• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 8 Maret 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Ribuan Pendamping Desa dari 15 Daerah di Jatim Ikuti Apel Kebangsaan di Alun-Alun Bojonegoro 

by Redaksi
Selasa, 17 September 2024
Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia RI Kemendes PDTT Rosyid Althaf memimpin apel kebangsaan pendamping desa di Alun-Alun Bojonegoro.

Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia RI Kemendes PDTT Rosyid Althaf memimpin apel kebangsaan pendamping desa di Alun-Alun Bojonegoro.

SURABAYATODAY.ID, BOJONEGORO – Desa menjadi rumah data untuk pembangunan Indonesia. Hal ini mengemuka saat Apel Kebangsaan bersama Pendamping Desa Provinsi Jawa Timur di Alun-Alun Kabupaten Bojonegoro, Selasa (17/9). Apel diikuti peserta dari 15 kabupaten di Provinsi Jawa Timur.

Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) RI Kemendes PDTT Rosyid Althaf menyampaikan amanat dari Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar bahwa pendamping desa adalah profesi di bawah koordinasi Kemendes PDTT. Keberadaan Tenaga Pendamping Profesional (TPP) mengacu Undang-Undang Desa yang  mempunyai tugas untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat desa.

“Bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, efektivitas, dan akuntabilitas pemerintah desa dan pembangunan desa. Kemudian meningkatkan prakarsa kesadaran dan partisipasi masyarakat desa dalam pembangunan desa yang partisipatif. Selain itu untuk meningkatkan sinergi program pembangunan desa antar sektor dan tentu mengoptimalkan aset lokal desa,” jelasnya.

BACA JUGA:  PNS Diharap Rasakan Manfaat BP Tapera

Dalam kesempatan ini, pihaknya menekankan adanya kemampuan membaca ulang peta jalan pendamping dan pendampingan di dalam berdesa. Formula pendamping desa sebagai satu kesatuan dilaksanakan pendamping. Terdiri dari tenaga pendamping profesional, kader, pemberdayaan masyarakat desa dan atau para pihak ketiga yang memiliki sense dalam berdesa.

Diungkapkan, Berdesa sebagai sebuah cara yang luar biasa. Dengan semangat yang berkobar-kobar di dalam pengembangan yang utuh akan seluruh sendi kehidupan. Berdesa menjadi sebuah panggilan hidup bagi pendamping desa.

Desa menjadi basis modal sosial yang memupuk tradisi solidaritas, kerja sama, swadaya dan gotong-royong secara inklusif yang melampaui batas batas eksklusif, kekerabatan suku, agama, aliran atau sejenisnya.

Pendamping desa di dalam prosesi pendampingan harus menyadari bahwa desa memiliki kekuasaan dan pemerintahan. Di dalamnya mengandung otoritas dan akuntabilitas untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat. Di sini terkandung makna yang sangat dalam bahwa pendamping desa dihadirkan bukan untuk mengambil alih tugas dan peran pemerintah desa. Akan tetapi menjadi mitra kerja dalam membangun desa untuk kesejahteraan masyarakat dan kemandirian desa.

BACA JUGA:  Bupati Bojonegoro Hadiri Penandatanganan Kerjasama Pemprov Jatim dengan Kodam V/Brawijaya

“Desa, dalam menatap Indonesia Emas di tahun 2045 bertalian erat dengan skema proyek perubahan. Sebuah rancang tematik tentang bagaimana pendamping desa dalam prosesi pendampingan, harus mampu meningkatkan kualitas belanja desa,” kabarnya

“Pendamping desa tidak sekedar menjalankan rutinitas administratif, menggelar forum pertemuan, namun untuk sebuah nilai dan warna baru sebagai penggerak ekonomi lokal yang mampu menjalankan fungsi proteksi dan distribusi pelayanan dasar kepada masyarakat,” tambahnya.

Kemendes PDTT berharap, dana desa harus dipergunakan untuk mengembangkan desa sedemikian rupa sesuai dengan karakteristik yang dimiliki. Sehingga menghasilkan pendapatan asli desa, dan bukan sekedar menghabiskan dana desa.  Selain itu berdesa bukanlah sebuah pekerjaan yang tertanam pada batas yang kaku seperti pada fisik sarana prasarana saja ataupun habis pakai lainnya dan tidak memberikan efek domino untuk kepentingan peningkatan ekonomi warga.

BACA JUGA:  Jatim Terjunkan 18.855 Personel di Operasi Lilin Semeru, Gubernur Khofifah Pastikan Perayaan Nataru Optimal, Aman dan Kondusif

Dalam rancang bangun dan peta jalan berdesa, yakni melalui Indeks Desa Membangun dan SDGs, telah mampu menghadirkan data mikro berbasis desa, RT, keluarga dan individu. Sebuah terobosan yang sangat besar dan menjadikan desa menjadi rumah data untuk pembangunan Indonesia dan ini telah dibuktikan oleh seluruh pendamping desa khususnya di Jawa Timur. (ST10)

Tags: Alun-Alun BojonegoroApel KebangsaanPemprov JatimPendamping Desa
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Rapat koordinasi bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya dan seluruh Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Kota Surabaya di ruang sidang wali kota,.

Kemenag dan LAZ, Pemkot Surabaya Perkuat Sinkronisasi Data Penyaluran Zakat

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Serahkan Truk Hasil Normalisasi Dimensi, Optimis Percepat Terwujudnya Zero ODOL 2027 di Jatim

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Pasar Gelondong Gede Tuban, Pastikan Stok Bahan Pokok Aman

Sabtu, 7 Maret 2026

Sapa Bansos Amaliyah Ramadan ke-10, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp8,35 Miliar untuk Perkuat Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Tuban

Jumat, 6 Maret 2026

Berita Terkini

Rapat koordinasi bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya dan seluruh Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Kota Surabaya di ruang sidang wali kota,.

Kemenag dan LAZ, Pemkot Surabaya Perkuat Sinkronisasi Data Penyaluran Zakat

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Serahkan Truk Hasil Normalisasi Dimensi, Optimis Percepat Terwujudnya Zero ODOL 2027 di Jatim

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Pasar Gelondong Gede Tuban, Pastikan Stok Bahan Pokok Aman

Sabtu, 7 Maret 2026

Sapa Bansos Amaliyah Ramadan ke-10, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp8,35 Miliar untuk Perkuat Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Tuban

Jumat, 6 Maret 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Wali Kota Eri Cahyadi Minta Kasus Ancaman Oknum Jukir Diproses Secara Hukum

Jumat, 6 Maret 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In