• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 20 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Headlines

Lahan Makam Terbatas, Pemkot Surabaya Dorong Warga Hidupkan Kembali Tradisi Makam Keluarga

by Redaksi
Sabtu, 25 Oktober 2025
Foto ilustrasi

Foto ilustrasi

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA -; Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berupaya mengatasi persoalan keterbatasan lahan pemakaman di tengah semakin padatnya wilayah perkotaan. Seiring meningkatnya jumlah penduduk, pemkot menggandeng pengurus kampung untuk menata ulang pemanfaatan lahan makam agar lebih efisien dan berkelanjutan.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan peningkatan jumlah penduduk menjadi tantangan utama dalam penyediaan lahan makam di kota besar seperti Kota Pahlawan.

“Kalau lahan makam dengan bertambahnya orang pasti tambah kurang. Karena itulah maka kita fungsikan adalah lahan makam yang perkampungan,” ujar Wali Kota Eri Cahyadi, Sabtu (25/10/2025).

Untuk itu, Wali Kota Eri menyebut, Pemkot Surabaya mendorong sinergi dengan pengelola makam di tingkat kampung agar pemanfaatan lahan bisa dilakukan bersama. Ia menegaskan, pola lama yang mengandalkan makam keluarga atau makam kampung perlu dihidupkan kembali.

BACA JUGA:  ITS Bikin Motor Listrik GESITS, Digunakan di Terminal Teluk Lamong

“Jadi kita bersinergi dengan lahan makam kampung. Kalau setiap orang minta satu (lahan makam), ya habis semua tanahnya,” katanya.

Menurutnya, pertumbuhan penduduk dan keterbatasan lahan menjadi faktor utama penyusutan ruang pemakaman. “Kemarin (jumlah penduduk) 2,7 juta, hari ini sudah 3 juta lebih, karena Surabaya didatangi orang terus. Kan tidak mungkin lahan kita digunakan menjadi lahan makam semuanya,” ujarnya.

Wali Kota Eri kemudian mencontohkan tradisi pemakaman keluarga yang dahulu lazim dilakukan oleh masyarakat Surabaya. Tradisi tersebut, kata dia, juga masih diterapkannya saat memakamkan anggota keluarganya sendiri.

BACA JUGA:  Bersalawat Bersama Habib Syech, Wagub Emil Ajak Masyarakat Doakan Jatim Dijauhkan dari Marabahaya

“Kalau makam keluarga saya di Tembok Dukuh, dulu makamnya mbahku. Ketika mbahku sudah lama (meninggal), almarhum bapak (abah) dimakamkan di sana. Lek Bapak (abah) dewe, iki dewe, lahan e sopo (kalau bapak sendiri, ini sendiri, lahannya siapa),” tuturnya.

Ia menjelaskan, praktik pemakaman keluarga seperti itu sebenarnya bisa menjadi solusi untuk keterbatasan lahan, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan antarwarga.

“Nah, pemerintah kota juga tidak akan menyiapkan (lahan) semuanya untuk warga terus. Makanya kita berkolaborasi, kita bersinergi juga dengan makam-makam yang ada di kampung. Kalau warga yang ada di kampung di situ, keluarganya ya dimakamkan di situ,” jelasnya.

BACA JUGA:  Kembali Pimpin Surabaya, Wali Kota Eri Cahyadi dan Wawali Armuji Terima Dukungan dari Berbagai Elemen

Ia menegaskan pengelolaan lahan makam berbasis komunitas ini menjadi langkah realistis untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan ruang hidup dan pemakaman di tengah keterbatasan lahan kota.

“Dengan yang seperti tadi saya contohkan, ada mbahku sedo (meninggal), mbahku wes suwi (sudah lama meninggal), ada abahku sedo (meninggal), ya dimakamkan di situ. Jadi, bukan sendiri-sendiri,” katanya.

Ketika ditanya apakah sistem itu berarti satu liang digunakan untuk beberapa anggota keluarga, Wali Kota Eri membenarkan. “Iya, satu liang,” pungkasnya. (ST01)

Tags: Lahan Makam TerbatasMakam KeluargaPemkot Surabaya
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026

BRIDA Surabaya Resmi Terbentuk, Kebijakan Kota Wajib Berbasis Riset dan Sains

Selasa, 20 Januari 2026

Berita Terkini

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026

BRIDA Surabaya Resmi Terbentuk, Kebijakan Kota Wajib Berbasis Riset dan Sains

Selasa, 20 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In