SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Pemkot Surabaya memberikan penghargaan kepada 31 Rukun Warga (RW). Mereka ini dinyatakan berhasil mewujudkan Kampung Madani dan Kampung Pancasila.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Jumat (20/9). Eri mengatakan, penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi membantu mengentaskan kemiskinan melalui donasi sukarela dari warga sekitar.
“Kampung-kampung ini bisa memberikan bantuan untuk warga yang kurang mampu dengan menerepkan jimpitan, entah itu berupa beras atau barang lainnya. Gotong royong inilah yang ingin saya wujudkan,” ujarnya.
Menurut dia, dalam setiap kampung, tentunya ada warga yang sejahtera dan pra sejahtera. Sehingga bagaimana warga yang sudah sejahtera bergotong royong membantu mereka yang masih kekurangan.
Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu berharap bahwa adanya Kampung Madani dan Kampung Pancasila ini, bisa mengentaskan kemiskinan. Warga saling gotong royong dan nantinya tetap ada intervensi yang diberikan oleh Pemkot Surabaya.
“Dengan gotong royong dan guyub seperti ini, diharapkan kemiskinan akan semakin mengecil dan hilang,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya Eddy Christijanto menjelaskan, ada empat indikator yang diterapkan untuk membentuk Kampung Madani dan Kampung Pancasila. Pertama adalah kesehatan dan sosial budaya.
“Indikator pertama ini mencakup angka stunting, gizi buruk dan ibu hamil yang memiliki resiko tinggi. Rata-rata Kampung Madani dan Pancasila sudah zero kasus,” kata Eddy.
Kedua adalah faktor kemasyarakatan dalam kampung tersebut. Bagaimana keguyupan dan kepedulian warga untuk menolong sesama lewat donasi atau jimpitan yang dilakukan sukarela.
“Lalu siapa yang dibantu juga menjadi faktor penilaian, apakah Lansia, anak yatim piatu hingga anak terlantar di wilayah tersebut sudah tertangani atau belum,” paparnya.
Lanjut Eddy, indikator ketiga adalah ekosistem ekonomi warga. Bagaimana pengangguran bisa diatasi dengan memanfaatkan padat karya atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Indikator keempat ialah faktor lingkungan. Bagaimana lingkungan yang diciptakan mampu menjaga kesehatan dan ketentraman masyarakat.
Eddy merinci, saat ini Pemkot Surabaya sudah memiliki 23 Kampung Madani dan 28 Kampung Pancasila yang tersebar di setiap Kelurahan dan Kecamatan se Kota Surabaya.
“Total ada 51 kampung. Hari ini yang mendapatkan 31 RW, di antaranya 26 Kampung Pancasila dan 18 Kampung Madani. Sebelumnya, di bulan Februari 2024 juga sudah ada 2 Kampung Pancasila dan 5 Kampung Madani yang mendapatkan penghargaan yang sama,” paparnya. (ST01)





