• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 22 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Pantau Kenaikan Muka Laut, Profesor ITS Kembangkan Satelit Altimetri

by Redaksi
Sabtu, 13 September 2025

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA –Perubahan iklim kian nyata terasa, salah satunya terlihat pada kenaikan muka laut yang menghantui Indonesia. Isu ini menjadi pokok perhatian dalam orasi ilmiah Prof Dr Eko Yuli Handoko ST MT saat dikukuhkan sebagai Guru Besar ke-231 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dalam bidang Ilmu Geodesi Satelit.

Melalui orasi ilmiah berjudul Satelit Altimetri dan Perubahan Iklim: Pemantauan Kenaikan Muka Laut di Indonesia, Eko menegaskan pentingnya altimetri satelit sebagai instrumen untuk memahami tren kenaikan muka laut. Data akurat, menurutnya, menjadi dasar kebijakan adaptasi, pembangunan infrastruktur, sekaligus ketahanan nasional. “Data satelit jadi pijakan kebijakan perubahan iklim,” jelas Guru Besar Departemen Teknik Geomatika ITS ini.

BACA JUGA:  Beaok Ada Grand Final Pemilihan Kange Yune Bojonegoro 2023

Lebih lanjut, Eko memaparkan bahwa instrumen altimeter bekerja dengan memancarkan sinyal radar ke laut dan menghitung waktu pantulnya kembali, menghasilkan data ketinggian muka laut berpresisi sentimeter. Teknologi ini sangat vital bagi negara kepulauan seperti Indonesia, karena tidak bergantung pada stasiun darat yang terbatas. “Altimetri satelit bisa menjangkau ribuan pulau di Indonesia,” ujar sulung dari tiga bersaudara tersebut.

Meski demikian, Eko menyoroti tantangan teknis dalam pemantauan wilayah pesisir yang kerap terganggu kondisi darat di wilayah pesisir dan laut dangkal. Untuk mengatasinya, lelaki kelahiran 1974 ini mengintegrasikan data altimetri dengan Global Navigation Satellite System (GNSS) dan Interferometric Synthetic Aperture Radar (InSAR). “Dengan menggabungkan ketiganya, kita memperoleh data kenaikan muka laut relatif yang dirasakan masyarakat,” jelasnya.

BACA JUGA:  Pasutri Ini Wisuda Doktor Bersama

Tak hanya itu, Eko juga mengembangkan metode peningkatan kualitas data altimetri di wilayah tropis, termasuk Indonesia, yang sering terkendala tingginya uap air atmosfer. Untuk mengatasi gangguan sinyal radar satelit tersebut, ia memanfaatkan data stasiun GNSS darat guna melakukan koreksi atmosfer Wet Tropospheric Correction dengan pendekatan GNSS-derived Path Delay (GPD). “Data kenaikan muka laut menjadi lebih reliabel, khususnya di pesisir,” ungkapnya.

Menurut Eko, penelitian ini memiliki manfaat yang luas bagi bangsa Indonesia. Data akurat mengenai kenaikan muka laut dapat menjadi dasar bagi pemerintah untuk merumuskan kebijakan adaptasi perubahan iklim, seperti perencanaan tata ruang pesisir, pembangunan infrastruktur pelindung, hingga mitigasi bencana rob. “Informasi ini krusial untuk melindungi aset-aset strategis negara yang berada di wilayah pesisir,” tegas lelaki asal Pringsewu, Lampung ini.

BACA JUGA:  PlasmaHub Diharapkan Mampu Cakup Seluruh Indonesia

Kontribusi penelitian Eko tersebut turut mendukung komitmen Indonesia terhadap Paris Agreement. Tak hanya itu, penelitian ini juga berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-11 mengenai kota berkelanjutan, poin ke-13 tentang penanganan perubahan iklim, serta poin ke-14 terkait ekosistem laut. (ST05)

Tags: ITSProfesorSatelit Altimetri
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Founders Bootcamp 2026 akan berlangsung pada 23 Januari 2026 di Balai Pemuda Surabaya.

Founders Bootcamp 2026 Segera Hadir di Surabaya, Ajak Calon Founder Siapkan Diri Sebelum Bangun Usaha

Rabu, 21 Januari 2026
Konferensi pers tentang terkait mekanisme pencairan upah bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu di Pemkot Surabaya.

Patuh Regulasi Pusat, Pengupahan PPPK-PW Pemkot Surabaya Ikuti KepmenPAN-RB dan SE Kemendagri

Rabu, 21 Januari 2026
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menerima silaturrahmi jajaran PWNU Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Gubernur Khofifah Dukung PWNU Jatim Gelar Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang

Rabu, 21 Januari 2026

Pariwisata Surabaya Tumbuh Positif, Kunjungan Wisatawan Tembus 25,4 Juta Sepanjang 2025

Rabu, 21 Januari 2026

Berita Terkini

Founders Bootcamp 2026 akan berlangsung pada 23 Januari 2026 di Balai Pemuda Surabaya.

Founders Bootcamp 2026 Segera Hadir di Surabaya, Ajak Calon Founder Siapkan Diri Sebelum Bangun Usaha

Rabu, 21 Januari 2026
Konferensi pers tentang terkait mekanisme pencairan upah bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu di Pemkot Surabaya.

Patuh Regulasi Pusat, Pengupahan PPPK-PW Pemkot Surabaya Ikuti KepmenPAN-RB dan SE Kemendagri

Rabu, 21 Januari 2026
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menerima silaturrahmi jajaran PWNU Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Gubernur Khofifah Dukung PWNU Jatim Gelar Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang

Rabu, 21 Januari 2026

Pariwisata Surabaya Tumbuh Positif, Kunjungan Wisatawan Tembus 25,4 Juta Sepanjang 2025

Rabu, 21 Januari 2026

BRIDA Surabaya Luncurkan SI EPID, Perkuat Tata Kelola Inovasi Menuju World Class Smart City

Rabu, 21 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In