• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 21 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Tiga Pasar Hewan di Bojonegoro Ditutup Sementara Selama 14 Hari

by Redaksi
Jumat, 17 Januari 2025
Penyekatan lalulintas  hewan ternak di kawasan perbatasan untuk pencegahan penyakit mulut dan kuku.

Penyekatan lalulintas hewan ternak di kawasan perbatasan untuk pencegahan penyakit mulut dan kuku.

SURABAYATODAY.ID, BOJONEGORO – Untuk memutus mata rantai penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Jawa Timur khususnya di Bojonegoro, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) akan melakukan penutupan sementara transaksi jual beli hewan ternak. Langkah ini akan dimulai pada 22 Januari 2025 hingga 4 Februari 2025.

Kabid Kesehatan Hewan, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Disnakkan Bojonegoro, Lutfi Nurrahman menjelaskan bahwa penutupan sementara transaksi jual beli hewan ini berdasarkan Surat Menteri Pertanian Nomor: B-03 / PK.320/M/01/2025 tentang Kewaspadaan Dini Peningkatan Kasus Penyakit Menular Strategis (PHMS). Juga berdasar surat Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro Nomor: 542/1304/412.222 / 2024 tentang Laporan Kejadian Kasus PMK.

BACA JUGA:  Deklarasi Surabaya Damai, 38 Komunitas Perguruan Bela Diri Siap Jaga Kota Pahlawan

“Sehubungan dengan hal tersebut, maka untuk sementara kegiatan transaksi jual beli di Pasar Hewan di Bojonegoro ditiadakan selama 14 hari,” katanya, Jumat (17/1).

Pasar hewan yang ditutup sementara itu adalah Pasar Hewan Baureno, Sumberrejo, Balen dan Padangan. “Selain itu juga dilakukan penyemprotan disinfektan di seluruh pasar hewan yang ada di Bojonegoro tersebut,” jelasnya.

Langkah ini diambil untuk memutus risiko penularan PMK melalui hewan dan media pembawa penyakit.
Sebab pasar hewan merupakan tempat berkumpulnya hewan ternak dari berbagai daerah, sehingga berisiko tinggi terhadap penularan penyakit. Yakni melalui kontak langsung antar hewan maupun melalui perantara seperti kendaraan angkutan ternak, manusia dan peralatan yang dipakai.

BACA JUGA:  Bupati Anna Minta Sapi PMK Tidak Dijual

“Selain penutupan sementara pasar hewan, kita juga melakukan penyekatan lalulintas ternak di perbatasan kota,” tandasnya.

Penyekatan tersebut, lanjut Lutfi, dilakukan di beberapa titik perbatasan, diantaranya perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah. Yakni di Kecamatan Kasiman, Padangan, Ngraho, dan Margomulyo. Selain itu juga dilakukan penyekatan di Kecamatan Gondang, Baureno dan Trucuk guna lebih meminimalisir bertambahnya kasus PMK.

“Dalam hal ini, Disnakkan juga menyiapkan 7.050 dosis vaksin PMK untuk ternak di Bojonegoro, khususnya bagi sapi betina di wilayah sumber bibit. Dan diharap masyarakat tidak menjual sapi yang sakit agar tidak meluas dan segera melapor kepada petugas kecamatan jika ada sapi yang sakit,” jelasnya.

BACA JUGA:  Penyelenggara Pilkada Harus Pastikan Penerapan Protokol Kesehatan di TPS

Lutfi juga menjelaskan, sesuai arahan Pj Bupati Bojonegoro, bahwa masyarakat dan pelaku usaha peternakan juga diimbau untuk tidak melakukan transaksi jual / beli di dalam pasar hewan maupun di sekitar pasar hewan. Kedua, apabila di kandang ditemukan ternak yang sakit, pisahkan ternak sakit dengan ternak yang sehat dan segera hubungi Petugas Teknis Peternakan di kecamatan setempat.

Ketiga, menjaga kebersihan kandang, peralatan dan lingkungan sekitar kandang dengan disinfektan secara mandiri melakukan penyemprotan. Berikutnya, membatasi pergerakan hewan, orang dan peralatan dari dan ke peternakan yang tertular, serta kelima memberikan pakan yang berkualitas dan tambahan vitamin untuk ternaknya. (ST10)

Tags: Disnakkan BojonegoroHewan TernakPasar HewanPenyakit Mulut Dan Kuku
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026

Berita Terkini

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026

BRIDA Surabaya Resmi Terbentuk, Kebijakan Kota Wajib Berbasis Riset dan Sains

Selasa, 20 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In