• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 21 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Kementerian Perindustrian Bangun BPIPI di Sidoarjo

by Redaksi
Rabu, 11 September 2024
Groundbreaking pembangunan gedung perkantoran BPIPI Kementerian Perindustrian RI di Desa Wilayut Kecamatan Sukodono, Sidoarjo.

Groundbreaking pembangunan gedung perkantoran BPIPI Kementerian Perindustrian RI di Desa Wilayut Kecamatan Sukodono, Sidoarjo.

SURABAYATODAY.ID, SIDOARJO – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur (Sekdaprov Jatim) Bobby Soemiarsono menghadiri groundbreaking pembangunan gedung perkantoran Balai Pemberdayaan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI) Kementerian Perindustrian RI di Desa Wilayut Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, Rabu (11/9).

Groundbreaking ditandai dengan penekanan tombol secara simbolis oleh Inspektorat Jenderal (Irjen) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI Mohammad Rum, Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kemenperin RI Reni Yanita, Pj Sekdaprov Jatim Bobby Soemiarsono, Staf Ahli Kemenperin Arus Gunawan dan Direksi PT Nindya Karya Edward Batubara.

Dalam sambutannya, Bobby mengatakan, dengan adanya pembangunan perkantoran BPIPI ini, diharapkan menjadi pendorong dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi khususnya di Jatim pada sektor industri alas kaki.

BACA JUGA:  Pj Sekdaprov Sebut SOMRDPE Peluang Pembangunan Pedesaan dan Pengentasan Kemiskinan

Harapan tersebut disampaikan Bobby berseiring dengan pertumbuhan ekonomi Jatim pada semester I tahun 2024 yang tumbuh sebesar 4,9 persen (y-o-y), yang mana memberikan kontribusi sebesar 14,39 persen terhadap PDB Indonesia dan 25,30 persen terhadap PDRB Pulau Jawa.

“Pada semester I 2024, sektor industri pengolahan menjadi salah satu pilar utama dengan berkontribusi sebesar 30,82 persen terhadap PDRB Jawa Timur, diikuti sektor perdagangan 18,78 persen dan sektor pertanian dengan 10,81 persen,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Bobby, berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 3 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi Jawa Timur tahun 2019-2039, Industri alas kaki menjadi salah satu Industri andalan bagi Provinsi Jatim.

BACA JUGA:  Pj Sekdaprov Jatim Sebut Kolaborasi Pemprov-Pepabri Berperan pada Kesuksesan Pembangunan

Industri alas kaki ini, kata dia, merupakan salah satu Industri kreatif yang memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Jatim, sekaligus menjadi prioritas untuk terus dikembangkan, sehingga berdampak pada banyaknya penyerapan tenaga kerja di Jatim.

“Hal ini dibuktikan melalui capaian PDRB kelompok Industri alas kaki yang naik dari Rp. 9,96 triliun pada tahun 2022, menjadi Rp. 10,67 triliun di tahun 2023, yang berarti Industri alas kaki menyumbang 1,18 persen penerimaan Provinsi Jatim,” katanya.

“Ini juga karena di dukung dengan keberadaan 74 Industri kecil, 12 Industri Menengah dan 84 industri besar yang tersebar di berbagai sentra industri alas kaki yang ada di daerah Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang dan Magetan,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Banyuwangi Ethno Carnival Menjadi Bagian Karisma Event Nusantara

Lebih lanjut, Bobby menyampaikan, industri alas kaki juga dihadapkan dengan berbagai tantangan dan hambatan yang dialami oleh pelaku industri ini, dimana tingginya ketergantungan impor bahan baku, bahan penolong dan aksesoris, sehingga kenaikan kurs dollar Amerika sangat berpengaruh terhadap struktur biaya produksi alas kaki.

Hal tersebut terlihat dari ekspor industri alas kaki Jawa Timur ke negara seperti Amerika, Denmark dan Italia mengalami penurunan 16,55 persen dari yang sebelumnya USD 617,41 juta di tahun 2022, menjadi USD 515,22 juta pada tahun 2023. (ST02)

Tags: BPIPIKementerian PerindustrianPj Sekdaprov Jatim
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026

Berita Terkini

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026

BRIDA Surabaya Resmi Terbentuk, Kebijakan Kota Wajib Berbasis Riset dan Sains

Selasa, 20 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In