• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 8 Maret 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Kampung Tematik, Wujud Pengembangan Ekonomi Sirkular Berkelanjutan di Surabaya

by Redaksi
Kamis, 7 November 2024
Kampung Wethan Banjar Sugihan, salah satu kampung tematik yang ada di Kota Surabaya.

Kampung Wethan Banjar Sugihan, salah satu kampung tematik yang ada di Kota Surabaya.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Perilaku konsumtif sudah menjadi kebiasaan bagi penduduk yang tinggal di perkotaan, seperti halnya di Kota Surabaya. Biasanya, perilaku konsumtif yang menjadi kebiasaan penduduk di perkotaan adalah membeli makanan instan menggunakan kantong plastik, mengambil sumber daya air tanah berlebihan, hingga belanja barang-barang yang tidak terlalu penting untuk digunakan.

Adanya perilaku ini, justru memberikan dampak negatif bagi lingkungan dan merusak ekosistem di perkotaan. Karena, perilaku ini menimbulkan masalah baru seperti penumpukan sampah akibat adanya penggunaan kantong plastik secara berlebihan.

Sosiolog Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Andri Arianto mengatakan, sudah saatnya masyarakat bersama-sama mengubah cara pandang, agar tidak menjadi pribadi yang berperilaku ekonomi konsumtif. “Kita bisa bersama-sama merubah cara pandang dengan perilaku ekonomi yang ramah lingkungan, penggunaan kembali atau mendaur ulang, dan penggunaan perangkat teknologi yang mudah diperbaiki,” kata Andri, Kamis, (7/11).

BACA JUGA:  Tinjau MPLS, Eri Cahyadi Beri Seragam dan Tas Gratis

Ia menegaskan, biasanya, mengubah cara pandang dengan tidak berperilaku konsumtif ini sering disebut sebagai pengembangan ekonomi sirkular untuk masa depan yang berkelanjutan. Pengembangan ekonomi sirkular harus diterapkan ke dalam kehidupan sehari-sehari, agar lingkungan di perkotaan seperti Surabaya, tidak semakin tercemar.

Menurutnya, pengembangan ekonomi sirkular tidak hanya wajib diterapkan oleh masyarakat di Surabaya, akan tetapi juga harus dilakukan dan diatur oleh Pemerintah Kota (Pemkot). Di kesempatan ini, ia menilai, Pemkot Surabaya sudah menerapkan aturan yang berkaitan dengan pengembanhan ekonomi sirkukar.

Contoh, lanjut Andri, Pemkot Surabaya telah merintis dengan baik program-program ramah lingkungan, seperti halnya program Green City, penerbitan Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik, pengolahan sampah secara mandiri menggunakan program reduce, reuse, dan recycle (3R), dan sebagainya.

BACA JUGA:  Penyelesaian Banjir Jadi Prioritas Pemkot Surabaya di 2025

“Ini yang sering disebut sebagai pengembangan ekonomi sirkular, untuk masa depan berkelanjutan. Kita berikan apresiasi yang tinggi kepada Pemkot Surabaya, yang sudah merintis dengan baik program-program ramah lingkungan tersebut,” ujar Andri.

Ia menyebutkan, pengembangan kesadaran warga Kota Surabaya akan pentingnya ekonomi sirkular juga perlu bantuan dari pemerintah, khususnya menjadi perhatian khusus bagi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya. Tujuannya, agar pengembangan infrastruktur daur ulang yang efisien dan terintegrasi bisa diwujudkan di Surabaya.

“Di Kota Surabaya sendiri telah digencarkan ekonomi sirkular di beberapa kampung tematik, seperti di kampung Tenggilis Mejoyo, itu melakukan daur ulang sampah tutup botol plastik untuk dijadikan meja, kursi, asbak, dan lain sebagainya. Tidak hanya itu, ada pula daur ulang banner bekas yang disulap menjadi salah satu bagian dari material untuk pembuatan furniture,” sebutnya.

BACA JUGA:  Kasus Covid-19 di Surabaya Turun, tapi Dapat Dipengaruhi dari Wilayah Aglomerasi

Menurut Andri, daur ulang bukan hanya bicara tentang menghilangkan sampah, akan tetapi juga tentang menciptakan peluang baru. Seperti halnya di Kampung Wethan Banjar Sugihan, kantong plastik bekas pakai didaur ulang menjadi produk baru yang menarik hingga memiliki nilai guna berupa dompet.

Tak hanya itu, ia menjelaskan, kampung tematik sendiri tidak hanya seputar kegiatan daur ulang produk, akan tetapi juga memiliki cakupan yang luas seperti kuliner, pertanian, dan wisata. Penentuan kampung tematik ini juga harus diwujudkan berdasarkan dari budaya di daerah setempat.

“Hubungan antara kampung tematik dengan ekonomi sirkular, yaitu saling mendukung dalam menciptakan pariwisata yang berkelanjutan dan memberdayakan masyarakat lokal,” jelasnya. (ST01)

Tags: Ekonomi SirkularKampung TematikPemkot Surabaya
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Rapat koordinasi bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya dan seluruh Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Kota Surabaya di ruang sidang wali kota,.

Kemenag dan LAZ, Pemkot Surabaya Perkuat Sinkronisasi Data Penyaluran Zakat

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Serahkan Truk Hasil Normalisasi Dimensi, Optimis Percepat Terwujudnya Zero ODOL 2027 di Jatim

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Pasar Gelondong Gede Tuban, Pastikan Stok Bahan Pokok Aman

Sabtu, 7 Maret 2026

Sapa Bansos Amaliyah Ramadan ke-10, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp8,35 Miliar untuk Perkuat Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Tuban

Jumat, 6 Maret 2026

Berita Terkini

Rapat koordinasi bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya dan seluruh Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Kota Surabaya di ruang sidang wali kota,.

Kemenag dan LAZ, Pemkot Surabaya Perkuat Sinkronisasi Data Penyaluran Zakat

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Serahkan Truk Hasil Normalisasi Dimensi, Optimis Percepat Terwujudnya Zero ODOL 2027 di Jatim

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Pasar Gelondong Gede Tuban, Pastikan Stok Bahan Pokok Aman

Sabtu, 7 Maret 2026
Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Baktiono

Komisi B DPRD Surabaya Dukung Satpol PP Tindak Tegas RHU Bandel Jual Mihol Saat Ramadan

Jumat, 6 Maret 2026

Sapa Bansos Amaliyah Ramadan ke-10, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp8,35 Miliar untuk Perkuat Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Tuban

Jumat, 6 Maret 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In