• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 7 Maret 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Pemkab Bojonegoro Sosialisasi Pentingnya Kesehatan Jiwa, Perlu Memahami Strategi Kelola Stres

by Redaksi
Selasa, 15 Oktober 2024

SURABAYATODAY.ID, BOJONEGORO – Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bojonegoro melaksanakan talkshow SAPA! Malowopati FM, Jumat (11/10). Talkshow kali ini mengambil tema ‘Saatnya Prioritaskan Kesehatan Jiwa di Sekolah dan Tempat Kerja’.

Talkshow ini menghadirkan narasumber dr Utami Sanjaya, Sp. Kj., dokter spesialis kejiwaan RSUD Dr. R. Sosodoro Djati Koesoemo, dan Nina Erliana dari Pengelola Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Bojonegoro.

Utami Sanjaya mengatakan di dunia pendidikan, seorang guru diharap bisa menguasai problem solving atau pemecahan masalah untuk mengarahkan siswanya. Sebab, ada suatu kondisi agar bisa mengedepankan asertif (tegas). Agar tidak selalu menunda-nunda, fisik tidak semangat, malas masuk, mulai sensitif, mudah marah. Jika tidak diatasi dengan baik bisa menimbulkan gangguan jiwa.

BACA JUGA:  Usai Ngantor di Kelurahan, Kini Eri Cangkrukan di Balai RW

“Dalam kesehatan itu ada gangguan emosi. Cirinya ada perubahan yang ringan-ringan. Tandanya anak malas berbicara atau menarik diri, yang paling penting kedekatan orang tua dan anak harus terjalin dengan baik,” jelasnya.

Untuk para orang dewasa, problem solving dan strategi harus dilakukan. Karena jika mencari kesibukan untuk menghindari masalah, masalah itu tidak terselesaikan. Menghadapi stres justru bisa membuat lebih kuat, dan mengatasi stres ke normal. Tapi jika stres namun tidak ada strategi penyelesaian, maka bisa memunculkan gangguan jiwa.

BACA JUGA:  Lawan Perubahan Iklim, Gubernur Khofifah Gencarkan Aksi Tanam Pohon

“Stres itu bukan suatu hal buruk, tapi membuat kita menjadi lebih kuat untuk kita belajar dari pengelaman masa alu. Maka berusahalah untuk mencari alternatif penyelesaian masalah. Jangan segan-segan bertanya kepada orang yang menurut kita bisa memberikan solusi,” ungkapnya.

Sementara itu, Pengelola Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Bojonegoro, Nina Erliana menyampaikan data kesehatan jiwa di Bojonegoro selalu dilaporkan langsung ke Kementerian Kesehatan. Pada 2023, secara khusus Orang dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) berat atau skizofernia tercatat 2.585 orang dan psikotik akut 149 orang. Sedangkan pada tahun 2024 pada bulan Januari hingga September skizofernia sebanyak 2.624 orang, psikotik akut 164 orang.

BACA JUGA:  Pemkab Bojonegoro-Aisyiyah Sinergi Wujudkan Lansia yang Sehat

“Dari data tersebut menyebar di masing-masing usia ada bahkan mulai dari usia anak-anak,” bebernya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, setiap tahun ada peningkatan jumlah kasus baru. Data itu belum termasuk depresi dan kecemasan. Harapannya, pada masyarakat agar tidak enggan untuk screening lebih awal agar lebih dulu diketahui agar bisa sharing dan belajar mengelola stres, minimal bisa menyelesaikan masalah sendiri.

“Screening tersebut bisa dilakukan di Puskesmas, Polindes, melalui aplikasi ‘Sijiwa’ milik Kemenkes. Di situ kita bisa akses, ada pertanyaan yang nantinya dari situ kita bisa ketahui kita punya masalah kesehatan jiwa atau tidak,” pungkasnya. (ST10)

Tags: Kesehatan JiwaPemkab BojonegoroSosialisasiStrategi Kelola Stres
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Sapa Bansos Amaliyah Ramadan ke-10, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp8,35 Miliar untuk Perkuat Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Tuban

Jumat, 6 Maret 2026

Gubernur Khofifah Terima Audiensi Swaniti Initiative, Pastikan Jatim Siap Perkuat Kolaborasi Kembangkan Energi Terbarukan dan Percepatan Wujudkan Ekonomi Hijau

Jumat, 6 Maret 2026

Wagub Emil Tinjau Longsor di Jalur Nasional Trenggalek–Ponorogo, Pastikan Percepatan Penanganan dan Keselamatan Pengguna Jalan

Jumat, 6 Maret 2026

Kasus Hipertensi Tembus 248 Ribu, Pemkot Surabaya Keluarkan Aturan Ketat Konsumsi GGL

Jumat, 6 Maret 2026

Berita Terkini

Sapa Bansos Amaliyah Ramadan ke-10, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp8,35 Miliar untuk Perkuat Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Tuban

Jumat, 6 Maret 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Wali Kota Eri Cahyadi Minta Kasus Ancaman Oknum Jukir Diproses Secara Hukum

Jumat, 6 Maret 2026

Gubernur Khofifah Terima Audiensi Swaniti Initiative, Pastikan Jatim Siap Perkuat Kolaborasi Kembangkan Energi Terbarukan dan Percepatan Wujudkan Ekonomi Hijau

Jumat, 6 Maret 2026

Wagub Emil Tinjau Longsor di Jalur Nasional Trenggalek–Ponorogo, Pastikan Percepatan Penanganan dan Keselamatan Pengguna Jalan

Jumat, 6 Maret 2026

Kasus Hipertensi Tembus 248 Ribu, Pemkot Surabaya Keluarkan Aturan Ketat Konsumsi GGL

Jumat, 6 Maret 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In