SURABAYATODAY.ID, NGAWI – Jelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meninjau kesiapan sarana dan fasilitas umum di Rest Area 626 Ngawi, Sabtu (29/3). Rest area ini merupakan salah satu tempat istirahat para pemudik di perbatasan antara Jawa Timur dan Jawa Tengah.
“Alhamdulillah saya lihat semua lancar, insyaAllah para pemudik bisa istirahat dengan nyaman,” ungkap Emil.
Terdapat berbagai fasilitas di rest area ini seperti toilet umum portable sebagai tambahan dari toilet umum yang sudah ada, pos kesehatan, mesin ATM, masjid, SPBU, Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), hingga beragam warung/restoran.
“Dari segi fasilitas, tadi saya cek sudah sangat lengkap hasil dukungan berbagai pihak. Ada ATM, ambulans siaga, toilet tambahan dan bahkan disediakan SPKLU yang sudah menggunakan model terbaru yang fast charging,” jelas dia.
Lebih lanjut, Wagub Emil mengatakan bahwa peran jalan tol sudah sangat vital guna meningkatkan konektivitas antar daerah. Bahkan, jalan tol dengan adanya rest area juga berpengaruh dalam mengungkit perekonomian di Jawa Timur.
Upaya peningkatan layanan di rest area ini, disebutnya sebagai komitmen Pemerintah dalam menjamin kenyamanan dan keselamatan para pemudik, utamanya di arus mudik tahun ini. “Sebisa mungkin kita ajak dan kita gugah para pemudik ini untuk bisa istirahat di rest area. Semakin banyak mereka istirahat, maka mereka akan semakin aman dan selamat,” terangnya.
Selain kesiapan jalan tol, lanjut Emil, juga memastikan bahwa kondisi seluruh ruas jalan provinsi Jawa Timur dalam keadaan yang baik. Melalui Dinas Pekerjaan Umum Pemprov Jatim, ia telah meminta adanya percepatan perbaikan jalan berlubang di berbagai titik di Jawa Timur.
“Kabar baiknya adalah seluruh ruas jalan provinsi dalam kondisi mantap yang artinya baik dan sedang, kecuali di wilayah Puger,” ucapnya.
Upaya perbaikan jalan ini juga dilakukan guna mendukung layanan transportasi logistik di masyarakat, baik dalam daerah hingga yang sifatnya ekspor – impor. “Tadi saya melihat bagaimana logistik juga tetap lancar. Jadi jangan sampai kepercayaan pasar ekspor kita terganggu karena mereka tidak bisa melakukan arus pengiriman barang,” tegasnya. (ST02)





