• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 22 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Wagub Emil Tegaskan Pentingnya Pengelolaan DAS Brantas yang Holistik Berbasis Landscape

by Redaksi
Selasa, 16 September 2025

SURABAYATODAY.ID, SIDOARJO,  – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas sebagai sumber kehidupan masyarakat Jawa Timur.

Ia menekankan bahwa pengelolaan DAS tidak bisa lagi dilakukan secara parsial atau sektoral, melainkan harus dengan pendekatan holistik berbasis landscape yang memandang Brantas sebagai satu kesatuan ekosistem utuh.

Hal itu disampaikannya saat membuka Rapat Kerja Teknis Pengelolaan Lingkungan Hidup Wilayah DAS Brantas Berbasis Landscape yang digelar bersama Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Jawa. Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI di Hotel Luminor Sidoarjo, Selasa (16/9).

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, saya memberikan apresiasi atas prakarsa forum strategis ini. Pengelolaan DAS Brantas harus kita lihat sebagai upaya kolektif untuk merumuskan langkah konkret menjaga ekosistem yang menopang hajat hidup jutaan masyarakat,” ujar Emil.

DAS Brantas merupakan Daerah Aliran Sungai terbesar kedua di Pulau Jawa dengan luas mencapai 11.800–12.070 km² atau seperempat wilayah Jawa Timur, melintasi 16 kabupaten/kota. Sungai sepanjang 320 km ini bermata air di Kota Batu, mengelilingi Gunung Kelud, hingga bermuara di Kali Surabaya dan Kali Porong.

BACA JUGA:  Eri Cahyadi Jalani Ijazah Kiai Nawawi Sidogiri Pasuruan

Lebih dari 60 persen penduduk Jawa Timur bergantung pada DAS Brantas, baik sebagai penyedia air baku untuk rumah tangga dan industri, irigasi bagi lumbung pangan nasional, maupun pasokan energi listrik melalui PLTA.

“Sehatnya Brantas berarti sehatnya Jawa Timur. Sebaliknya, terganggunya Brantas akan menjadi ancaman serius bagi masa depan kita,” tegas Emil.

Meski demikian, saat ini Brantas menghadapi tantangan berupa perubahan tata guna lahan di hulu, degradasi fungsi bantaran sungai, sedimentasi tinggi, hingga pencemaran domestik maupun industri. Data Kepmen LHK No. SK 316 Tahun 2018 mencatat bahwa pencemaran Brantas didominasi limbah rumah tangga sebesar 73%, disusul peternakan 14%, non point source 10%, dan industri 3%.

“Fakta ini menegaskan bahwa menjaga Brantas bukan hanya tanggung jawab industri, melainkan membutuhkan kesadaran kolektif seluruh lapisan masyarakat. Edukasi, partisipasi publik, serta penguatan sanitasi rumah tangga menjadi kunci pengendalian pencemaran,” jelas Emil.

BACA JUGA:  Bakesbangpol Kabupaten Bojonegoro Gelar Seminar Bagi Pemilih Pemula

Menurut Emil, pengelolaan lingkungan berbasis sektoral tidak lagi memadai. Dibutuhkan paradigma baru yaitu pengelolaan berbasis landscape, yang memandang DAS Brantas sebagai satu kesatuan ekosistem utuh, mengintegrasikan aspek ekologi, sosial, dan ekonomi.

“Pendekatan landscape hanya akan berhasil bila ada sinergi dan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat harus berjalan bersama. Pemerintah hadir melalui regulasi, dunia usaha dengan prinsip green economy, dan masyarakat sebagai penjaga lingkungan di garis terdepan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Emil menegaskan bahwa tujuan akhir dari upaya ini adalah menjadikan DAS Brantas sehat, produktif, dan tangguh terhadap perubahan iklim, sekaligus menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang.

Secara khusus, Pemprov Jatim melalui Dinas Lingkungan Hidup telah melakukan sejumlah langkah nyata. Di hulu, rehabilitasi lahan bekas tambang dengan pengkayaan vegetasi terus dilakukan. Di sepanjang aliran sungai, monitoring kualitas air, patroli industri, serta pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) diperkuat sebagai strategi pengendalian limbah.

BACA JUGA:  Wagub Emil Ajak IPHI Jaga Sinergitas Umat Beragama

Selain itu, Pemprov juga menggandeng masyarakat melalui program Relawan Jatim Jogo Kali yang aktif menjaga fungsi ekologi Brantas dari hulu hingga hilir. “Semua langkah ini menunjukkan komitmen bersama untuk menjadikan Brantas tetap sehat dan berkelanjutan,” pungkas Emil.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Jawa Eduward Hutapea berharap dalam kegiatan ini menghasilkan suatu proses yang nantinya menjadi pedoman bagi yang ingin berkolaborasi dalam pengelolaan DAS guna memberikan manfaat seluas-luasnya untuk masyarakat.

“Tentunya yang kita ingin harapkan bersama ada interaksi positif dari kegiatan ini,  sehingga nanti menghasilkan bagaimana untuk menyempurnakan dan melengkapi apa yang sudah di gagas untuk kemudian kita simpulkan dan kolaborasikan bersama guna mendapatkan hasil maksimal dalam menyelesaikan permasalahan yang ada,” tandasnya. (ST02)

Tags: DAS BrantasHolistikLandscapeWagub Emil Dardak
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Founders Bootcamp 2026 akan berlangsung pada 23 Januari 2026 di Balai Pemuda Surabaya.

Founders Bootcamp 2026 Segera Hadir di Surabaya, Ajak Calon Founder Siapkan Diri Sebelum Bangun Usaha

Rabu, 21 Januari 2026
Konferensi pers tentang terkait mekanisme pencairan upah bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu di Pemkot Surabaya.

Patuh Regulasi Pusat, Pengupahan PPPK-PW Pemkot Surabaya Ikuti KepmenPAN-RB dan SE Kemendagri

Rabu, 21 Januari 2026
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menerima silaturrahmi jajaran PWNU Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Gubernur Khofifah Dukung PWNU Jatim Gelar Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang

Rabu, 21 Januari 2026

Pariwisata Surabaya Tumbuh Positif, Kunjungan Wisatawan Tembus 25,4 Juta Sepanjang 2025

Rabu, 21 Januari 2026

Berita Terkini

Founders Bootcamp 2026 akan berlangsung pada 23 Januari 2026 di Balai Pemuda Surabaya.

Founders Bootcamp 2026 Segera Hadir di Surabaya, Ajak Calon Founder Siapkan Diri Sebelum Bangun Usaha

Rabu, 21 Januari 2026
Konferensi pers tentang terkait mekanisme pencairan upah bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu di Pemkot Surabaya.

Patuh Regulasi Pusat, Pengupahan PPPK-PW Pemkot Surabaya Ikuti KepmenPAN-RB dan SE Kemendagri

Rabu, 21 Januari 2026
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menerima silaturrahmi jajaran PWNU Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Gubernur Khofifah Dukung PWNU Jatim Gelar Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang

Rabu, 21 Januari 2026

Pariwisata Surabaya Tumbuh Positif, Kunjungan Wisatawan Tembus 25,4 Juta Sepanjang 2025

Rabu, 21 Januari 2026

BRIDA Surabaya Luncurkan SI EPID, Perkuat Tata Kelola Inovasi Menuju World Class Smart City

Rabu, 21 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In