• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 21 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Mahasiswa ITS Gagas SWEET, Alat Deteksi Glukosa lewat Air Liur

by Redaksi
Jumat, 7 Maret 2025
Salah satu anggota tim SWEET dari ITS saat melakukan proses pengujian air liur pada kertas sensor untuk mendeteksi tingkat glukosa.

Salah satu anggota tim SWEET dari ITS saat melakukan proses pengujian air liur pada kertas sensor untuk mendeteksi tingkat glukosa.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Proyeksi meningkatnya penderita diabetes di Indonesia mendorong mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggagas Saliva-based Wellness and Efficient Enzymatic Test for Glucose Monitoring (SWEET). Inovasi tersebut mampu mendeteksi kadar glukosa non-invasif pada seorang individu dengan menggunakan air liur.

Ketua Tim SWEET Tazkiya Umama mengungkapkan, inovasi ini merupakan sebuah pengembangan dari alat deteksi glukosa yang semula dilakukan melalui darah. Tetapi, metode tersebut dinilai masih kurang efektif dan memiliki beberapa kekurangan.

“Di antaranya invasif, lambat, dan membutuhkan keterampilan yang tinggi,” terang perempuan yang kerap disapa Kiya itu.

Lalu, ia dan timnya mulai menggagas SWEET yang mampu mengatasi berbagai kekurangan tersebut sejak November 2024. Dalam mengembangkan SWEET, tim yang terdiri atas tiga mahasiswi angkatan 2023 ini mengembangkan alat deteksi tersebut melalui dua proses.

BACA JUGA:  Profesor ITS Raih Hitachi Global Foundation Asia Innovation Award 2024

“Yakni proses deteksi berdasarkan reaksi dan validasi melalui aplikasi,” imbuhnya.

Awalnya, Kiya dan rekannya menyiapkan kertas biosensor yang dilapisi dengan parafin hidrofobik. Parafin hidrofobik ini berperan meningkatkan akurasi dan presisi ketika proses deteksi glukosa. Kertas sensor ini juga dilengkapi dengan berbagai zat berbasis enzim yang akan membantu proses deteksi glukosa ketika air liur dituangkan.

“Beberapa zona dilapisi dengan kitosan, nanopartikel emas, hidrogen peroksida, dan larutan kromofor,” beber gadis berkacamata ini.

Mahasiswi Departemen Teknologi Kedokteran ITS itu melanjutkan, keempat zat tadi akan memicu reaksi terhadap air liur dan menyebabkan perubahan warna pada kertas sensor. Usai kertas sensor mengalami perubahan warna, proses selanjutnya ialah mendeteksi tingkat glukosa menggunakan aplikasi SWEET yang telah dirancang tim ini.

BACA JUGA:  Dua Tahun Berdiri, Cukurin Indonesia Semakin Maju Mengepakkan Sayap

“Kertas sensor dipindai menggunakan kamera gawai untuk mendeteksi tingkat glukosanya,” terangnya.

Berdasarkan hasil pengujian, menurut Kiya, SWEET berhasil mendeteksi tingkat glukosa dengan cepat selama tiga hingga lima menit. Tak hanya itu, aplikasi tersebut dapat memberikan rekomendasi berdasarkan tingkat glukosa yang diidentifikasi. “Sebagai contoh, untuk glukosa tingkat tinggi disarankan untuk tetap terhidrasi dan berolahraga serta merujuk ke dokter jika tingkat glukosa tidak menurun,” ujarnya.

Melalui keterbaruannya tersebut, SWEET sukses mengharumkan nama Indonesia dan almamater ITS di ajang Thailand Inventor Days 2025 pada 6 Februari 2025 lalu. Tim ITS ini pun berhasil dianugerahi medali emas pada konferensi bertajuk Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation, and Technology Exposition. “Sebuah kebanggaan besar kami dapat memberikan kontribusi baru pada dunia medis,” tutur Kiya.

BACA JUGA:  Jabatan Wadan, Kapokgadik dan Dirjianbang Kodiklatal Berganti

Selain memboyong medali emas, SWEET juga berhasil meraih sertifikat hak cipta atas inovasi dan keterbaruannya tersebut. Kebanggaan ini menjadi salah satu sumbangsih ITS mendongkrak Sustainable Development Goals (SDGs) 3 mengenai kehidupan yang sehat dan sejahtera. (ST05)

Tags: Air LiurAlat Deteksi GlukosaITSSWEET
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menerima silaturrahmi jajaran PWNU Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Gubernur Khofifah Dukung PWNU Jatim Gelar Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang

Rabu, 21 Januari 2026

Pariwisata Surabaya Tumbuh Positif, Kunjungan Wisatawan Tembus 25,4 Juta Sepanjang 2025

Rabu, 21 Januari 2026

BRIDA Surabaya Luncurkan SI EPID, Perkuat Tata Kelola Inovasi Menuju World Class Smart City

Rabu, 21 Januari 2026
Sosialisasi pembatasan gawai di SMP Negeri 44 Surabaya.

Dispendik Surabaya Gencarkan Sosialisasi Pembatasan Gawai

Rabu, 21 Januari 2026

Berita Terkini

Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menerima silaturrahmi jajaran PWNU Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Gubernur Khofifah Dukung PWNU Jatim Gelar Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang

Rabu, 21 Januari 2026

Pariwisata Surabaya Tumbuh Positif, Kunjungan Wisatawan Tembus 25,4 Juta Sepanjang 2025

Rabu, 21 Januari 2026

BRIDA Surabaya Luncurkan SI EPID, Perkuat Tata Kelola Inovasi Menuju World Class Smart City

Rabu, 21 Januari 2026
Sosialisasi pembatasan gawai di SMP Negeri 44 Surabaya.

Dispendik Surabaya Gencarkan Sosialisasi Pembatasan Gawai

Rabu, 21 Januari 2026

Bagus Panuntun Diangkat Sebagai Plt Wali Kota Madiun

Rabu, 21 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In