• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 21 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

LPA Jatim Dorong Surabaya Jadi Pelopor Perlindungan Anak Berbasis Komunitas

by Redaksi
Selasa, 20 Mei 2025
Foto ilustrasi, dokumentasi kegiatan di Kampung Anak Negeri Surabaya

Foto ilustrasi, dokumentasi kegiatan di Kampung Anak Negeri Surabaya

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur menilai Kota Surabaya memiliki potensi besar untuk menjadi pelopor perlindungan anak berbasis komunitas. Hal ini disampaikan oleh pengurus LPA Jatim, M. Isa Ansori, menyikapi program Kampung Anak Negeri (KANRI) dan Asrama Bibit Unggul yang digagas Pemerintah Kota Surabaya.

Menurut Isa, meski Pemkot telah menunjukkan komitmen dalam menyelamatkan anak-anak yang terlibat dalam kenakalan remaja, kekerasan, dan patologi sosial lainnya, pendekatan jangka panjang masih perlu diperkuat.

“Jika kita jujur, berapa banyak dari anak-anak ini yang benar-benar berubah setelah kembali ke rumah? Ke keluarga yang masih miskin, ke lingkungan yang masih keras, ke masa depan yang masih suram?” ujarnya, Selasa (20/5).

BACA JUGA:  Erick Thohir Apresiasi Pemkot Surabaya, Piala Presiden 2025 Sukses Dorong Sport Tourism

Isa menyebut, anak-anak yang terjerumus dalam lingkaran kenakalan remaja sejatinya adalah korban dari kondisi struktural seperti kemiskinan, lingkungan tidak mendukung, dan kurangnya akses pendidikan. Ia juga menyampaikan bahwa Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi telah menunjukkan keseriusan dalam menangani persoalan ini secara humanis.

“Akan ada 500 anak yang terjaring razia yang akan kita selamatkan masa depannya di Kampung Anak Negeri,” tutur Isa, menirukan pernyataan Wali Kota.

Isa menilai perlu adanya pendekatan baru berbasis komunitas untuk menciptakan dampak jangka panjang. Salah satunya melalui penerapan model Youth Guarantee seperti di Finlandia, di mana setiap anak dibina dalam ekosistem yang melibatkan keluarga, komunitas, dan pelatihan keterampilan.

Ia menjelaskan, konsep Youth Guarantee mencakup pemberian beasiswa sekolah atau pelatihan keterampilan seperti otomotif, listrik, hingga coding, serta pendampingan oleh mentor dari kalangan guru, relawan, atau mantan anak binaan. Program ini juga mencakup magang di UMKM maupun perusahaan lokal, serta pelatihan kerja bagi orang tua agar tetap bisa dekat dengan anak-anak mereka.

BACA JUGA:  Apel Pagi di Bulan Ramadan, Gubernur Khofifah Minta Kinerja ASN Tetap Produktif

“Bayangkan jika anak yang pernah ikut tawuran dibekali keterampilan servis HP dan ibunya diberi pelatihan membuat kue. Peluang mereka hidup lebih baik akan jauh lebih besar,” katanya.

Isa mengusulkan agar KANRI dikembangkan menjadi pusat kegiatan komunitas yang terbuka bagi anak-anak di sekitar, tanpa stigma. Kegiatan yang bisa dikembangkan meliputi kursus komputer, bengkel mini, hingga lapangan futsal. Ia juga menggagas program “Satu RT Satu Mentor” serta “Kelas Kedua” sebagai alternatif pendidikan non-formal bagi anak-anak yang kesulitan mengikuti sekolah reguler.

BACA JUGA:  Surabaya Borong Empat Penghargaan Pariwisata dari MarkPlus Tourism

Ia menegaskan, program tersebut dapat dimulai secara bertahap melalui proyek percontohan di beberapa kelurahan seperti Tambak Wedi dan Dupak, dengan melibatkan perguruan tinggi dan UMKM, serta didanai melalui CSR perusahaan dan dana desa.

“Anak-anak seperti A bukanlah masalah. Mereka korban dari rantai kemiskinan yang harus kita putus bersama,” tegasnya.

Dengan konsep Surabaya Youth Guarantee dan pengembangan KANRI menjadi kampung komunitas, Isa berharap Surabaya bisa memberikan solusi yang berkelanjutan dalam mewujudkan kota layak anak.

“Surabaya telah terbukti sebagai Kota Pahlawan. Kini saatnya menyelamatkan generasi penerusnya. Karena setiap anak pantas mendapatkan kesempatan kedua,” pungkasnya. (ST01)

Tags: LPA JatimPemkot SurabayaPerlindungan Anak
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026

Berita Terkini

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026

BRIDA Surabaya Resmi Terbentuk, Kebijakan Kota Wajib Berbasis Riset dan Sains

Selasa, 20 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In