantangan global. “Capaian ini adalah manifestasi nyata dari misi ITS dalam memajukan kemanusiaan melalui teknologi,” tutur dosen yang akrab disapa Taufany tersebut.
Menurut dosen Departemen Teknik Kimia tersebut, ITS memberikan dukungan berkelanjutan bagi peneliti melalui penguatan roadmap riset, fasilitasi pendanaan internal, pendampingan publikasi internasional, serta penguatan jejaring kolaborasi global. Tak hanya itu, Taufany juga mengungkapkan bahwa konsistensi inovasi, kekuatan kolaborasi, dan kebermanfaatan riset adalah faktor utama yang menjadikan ITS layak meraih penghargaan bergengsi ini.
“Tidak hanya pada keunggulan dan kebaruan ilmiah, tetapi juga berfokus pada dampak yang diberikan,” tegasnya.
Ke depannya, ITS menargetkan penguatan kualitas dan daya saing riset melalui pengembangan klaster riset unggulan, peningkatan kolaborasi internasional, hingga percepatan hilirisasi hasil riset. “Tidak hanya mempertahankan prestasi, tetapi juga diharapkan menjadi pemicu lahirnya lebih banyak inovasi ITS dengan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan,” pungkasnya optimistis. (ST05)





