• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 20 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Headlines

UMKM Jadi Korban Penipuan, Eri Cahyadi Marah

by Redaksi
Jumat, 14 Februari 2025
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berbincang dengan salah satu pelaku UMKM yang menjadi korban penipuan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berbincang dengan salah satu pelaku UMKM yang menjadi korban penipuan.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menganti kerugian sebelas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Surabaya barat yang menjadi korban penipuan pinjaman online (Pinjol) oleh seorang pria yang mengaku sebagai pegawai Pemerintah Kota (Pemkot). Hal tersebut dilakukannya saat mengunjungi korban di dua lokasi berbeda, yakni kantor Kelurahan Kandangan dan Pakal, Jumat (14/2).

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan bahwa ganti rugi diberikan kepada pelaku UMKM yang telanjur membayar cicilan pinjol, tapi tidak menerima pencairan dana sama sekali.

“Korbannya lima orang merupakan warga Kelurahan Benowo dan enam orang lainnya warga Kelurahan Pakal. Saya  marah betul ketika sosialisasi di kantor kelurahan Pak Lurah masak tidak tahu kalau itu bukan program Pemkot,” katanya.

BACA JUGA:  Mahasiswa ITS Rancang Kursi Roda Dikendalikan Gerakan Mata

“Dia (korban) yang tidak menerima uang tapi ada tagihan, itu yang saya bayarkan. Totalnya sekitar Rp 20 juta untuk sebelas korban UMKM,” lanjutnya.

Wali Kota yang akrab disapa Cak Eri itu menyampaikan, kepada para korban untuk menghentikan pembayaran angsuran selanjutnya sesuai instruksi pihak kepolisian. Pasalnya, kasus ini sedang dalam proses penyidikan.

“Disampaikan penyidik tidak boleh membayar lagi, karena tidak ada uang yang masuk. Saya minta Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdangan (Dinkopdag) untuk membuat surat ke aplikasi pinjol bahwa uangnya tidak masuk kepada para korban,” terangnya.

BACA JUGA:  Hari Pertama Masuk Kerja, Wali Kota Eri Sidak Pelayanan RSUD dr Soewandhie

Selain itu, ketika bertemu pelaku UMKM korban penipuan Eri Cahyadi kembali mengingatkan, masyarakat untuk lebih berhati-hati dan memastikan kebenaran informasi dengan menghubungi pihak kelurahan atau kecamatan sebelum mempercayai tawaran program.

“Dari hal ini saya sampaikan ke warga, kalau ada yang mengatakan pinjaman lagi harus melakukan pengecekan ke camat atau lurah. Kalau ada program dari pemerintah yang melalukan sosialisasi harus camat atau lurah, selain itu harus dicek ulang kebenarannya,” tegasnya.

Cak Eri berharap, kejadian ini bisa menjadi pembelajaran banyak pihak untuk lebih waspada dalam mempergunakan data diri, terlebih yang berhubungan dengan pinjaman melalui online.

BACA JUGA:  Pelaku Ekonomi Harus Lakukan Transformasi Digital

“Kalau ada pinjaman lagi mau online atau tidak harus dilakukan pengecekan ulang, perjanjiannya seperti apa, bunganya berapa dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Terkait kasus ini, Pemkot Surabaya melalui Inspektorat memastikan tengah melakukan pemeriksaan dan pendalaman. Pemeriksaan dilakukan dengan meminta keterangan dari sejumlah pihak untuk mendalami kasus tersebut.

“Kami melakukan pendalaman kasus dan masih proses di inspektorat. Karena, sosialiasinya dilakukan di kantor kelurahan,” terangnya.

Sebagai langkah antisipasi agar kejadian tersebut tak terulang kembali, ia meminta camat dan lurah untuk melakukan sosialisasi kepada seluruh pelaku UMKM di wilayahnya masing-masing, terkait program peminjaman modal dan bagaimana syaratnya. (ST01)

Tags: Eri CahyadiPenipuanPinjaman OnlinePinjolUMKM
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Dua Perda Strategis Perkuat Pelindungan Pemberdayaan Pembudi Daya Ikan dan Petambak Garam, Serta Penanggulangan Bencana di Provinsi Jatim Disahkan

Selasa, 20 Januari 2026

Bengkel Football Hadir Penuhi Kebutuhan Pembinaan Sepak Bola Usia Dini

Selasa, 20 Januari 2026
(dari kiri) Prof Dr rerpol Heri Kuswanto SSi MSi, Prof Adi Setyo Purnomo SSi MSc PhD, DRPM ITS Fadlilatul Taufany ST PhD, Dr Sri Fatmawati SSi MSc PhD, Dr rernat Ir Ruri Agung Wahyuono.

ITS Jadi Salah Satu Penerima Terbanyak Hitachi Innovation Awards

Senin, 19 Januari 2026

Targetkan 5.250 UMKM di 2026, Dinkopumdag Surabaya Fokus Tingkatkan Omzet dan Kualitas Produk

Senin, 19 Januari 2026

Berita Terkini

Dua Perda Strategis Perkuat Pelindungan Pemberdayaan Pembudi Daya Ikan dan Petambak Garam, Serta Penanggulangan Bencana di Provinsi Jatim Disahkan

Selasa, 20 Januari 2026

Bengkel Football Hadir Penuhi Kebutuhan Pembinaan Sepak Bola Usia Dini

Selasa, 20 Januari 2026
(dari kiri) Prof Dr rerpol Heri Kuswanto SSi MSi, Prof Adi Setyo Purnomo SSi MSc PhD, DRPM ITS Fadlilatul Taufany ST PhD, Dr Sri Fatmawati SSi MSc PhD, Dr rernat Ir Ruri Agung Wahyuono.

ITS Jadi Salah Satu Penerima Terbanyak Hitachi Innovation Awards

Senin, 19 Januari 2026

Targetkan 5.250 UMKM di 2026, Dinkopumdag Surabaya Fokus Tingkatkan Omzet dan Kualitas Produk

Senin, 19 Januari 2026

Perkuat Peran Perguruan Tinggi, ITS Ikuti Taklimat Presiden RI

Senin, 19 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In