SURABAYATODAY.ID, BANYUWANGI – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir dan menyerahkan santunan duka kepada delapan ahli waris korban meninggal dunia tragedi laka laut KMP Tunu Pratama Jaya asal Kabupaten Banyuwangi di ASDP Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Sabtu (12/7).
Sebagai informasi, dari 18 orang korban meninggal dunia atas tragedi memilukan tersebut, terdapat sebanyak 10 orang masyarakat Jatim. Terdiri dari 8 orang warga Banyuwangi, 1 orang warga Blitar, dan 1 orang warga Probolinggo.
Didampingi Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono dan Kepala OPD Provinsi Jatim, Gubernur Khofifah menyerahkan santunan berupa uang senilai Rp 10 juta untuk masing-masing korban.
Deputi Pencarian, Pertolongan dan Kesiapsiagaan BNPP (Basarnas) R. Eko Suyatno mengapresiasi gubernur yang hadir langsung melihat situasi posko dan meninjau langsung keluarga korban yang meninggal dunia.
“Inilah wujud perhatian Pemerintah Daerah terhadap masyarakatnya. Dan Alhamdulillah siang ini pukul 10.40 WIB telah menemukan 1 korban lagi, korban ke 48 dengan jenis kelamin wanita ini dalam proses identifikasi DVI,” kata Eko.
“Ini adalah proses hari pertama dari tiga hari perpanjangan hasil operasi SAR. Kami komitmen mudah-mudahan ada suatu kemajuan proses pencarian korban. Apabila ada penemuan kami segera mengkomunikasikan dengan keluarga korban,” pungkasnya.
Sebagai informasi, kedelapan korban KMP Tunu Pratam Jaya asal Banyuwangi tersebut diantaranya Eko Satriyo (L/51) asal Lingk. Sukowidi Barat Tril Kerta RT 1 Kec.Kalipuro, Kab Banyuwangi, Elok Rumantini (P/34) asal Lingk. Sritanjung, Kab. Banyuwangi, Cahyani (P/45) asal Dusun Krajan Kulon, RT.004/RW.013, Klurahan Wonosobo, Kec. Srono, Kab. Banyuwangi.
Selanjutnya, Fitri April Lestari (P/33) asal Dsn. Sumbar 1, Ds. Tampo, Kec. Cluring, Kab. Banyuwangi, Afnan Aqiel Mustafa (L/3) asal Dsn. Simbar 1, Ds. Tampo, Kec. Cluring, Kab. Banyuwangi, Daniar Nadief Inzaqi (L/21) asal Dsn. Gunung sari RT/02 RW/04, Ds. Sumbergondo, Kec. Glenmore, Kab. Banyuwangi, Rido Anggoro (L/29) RT.002/RW.001 Dsn. Badean, Kec. Kabat, Kab. Banyuwangi dan Novan Hadiansyah (L/15) Jembrana, RT.01/RW.01 Ds. Kunir, Kec. Singojurug, Kab. Banyuwangi.
Sebelumnya Gubernur Khofifah secara khusus menyampaikan apresiasi kerja keras Tim Operasi Terpadu yang terdiri dari tim gabungan baik dari Pusat hingga Banyuwangi dan Jembrana. “Itu tentu atas kerja keras semua Tim Operasi Terpadu baik dari Banyuwangi, Provinsi terutama dari Tim Pusat,” tambahnya.
“Karena makin hari kebutuhan peralatan makin membutuhkan alat bantu yang lebih advance. Kita bisa melihat bagaimana arus air bisa mengalami perubahan yang sangat cepat dan semua sesungguhnya sudah melalui proses digital IT,” sambungnya. (ST02)





