SURABAYATODAY.ID ,SUARABAYA – Workshop, Symposium, dan Scientific Competition 2025 dengan tema “Advance in Life Saving Emergency Response and Training” digelar di Hotel Harris, menghadirkan ratusan tenaga kesehatan, mahasiswa, dan relawan kebencanaan dari berbagai daerah.
Dalam acara tersebut, pakar kegawatdaruratan dr. Luthfi Gatam menyoroti pentingnya respon cepat dalam penyelamatan jiwa.
“Setiap detik sangat menentukan. Penolong terlatih bisa jadi pembeda antara hidup dan kehilangan,” ujar dr. Luthfi.
Ia juga menyampaikan bahwa teknologi emergensi Indonesia sebenarnya sudah memiliki potensi besar, namun belum dimanfaatkan secara optimal.
“Kita sudah punya inovasi robotik dan teknologi emergensi, tapi integrasinya masih belum berjalan maksimal,” katanya.
Narasumber lain, dr. Rita, menekankan perlunya pembaruan ilmu dan kolaborasi lintas profesi.
“Life saving bukan cuma skill, tapi ilmu yang terus berkembang. Tanpa koordinasi yang solid, respon darurat tidak akan efektif,” jelasnya.
Dari sisi kebijakan, Warno dari Kementerian Kesehatan Direktorat ESDM menegaskan perlunya pemerataan tenaga kesehatan.
“Tenaga kesehatan harus merata dan kompetensinya diperkuat. Sistem emergency tidak efektif jika penempatan dan keterampilannya masih timpang,” tegasnya.
Acara ini juga menampilkan Scientific Competition yang diikuti berbagai tim inovasi dan riset emergensi.(ST11)





