• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 7 Maret 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Pengamat: Sekolah Rakyat ala Surabaya, Solusi Pendidikan Berbasis Lokal

by Redaksi
Selasa, 25 Maret 2025
Asrama Bibit Unggul, sekolah yang dikelola Pemkot Surabaya.

Asrama Bibit Unggul, sekolah yang dikelola Pemkot Surabaya.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Pemkot Surabaya mengembangkan model Sekolah Rakyat yang disesuaikan dengan kondisi dan potensi di Kota Pahlawan, sebagai solusi pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Langkah ini diambil untuk mengatasi tantangan keterbatasan lahan yang dihadapi kota metropolitan.

Meski mengadopsi konsep dari pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia (RI), Pemkot Surabaya akan melakukan sejumlah modifikasi agar program ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Pengurus Lembaga Perlindungan Anak Jawa Timur (Jatim), M. Isa Ansori mengatakan, berbeda dengan konsep sekolah berasrama (boarding school) yang membutuhkan lahan luas, Surabaya memilih untuk mengoptimalkan lembaga-lembaga boarding yang sudah ada. Seperti panti asuhan, sekolah berasrama, dan pondok pesantren yang tersebar di berbagai kecamatan.

“Dengan memanfaatkan lembaga-lembaga boarding yang sudah ada, anak-anak tetap bersekolah di lingkungan yang dekat dengan tempat tinggal mereka, sehingga mengurangi kendala mobilitas dan meningkatkan efektivitas pengawasan,” ujar M. Isa Ansori.

Pemkot Surabaya juga memiliki komitmen kuat dalam menjamin hak pendidikan bagi anak-anak. Berbagai program telah digulirkan dalam bentuk bantuan pendidikan, di antaranya bantuan seragam dan buku, dan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) sebagai pelengkap Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah pusat.

BACA JUGA:  Pemkot Surabaya Jajaki Kerjasama Sister City dengan Finlandia

Selanjutnya, Beasiswa Pemuda Tangguh yang menjangkau siswa SMA dan SMK yang berada di luar kewenangan pemkot, namun tetap menjadi tanggung jawab dalam perlindungan anak-anak di Surabaya.

“Serta program Satu Keluarga Satu Sarjana. Program unggulan yang telah membiayai sekitar 3.800 anak Surabaya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, terutama perguruan tinggi negeri, dengan alokasi anggaran mencapai Rp183 miliar,” kata dia.

Dengan berbagai program dan kebijakan, Pemkot Surabaya berkomitmen mencegah anak putus sekolah karena alasan ekonomi. Karenanya, implementasi model Sekolah Rakyat ala Surabaya akan semakin memperkuat upaya ini.

Menurut Isa Ansori, model Sekolah Rakyat yang diadaptasi Surabaya akan mendistribusikan anak-anak usia sekolah ke lembaga pendidikan formal yang sudah ada melalui beberapa mekanisme.

BACA JUGA:  Ratusan Event Sepanjang 2025, Surabaya Perkuat Posisi sebagai Kota Wisata dan Budaya

“Pertama, memaksimalkan Lembaga Boarding dan Lembaga Pendidikan Formal yang ada. Anak-anak usia sekolah yang belum mendapatkan akses pendidikan akan didistribusikan ke lembaga-lembaga boarding terdekat, seperti panti asuhan, sekolah berasrama, dan pondok pesantren. Pendidikan mereka tetap di sekolah terdekat, sehingga pengasuhan dan komunikasi dengan orang tua tetap terjaga,” tuturnya.

Kedua, pendidikan karakter yang terpusat. Sebab, pendidikan karakter tetap menjadi bagian penting dalam model ini. Untuk itu, pada hari-hari tertentu, anak-anak akan mengikuti pembinaan terpusat di fasilitas milik Pemkot Surabaya, seperti Kampung Anak Negeri, dan Asrama Bibit Unggul.

“Ketiga, adanya kolaborasi dengan Stakeholder. Pemkot Surabaya dapat menggandeng berbagai pihak, termasuk dunia usaha, organisasi sosial, dan komunitas pendidikan, untuk mendukung penyelenggaraan program ini, baik dalam hal pendanaan maupun pengelolaan operasional,” sebutnya.

Berikutnya, keempat adalah memperkuat keberadaan sekolah yang selama ini sudah menjalankan program pendidikan bagi keluarga rentan. Dengan kolaborasi ini, sekolah yang menangani anak-anak dari keluarga rentan tidak akan kehilangan siswa, mereka akan menjadi kolaborasi menyelamatkan pendidikan anak anak bersama pemerintah.

BACA JUGA:  Meski Hanya Calon Tunggal, KPU Kediri Tetap Gelar Debat Publik

“Dan kelima, untuk jenjang SMA, Pemkot Surabaya dapat menggandeng Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang sudah berpengalaman dengan sekolah berasrama. Konsep sekolah satelit, yaitu sekolah yang terhubung dengan Unesa, dapat diterapkan di sekolah lain di Surabaya dengan fokus pada pendidikan karakter terpusat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Isa Ansori menyimpulkan bahwa modifikasi Sekolah Rakyat ala Surabaya adalah solusi inovatif untuk mengatasi keterbatasan lahan dan memperluas akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga miskin. Dengan optimalisasi lembaga boarding yang dan dukungan kebijakan, serta program pendidikan yang telah berjalan, Surabaya dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain dalam menyediakan pendidikan inklusif dan berkelanjutan.

“Dengan adanya model ini, diharapkan anak-anak Surabaya dapat tumbuh dan berkembang dengan bekal pendidikan yang memadai, sehingga mereka mampu keluar dari jerat kemiskinan dan menjadi generasi yang berkontribusi bagi masa depan bangsa,” terangnya. (ST01)

Tags: Lembaga Perlindungan AnakPemkot SurabayaSekolah Rakyat
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Rapat koordinasi bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya dan seluruh Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Kota Surabaya di ruang sidang wali kota,.

Kemenag dan LAZ, Pemkot Surabaya Perkuat Sinkronisasi Data Penyaluran Zakat

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Serahkan Truk Hasil Normalisasi Dimensi, Optimis Percepat Terwujudnya Zero ODOL 2027 di Jatim

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Pasar Gelondong Gede Tuban, Pastikan Stok Bahan Pokok Aman

Sabtu, 7 Maret 2026

Sapa Bansos Amaliyah Ramadan ke-10, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp8,35 Miliar untuk Perkuat Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Tuban

Jumat, 6 Maret 2026

Berita Terkini

Rapat koordinasi bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya dan seluruh Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Kota Surabaya di ruang sidang wali kota,.

Kemenag dan LAZ, Pemkot Surabaya Perkuat Sinkronisasi Data Penyaluran Zakat

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Serahkan Truk Hasil Normalisasi Dimensi, Optimis Percepat Terwujudnya Zero ODOL 2027 di Jatim

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Pasar Gelondong Gede Tuban, Pastikan Stok Bahan Pokok Aman

Sabtu, 7 Maret 2026

Sapa Bansos Amaliyah Ramadan ke-10, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp8,35 Miliar untuk Perkuat Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Tuban

Jumat, 6 Maret 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Wali Kota Eri Cahyadi Minta Kasus Ancaman Oknum Jukir Diproses Secara Hukum

Jumat, 6 Maret 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In