• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 21 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

APEKSI Komitmen Wujudkan Indonesia Bebas Sampah 2029

by Redaksi
Sabtu, 10 Mei 2025

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) menegaskan komitmennya mendukung target nasional Indonesia bebas sampah pada 2029. Komitmen tersebut ditegaskan dalam rangkaian kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) ke-VII APEKSI yang digelar di Kota Surabaya, Jumat (9/5) lalu.

Ketua Dewan Pengurus APEKSI sekaligus Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyampaikan bahwa seluruh anggota APEKSI telah menyelaraskan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Hal ini termasuk target strategis untuk mewujudkan Indonesia bebas sampah pada 2029.

“Kami juga membuat RPJMD, itu sesuai dengan RPJMN yang ditetapkan. Seperti contoh tahun 2029, Indonesia harus bebas sampah, maka semua kota harus bergerak bersama,” kata Eri usai menyaksikan Karnaval Budaya di depan Balai Pemuda Surabaya, Jumat (9/5) malam.

BACA JUGA:  Eri Terpilih Kembali Sebagai Ketua APEKSI 2025-2030

Ia menyatakan bahwa komitmen tersebut sebagai bagian dari visi bersama seluruh pemerintah kota yang tergabung dalam APEKSI. Meski tantangan urbanisasi dan peningkatan jumlah penduduk di kota-kota besar terus meningkat, namun hal itu tidak boleh menjadi hambatan untuk mencapai target nasional tersebut.

“Bagaimana kami di semua kota ini meskipun dengan penduduk yang banyak karena urbanisasi, tapi kita harus bisa bebas dari sampah tahun 2029. Itu menjadi komitmen kami,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Eri juga menuturkan bahwa kegiatan Karnaval Budaya yang menjadi bagian dari Munas APEKSI menjadi simbol semangat persatuan dalam keberagaman serta sinergi antar pemerintah kota dalam mendukung agenda-agenda pembangunan nasional.

Acara ini menampilkan kekayaan budaya dari 98 kota se-Indonesia dalam bentuk parade bertema “Light Culture Parade”, yang menyuguhkan pertunjukan seni, busana adat, hingga tarian tradisional.

BACA JUGA:  ITS Gandeng Panasonic Luncurkan LED Bulb Bangga Buatan Indonesia

Ia menegaskan bahwa Karnaval Budaya ini tidak hanya menampilkan seni semata, tetapi juga menjadi ajang mempererat kebersamaan antar pemerintah kota. “Karnaval Budaya ini beda dengan Surabaya Vaganza. Karena ini adalah tampilan dari delegasi yang ada dari kota-kota di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa karnaval ini mencerminkan kedekatan dan kerja sama erat antar wali kota anggota APEKSI dalam membangun masa depan Indonesia.

“Kami mengadakan karnaval ini untuk menunjukkan, bahwa kami disatukan oleh budaya, kami disatukan oleh rasa yang sama antar kota, sehingga budaya ini semakin merekatkan kami. Bisa dilihat, dengan budaya tadi, kami semakin dekat antar wali kota dan berbagi antar wali kota se-Indonesia,” jelasnya.

Selain Karnaval Budaya, Munas ke-VII APEKSI 2025 juga menjadi ajang strategis untuk menyatukan visi antara pemerintah kota dan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden RI, Prabowo Subianto.”Pada waktu rapat Munas (APEKSI) kita sampaikan kita adalah satu visi dengan presiden. Bagaimana APEKSI bukan tempat untuk mengeluh, tapi APEKSI adalah tempat untuk menjalankan visi misi presiden,” ujarnya.

BACA JUGA:  Pemkab Bojonegoro Dorong UKM dan IKM Manfaatkan Sumber Pertanian

Sebagai contoh, Wali Kota Eri mengungkap soal program Sekolah Rakyat yang membutuhkan lahan seluas tujuh hektar di tiap kota. Ia optimistis pemerintah pusat akan memberikan dukungan terhadap keterbatasan yang dihadapi kota-kota dalam merealisasikan program tersebut.

“Jikalau ada yang kurang, bisa kita jalankan, seperti sekolah rakyat, yang harus menyediakan 7 hektare, saya yakin Pak Presiden pasti akan memberikan arahan bagi kami sehingga kota tetap bisa menjalankan sekolah rakyat,” pungkasnya. (ST01)

Tags: APEKSIIndonesia Bebas SampahMunas APEKSI
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026

Berita Terkini

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026

BRIDA Surabaya Resmi Terbentuk, Kebijakan Kota Wajib Berbasis Riset dan Sains

Selasa, 20 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In