SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Hari kedua lelang jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang digelar Pemkot Surabaya diikuti empat kepala perangkat daerah, Jumat (7/3). Mereka memaparkan proposal visi misi inovasi di ruang sidang wali kota, Jumat.
Empat kepala PD tersebut adalah Direktur Utama RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH), drg Bisukma Kurniawati dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agus Hebi Djuniantoro. Sedangkan di sesi kedua ada Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, Tundjung Iswandaru, dan Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota Surabaya, Vykka Anggradevi Kusuma.
Lelang jabatan tersebut menuai respon positif dari para akademisi yang ikut menjadi panelis. Ketua Program Studi S3 Pengambangan Sumber Daya Manusia (PSDM) Pascasarjana dan Dosen Senior di Departemen Psikologi Industri dan Organisasi Unair, Prof. Dr. Fendy Suhariadi, M.T., Psikolog mengatakan, bahwa paparan proposal visi-misi inovasi pejabat pemkot bagus diterapkan. Menurutnya, kegiatan ini menjadi terobosan baru di instansi pemerintahan.
“Ini baru pertama mungkin ya, bahwa seleksi pimpinan ini disiarkan melalui Youtube secara langsung sehingga semua masyarakat Surabaya tahu. Jadi ini benar-benar terobosan, supaya masyarakat tahu cara kepala dinas ini nanti seperti apa modelnya,” kata Fendy.
Ia menyebutkan, proposal visi-misi yang diinisiasi oleh Wali Kota Eri Cahyadi bisa dijadikan contoh dan diterapkan di pemerintahan daerah lainnya. “Bisa dipakai di pemerintah kota, provinsi atau dan lainnya. Karena ini sangat terbuka sekali kan, dan masyarakat bisa mengetahui,” sebutnya.
Selain itu, Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR), Sulikah Asmorowati, S.Sos., M.Dev.St, Ph.D menyampaikan, lelang jabatan menggunakan cara memaparkan proposal visi-misi sangat baik untuk pembangunan Surabaya ke depan. “Biasanya birokrasi itu kan enggan untuk berinovasi, secara teori mereka akan senang menggunakan tatanan yang sudah mapan. Tapi, dengan adanya ini, setiap kepala dinas akan tertantang untuk berinovasi dan berkreasi,” kata Sulikah.
Dengan cara seperti ini, lanjut Sulikah, setiap kepala PD juga akan terus mengkaji setiap permasalahan sehingga bisa menyelesaikan sebuah permasalahan itu dengan cara inovatif dan pastinya berbeda dari sebelumnya. Sulikah menyampaikan, cara seperti ini bisa menjadi percontohan oleh pemerintahan di daerah lainnya.
“Bisa sebenarnya, dan malah harus ya. Karena saya sendiri di Fisip pun inginnya seperti ini juga, jadi sekali lagi akan menantang yang menjabat untuk berpikir kreatif dan memikirkan ke depan manfaat untuk masyarakat itu apa. Jadi semua harus serba output base, outcome base, kemudian data driven, targetnya segini, dan pencapaian haru begini sehingga harus visible, dan semua harus ada data,” pungkasnya. (ST01)





