• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 21 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Khofifah Kukuhkan Tim Penguatan dan Pengembangan Eko-Tren OPOP Jatim

by Redaksi
Kamis, 17 April 2025
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyalami anggota Tim Penguatan dan Pengembangan Eko-Tren OPOP Jawa Timur masa bakti 2025-2030 di Harris Hotel & Conventions Gubeng, Surabaya.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyalami anggota Tim Penguatan dan Pengembangan Eko-Tren OPOP Jawa Timur masa bakti 2025-2030 di Harris Hotel & Conventions Gubeng, Surabaya.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengukuhkan 16 orang anggota Tim Penguatan dan Pengembangan Eko-Tren OPOP Jawa Timur masa bakti 2025-2030 di Harris Hotel & Conventions Gubeng, Surabaya, Rabu (16/4).

Pengukuhan ini dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/250/013/2025 tanggal 16 April 2025. Gubernur Khofifah optimistis bahwa para pengurus baru ini akan memberikan penguatan bagi Eko-Tren OPOP Jatim.

“Ini struktur kepengurusan baru untuk membangun penguatan dan pengembangan Eko-Tren OPOP di Jawa Timur,” ujar Khofifah.

Ia juga mengingatkan kepada pengurus baru bahwa ekosistem Eko-Tren OPOP Jatim dibangun dengan tiga pilar utama yaitu Santripreneur, Pesantrenpreneur, dan Sociopreneur. “InsyaAllah masa depan Eko-Tren OPOP semakin kuat, semakin meluas dan semakin memberikan kemanfaatan yang besar,” ucapnya.

Maka dari itu, lanjut Khofifah, kemanfaatan ini harus terus ditingkatkan. Terlebih, Eko-Tren OPOP adalah salah satu program prioritas Pemprov Jatim yang bertujuan untuk pengembangan ekonomi masyarakat berbasis pesantren, utamanya untuk mewujudkan pesantren lebih tangguh secara ekonomi.

BACA JUGA:  Serapan Anggaran Pemkot Surabaya Bakal Dipublikasikan Lewat TV LED di Kantor Kecamatan dan Kelurahan

“Masyarakat yang sejahtera menjadi visi Pemerintah Provinsi Jawa Timur yakni mendorong perekonomian yang lebih inklusif, berbasis kemasyarakatan, termasuk masyarakat di lingkungan pesantren,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Khofifah juga menyampaikan posisi Indonesia pada ekonomi dan keuangan syariah global mengalami peningkatan berdasarkan State of the Global Islamic Economy Report. Teparnya, berada di urutan ketiga setelah Malaysia dan Saudi Arabia dari 81 negara dengan ekosistem Ekonomi Syariah yang sangat kuat.

“Ini sesuatu yang sangat membanggakan sekaligus menjadi tantangan bagi kita,” ucapnya.

Karena itu Khofifah mengajak seluruh pihak untuk mengoptimalkan seluruh potensi yang ada di Indonesia sebagai Pusat Industri halal. Ia juga mengajak terus berikhtiar untuk menjadikan Indonesia tidak hanya sebagai pasar (Muslim Consumer) tetapi berevolusi menjadi produsen produk halal.

“Inilah yang menjadi salah satu tujuan program Eko-Tren OPOP Jawa Timur, untuk semakin meningkatkan produk – produk Halal yang berkualitas,” tegasnya.

Di sisi lain, dalam rilis 30 Digital Islamic Economy Start Up 2024, terdapat 3 Start Up dari Indonesia yaitu Fintech Hijra, Kitabisa, dan Evermos (marketplace). Ini membuktikan bahwa Indonesia, khususnya Jawa Timur memiliki banyak potensi yang masih bisa untuk terus dikembangkan.

BACA JUGA:  Khofifah Luncurkan Tambahan 10 Armada Bus Transjatim Koridor I Gresik-Surabaya-Sidoarjo

Lebih dari itu, sejalan dengan cita-cita Pemprov Jatim untuk menjadikan “Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara”, Ia meminta agar pesantren di Jawa Timur harus mengambil peran dengan mengoptimalkan posisi strategis Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara dan menjadi Hub terutama untuk Indonesia bagian timur.

“Posisi strategis ini harus benar-benar bisa dimanfaatkan oleh pesantren untuk mengembangkan ekosistem ini, menjemput ekosistem pesantren yang berdaya,” ucapnya.

Khofifah meyakini bahwa semua pihak pasti sepakat bahwa pesantren, tidak hanya berfungsi sebagai lembaga Pendidikan dan dakwah saja, namun juga menjadi wadah pemberdayaan masyarakat yang dapat meningkatkan kesejahteraan umat.

“Ini bukan hal yang mustahil karena kita didukung dengan resources yang besar,” katanya.

Sementara Jawa Timur sendiri merupakan Provinsi dengan potensi ekonomi berbasis pesantren yang cukup besar, jumlah penduduk Muslim di Jawa Timur sebanyak 39,5 juta. Berdasarkan data dari Satu Data Kementerian Agama, jumlah pesantren di Jawa Timur mencapai 5.121 pondok pesantren dengan jumlah santri lebih dari 970.541 orang.

BACA JUGA:  Realisasi Investasi Jatim Tahun 2023 Tembus Rp 145,1 Triliun

“Ini merupakan kekuatan ekosistem ekonomi pesantren,” tegasnya.

Sedangkan dari sisi koperasi, terdapat 808 unit koperasi pondok pesantren yang aktif di Jawa Timur. Pemprov Jatim melalui tiga pilar. Ditambah lagi, berdasarkan Satu Data Kementerian Agama menunjukkan saat ini, jumlah produk Jawa Timur yang telah disertifikasi halal sebanyak 26.329 produk. Ini merupakan jumlah terbanyak dibandingkan provinsi lain.

Gubernur Jatim ini mengatakan pengembangan Eko-Tren OPOP tidak terlepas dari dukungan seluruh stakeholder dalam bentuk kolaborasi dan sinergi Hexahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, private sector komunitas, lembaga keuangan dan media.

Di antaranya terkait sertifikasi produk dan SKKNI pengelola koperasi (kolaborasi dengan BI Kanwil Jawa Timur), Samsat OPOP, Kartu Santri OPOP Jatim (dengan Bank Jatim Syariah), dan masih banyak lagi bentuk – bentuk kolaborasi lainnya. (ST11)

Tags: Eko-Tren OPOP JatimGubernur KhofifahOPOP Jatim
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Foto bersama di sela forum ASEAN University Network/Southeast Asia Engineering Education Development Network (AUN/SEED-Net) Steering Committee Meeting 2026.

Perkuat Kolaborasi Riset ASEAN – Jepang, ITS Pimpin Sidang AUN/SEED-Net 2026

Rabu, 21 Januari 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026

Berita Terkini

Foto bersama di sela forum ASEAN University Network/Southeast Asia Engineering Education Development Network (AUN/SEED-Net) Steering Committee Meeting 2026.

Perkuat Kolaborasi Riset ASEAN – Jepang, ITS Pimpin Sidang AUN/SEED-Net 2026

Rabu, 21 Januari 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In