• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 21 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Profesor ITS Kembangkan e-Nose, Inovasi Sensor Aroma untuk Kesehatan dan Industri

by Redaksi
Selasa, 18 Maret 2025
Prof Dr Muhammad Rivai ST MT

Prof Dr Muhammad Rivai ST MT

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Dalam industri yang semakin kompetitif, evaluasi kualitas yang cepat dan akurat menjadi kebutuhan mendesak. Namun, metode konvensional yang bergantung pada uji laboratorium seringkali memerlukan waktu lama dan keahlian khusus. Menjawab tantangan tersebut, guru besar ke-215 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof Dr Muhammad Rivai ST MT menggagas inovasi bernama Electronic Nose (e-Nose).

Dalam orasi ilmiahnya untuk pengukuhan profesor yang bertajuk Peran Teknologi Electronic Nose sebagai Inovasi Masa Depan dalam Evaluasi Kualitas, dosen yang biasa disapa Rivai ini memaparkan bagaimana e-Nose mampu menggantikan metode laboratorium. Sistem ini bekerja dengan meniru fungsi penciuman manusia, memungkinkan analisis kualitas produk, diagnosis kesehatan, hingga pemantauan lingkungan.

“Dengan menggunakan algoritma pembelajaran mesin, perangkat ini dapat mengolah pola aroma secara akurat dan efisien,” jelasnya.

BACA JUGA:  Waspadai Kasus Penipuan Bermodus Amal, Foto Khofifah Pun Dicatut

Lelaki kelahiran Surakarta ini telah mengimplementasikan e-Nose di berbagai bidang. Teknologi ini telah digunakan untuk mendeteksi diabetes melalui analisis sampel urin, identifikasi tingkat kematangan kue kering, serta deteksi penyakit pernapasan paru obstruktif kronik (PPOK) dan asma melalui udara pernapasan pasien. “Sensor gas pada e-Nose yang digunakan berbeda tergantung kebutuhan,” ungkapnya.

Dalam penelitian deteksi diabetes, e-Nose dikembangkan menggunakan sensor gas berbasis Quartz Crystal Microbalance (QCM) yang dilapisi nanomaterial karbon. Sensor ini mampu mengenali pola aroma khas urine penderita diabetes dengan akurasi mencapai 91 persen. Dengan teknologi ini, diagnosis diabetes dapat dilakukan dengan lebih mudah dan cepat. “Inovasi ini bisa menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan metode deteksi tanpa harus melalui tes darah,” jelasnya.

BACA JUGA:  ITS Perkuat Kolaborasi Internasional di QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2025

Selain itu, e-Nose juga dikembangkan untuk analisis penyakit pernapasan, misalnya deteksi asma dan PPOK. Dengan menggunakan 20 sensor gas semikonduktor yang dikombinasikan dengan algoritma pembelajaran mesin, sistem ini mampu menganalisis udara pernapasan pasien. Teknologi ini telah diuji pada pasien di RS Universitas Airlangga (RSUA) dan RSU dr Soetomo. Hasil pengujian membuktikan e-Nose memiliki akurasi tinggi dalam membedakan pasien PPOK ataupun asma dan individu sehat.

Tak hanya dalam dunia medis, e-Nose juga diterapkan dalam industri pangan. Dalam industri ini, Rivai menggunakan sensor gas Metal Oxide Semiconductor (MOS) untuk mengidentifikasi tingkat kematangan kue kering. Teknologi ini dapat menggantikan metode subjektif berbasis warna atau waktu pemanggangan dengan akurasi mencapai 90 persen.

BACA JUGA:  TNI AL Senang Bisa Layani Masyarakat dalam Tugasnya Bhakti Kemaritiman

“Dengan sistem ini, produsen makanan dapat menetapkan standar kualitas produk lebih objektif,” ujar Rivai.

Lebih lanjut, Rivai mengatakan, e-Nose juga dikembangkan untuk keamanan lingkungan dan industri, khususnya dalam sistem robot pencari kebocoran gas berbasis LiDAR. Robot ini mampu melacak sumber kebocoran gas dengan efisiensi 62,2 persen lebih tinggi dibandingkan metode konvensional. Penerapan teknologi ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan keamanan di industri migas serta mitigasi risiko lingkungan.

Dengan berbagai langkah yang telah dilakukan, Rivai menjelaskan bahwa risetnya berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin ke-3 terkait kesehatan yang baik dan kesejahteraan. Selain itu, juga poin ke-9 mengenai infrastruktur, industri, dan inovasi, serta poin ke-13 yang berfokus pada penanganan perubahan iklim. (ST05)

Tags: e-NoseInovasi Sensor AromaITSProfesor
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026

Berita Terkini

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026

BRIDA Surabaya Resmi Terbentuk, Kebijakan Kota Wajib Berbasis Riset dan Sains

Selasa, 20 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In