• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 20 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Bahasa Inggris Mapel Wajib, Dispendik Surabaya Bilang Begini

by Redaksi
Kamis, 23 Oktober 2025
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Yusuf Masruh

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Yusuf Masruh

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA -Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, telah menetapkan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran (mapel) wajib yang akan berlaku mulai tahun ajaran 2027/2028. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyatakan kesiapannya, bahkan telah memulai persiapan dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Yusuf Masruh mengatakan bahwa program kementerian Mendikdasmen tentang Bahasa Inggris sebagai mapel wajib sejalan dengan inisiatif yang sudah berjalan di Kota Pahlawan.

“Alhamdulillah. Mudah-mudahan nanti kalau program Kementerian jalan tahun depan, kami sudah mempersiapkan,” ujar Yusuf ditemui Kamis (23/10/2025).

Ia menjelaskan bahwa Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi bersama Bunda PAUD, Rini Indriyani telah menginisiasi program penguatan bahasa, khususnya Bahasa Inggris, sejak setahun yang lalu.

BACA JUGA:  Pilwali Surabaya, Ketua PDIP Surabaya: Targetnya Menang di Seluruh Kecamatan

Program tersebut, dimulai dari jenjang PAUD hingga Sekolah Dasar (SD). “Di PAUD itu, ada pengenalan kosakata dan itu sudah kita mulai. Untuk SD nanti naik satu level bagaimana merangkai kosakata Bahasa Inggris yang sudah di ajarkan di PAUD,” jelas Yusuf.

Yusuf berharap, program ini akan bersinergi, sehingga pada jenjang SMP, siswa sudah siap dengan pelajaran Bahasa Inggris mulai pengenalan grammar dan lainnya. “Waktu SMP itu waktu kita bicara bidang studi Bahasa Inggris kan sudah siap. Sudah diperkaya dengan kosakata-kosakata yang banyak,” tambahnya.

BACA JUGA:  Wali Kota Eri Cahyadi Pastikan Tak Ada Rumah Sakit Covid-19 di Cito

Untuk menguatkan penguasaan Bahasa Inggris, Dispendik Kota Surabaya juga menerapkan program khusus setiap hari Jumat di setiap sekolah. “Setiap Jumat di SD dan SMP sudah ada programnya mengajarkan anak-anak untuk berani berbicara Bahasa Inggris dengan teman dan gurunya,” kata Yusuf.

Mengenai kesiapan tenaga pengajar dalam mendukung program Mendikdasmen, Yusuf menyatakan bahwa setiap SD sudah memiliki guru yang terlibat. Ia menyebut bahwa di SD, pengajaran Bahasa Inggris masuk dalam muatan lokal (mulok) yang bisa diajarkan oleh guru lain yang memiliki kompetensi.

“Yang di SMP ini termasuk SD saya kemarin mulai itu sudah kami sampaikan guru lainnya itu juga mengikuti. Kalau bilingual itu kan pengajar lebih nyaman dan lebih bagus,” papar Yusuf.

BACA JUGA:  ODGJ Berhak Memiliki KTP, Pemkot Surabaya Jemput Bola

Menurutnya, penguatan kemampuan berbahasa tidak hanya dibebankan pada guru Bahasa Inggris semata, melainkan melibatkan guru-guru lainnya.

Yusuf juga menambahkan, penerapan mulok Bahasa Inggris di Surabaya sudah dimulai secara bertahap sejak kelas kecil atau PAUD. “Kalau di Suraabya, memang dikenalkan secara bertahap mulai PAUD, SD dan SMP, dimana disetiap jenjangnya akan menyesuaikam usia dan kemampuan anak. Jadi usia PAUD pengenalan kosakata, SD mulai belajar merakit kosakata dan SMP lebih pada grammar dan lainnya,” pungkasnya. (ST01)

Tags: Bahasa InggrisDispendik SurabayaMapel WajibPAUDPemkot Surabaya
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

(dari kiri) Prof Dr rerpol Heri Kuswanto SSi MSi, Prof Adi Setyo Purnomo SSi MSc PhD, DRPM ITS Fadlilatul Taufany ST PhD, Dr Sri Fatmawati SSi MSc PhD, Dr rernat Ir Ruri Agung Wahyuono.

ITS Jadi Salah Satu Penerima Terbanyak Hitachi Innovation Awards

Senin, 19 Januari 2026

Targetkan 5.250 UMKM di 2026, Dinkopumdag Surabaya Fokus Tingkatkan Omzet dan Kualitas Produk

Senin, 19 Januari 2026

Perkuat Peran Perguruan Tinggi, ITS Ikuti Taklimat Presiden RI

Senin, 19 Januari 2026

Realisasi Investasi Jatim Tembus Rp 147,7 Triliun Sepanjang Tahun 2025

Senin, 19 Januari 2026

Berita Terkini

(dari kiri) Prof Dr rerpol Heri Kuswanto SSi MSi, Prof Adi Setyo Purnomo SSi MSc PhD, DRPM ITS Fadlilatul Taufany ST PhD, Dr Sri Fatmawati SSi MSc PhD, Dr rernat Ir Ruri Agung Wahyuono.

ITS Jadi Salah Satu Penerima Terbanyak Hitachi Innovation Awards

Senin, 19 Januari 2026

Targetkan 5.250 UMKM di 2026, Dinkopumdag Surabaya Fokus Tingkatkan Omzet dan Kualitas Produk

Senin, 19 Januari 2026

Perkuat Peran Perguruan Tinggi, ITS Ikuti Taklimat Presiden RI

Senin, 19 Januari 2026

Realisasi Investasi Jatim Tembus Rp 147,7 Triliun Sepanjang Tahun 2025

Senin, 19 Januari 2026

Khofifah Hadiri Rakernas IKA UNAIR 2025–2030

Minggu, 18 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In