• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 21 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Wakil Rektor Unesa Apresiasi Surabaya Kembangkan Sekolah Rakyat di Empat Jenjang Pendidikan

by Redaksi
Senin, 28 April 2025

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA -Konsep Sekolah Rakyat yang dikembangkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, mendapat apresiasi  dari Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Dr. Martadi, M.Sn. Sekolah rakyat merupakan gagasan Presiden RI, Prabowo Subianto. Visinya, untuk mencetak agen perubahan pada setiap keluarga miskin melalui pendidikan berkualitas guna memutus transmisi kemiskinan.

Apa saja persyaratan untuk mendaftar di Sekolah Rakyat? Kualifikasinya adalah calon siswa harus memenuhi persyaratan, seperti berasal dari keluarga miskin atau miskin ekstrem, memiliki motivasi belajar tinggi, didukung oleh orang tua atau wali dalam pendidikan, sehat jasmani dan rohani, lulus seleksi, dan diizinkan orang tua untuk tinggal di asrama.

Dr. Martadi memuji gerak cepat Pemkot Surabaya merealisasikan Sekolah Rakyat hingga empat jenjang pendidikan sekaligus. Di jenjang perguruan tinggi, ia menilai manifestasi Sekolah Rakyat dengan program “1 Keluarga Miskin, 1 Sarjana” yang diwujudkan dengan keberadaan “Omah Ilmu Arek Suroboyo” dan telah berjalan sejak Agustus 2024. Menurutnya, program ini sejalan dengan semangat Sekolah Rakyat dalam memberikan kesempatan pendidikan bagi anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu.

BACA JUGA:  Pemkot Surabaya Periksa Hewan Kurban agar Aman dari PMK dan LSD

“Yang menarik dari Surabaya adalah tidak terpaku pada satu pola Sekolah Rakyat. Selain model terpusat dengan asrama dan beasiswa seperti di Unesa, Pemkot Surabaya juga telah mengembangkan model inklusif melalui Kampung Anak Negeri (jenjang SD-SMP) dan Omah Ilmu Arek Suroboyo (jenjang perguruan tinggi), di mana mereka tinggal di asrama namun bersekolah di sekolah formal terdekat,” jelas Dr. Martadi, Senin (28/4/2025).

Dr. Martadi juga menekankan pentingnya harmonisasi kurikulum antara pendidikan formal di sekolah dengan pendidikan karakter dan pembiasaan positif di asrama. Sinergi antara SD, SMP, dan pengelola asrama dinilai krusial untuk menciptakan pendidikan yang holistik.

“Tinggal bagaimana nanti harmonisasi dan penyelarasan antara kurikulum yang ada di sekolah untuk anak-anak yang ada di Sekolah Rakyat ini dan bagaimana kurikulum yang ada di asrama,” ujar dia.

BACA JUGA:  East Java International Trade Festival Ditutup, Kesepakatan Dagang Capai Rp 1,85 Triliun

Di samping itu, ia mengungkapkan bahwa Unesa Kampus II Lidah Wetan, siap menjadi Sekolah Rakyat tingkat SMA, yang menerima siswa baru pada Juni 2025 mendatang. Kesiapan ini telah ditunjukkan melalui peninjauan sarana dan prasarana oleh berbagai pihak, termasuk Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, perwakilan kementerian, dan jajaran Pemkot Surabaya.

“Sebagai program prioritas nasional, Surabaya sebagai kota besar harus menjadi contoh. Kami di Unesa sangat siap untuk mendukung implementasi Sekolah Rakyat ini,” ungkapnya.

Dengan demikian, keberagaman model Sekolah Rakyat yang ada di Kota Pahlawan menjadi keunggulan tersendiri. Menurutnya, tidak semua anak dari keluarga kurang mampu harus ditampung dalam satu kompleks Sekolah Rakyat. Keberadaan jalur afirmasi di sekolah formal juga memberikan kesempatan yang sama.

“Untuk kota besar seperti Surabaya, mencari lahan luas untuk Sekolah Rakyat terpusat tentu menjadi tantangan. Model inklusif ini menjadi solusi alternatif yang cerdas,” terangnya.

BACA JUGA:  Dukung Surabaya Menjadi KLA Dunia, Begini Saran UNICEF

Dengan dua model yang dikembangkan, yakni Sekolah Rakyat terpusat dan Sekolah Rakyat inklusif, Surabaya diharapkan dapat menjadi percontohan nasional dalam implementasi program ini.

Dr. Martadi meyakini bahwa pendekatan yang beragam ini akan mampu menjangkau lebih banyak anak-anak berpotensi dari keluarga kurang mampu, sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan membuka ruang interaksi dengan siswa dari berbagai latar belakang.

“Sehingga di Indonesia ada dua model, Sekolah Rakyat penuh dimana asrama dengan sekolah terdekat. Tetapi ada yang inklusif, menjadi satu dengan sekolah umum dan asrama. Lalu ada harmonisasi program antara anak di asrama dengan yang diajarkan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Pemkot Surabaya mengembangkan empat jenjang pendidikan sebagai bagian dari program Sekolah Rakyat, yaitu: SD dan SMP di UPTD Kampung Anak Negeri, Jalan Wonorejo Timur; jenjang SMA di kawasan Unesa Kampus II, Lidah Wetan; serta jenjang perguruan tinggi “Omah Ilmu Arek Suroboyo” di wilayah Kalijudan. (ST01)

Tags: Pemkot SurabayaSekolah RakyatUnesa
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Founders Bootcamp 2026 akan berlangsung pada 23 Januari 2026 di Balai Pemuda Surabaya.

Founders Bootcamp 2026 Segera Hadir di Surabaya, Ajak Calon Founder Siapkan Diri Sebelum Bangun Usaha

Rabu, 21 Januari 2026
Konferensi pers tentang terkait mekanisme pencairan upah bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu di Pemkot Surabaya.

Patuh Regulasi Pusat, Pengupahan PPPK-PW Pemkot Surabaya Ikuti KepmenPAN-RB dan SE Kemendagri

Rabu, 21 Januari 2026
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menerima silaturrahmi jajaran PWNU Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Gubernur Khofifah Dukung PWNU Jatim Gelar Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang

Rabu, 21 Januari 2026

Pariwisata Surabaya Tumbuh Positif, Kunjungan Wisatawan Tembus 25,4 Juta Sepanjang 2025

Rabu, 21 Januari 2026

Berita Terkini

Founders Bootcamp 2026 akan berlangsung pada 23 Januari 2026 di Balai Pemuda Surabaya.

Founders Bootcamp 2026 Segera Hadir di Surabaya, Ajak Calon Founder Siapkan Diri Sebelum Bangun Usaha

Rabu, 21 Januari 2026
Konferensi pers tentang terkait mekanisme pencairan upah bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu di Pemkot Surabaya.

Patuh Regulasi Pusat, Pengupahan PPPK-PW Pemkot Surabaya Ikuti KepmenPAN-RB dan SE Kemendagri

Rabu, 21 Januari 2026
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menerima silaturrahmi jajaran PWNU Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Gubernur Khofifah Dukung PWNU Jatim Gelar Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang

Rabu, 21 Januari 2026

Pariwisata Surabaya Tumbuh Positif, Kunjungan Wisatawan Tembus 25,4 Juta Sepanjang 2025

Rabu, 21 Januari 2026

BRIDA Surabaya Luncurkan SI EPID, Perkuat Tata Kelola Inovasi Menuju World Class Smart City

Rabu, 21 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In