• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 22 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Serba Serbi

Terlengkap se-Indonesia, Kebun Raya Mangrove Surabaya Miliki 59 Jenis Koleksi Tanaman

by Redaksi
Senin, 8 Juli 2024
Kebun Raya Mangrove Surabaya.

Kebun Raya Mangrove Surabaya.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar Kota Surabaya memiliki koleksi sebanyak 59 jenis tanaman mangrove. Jumlah tanaman yang dimiliki oleh Kebun Raya Mangrove, merupakan jenis mangrove terbanyak dan terlengkap di Indonesia.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti mengatakan, sebelum dilakukan peresmian Kebun Raya Mangrove, jumlah jenis tanaman mangrove sebanyak 56.

Selanjutnya, saat peresmian Kebun Raya Mangrove Surabaya, pada 26 Juli 2023 lalu, oleh Megawati Soekarnoputri, Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) yang sekaligus Presiden ke-5 Republik Indonesia (RI) dan menyerahkan 1 jenis tanaman.

“Ada tambahan hasil eksplorasi yang baru ada 2 jenis tanaman. Jadi sekarang, kita sudah memiliki (koleksi) 59 jenis tanaman mangrove. Semula 56, lalu ditambah 1 saat peresmian, ditambah eksplorasi 2, sekarang sudah 59,” kata Antiek, Senin (8/7/2024).

Koleksi baru Kebun Raya Mangrove yang berasal dari luar Surabaya itu, adalah jenis tanaman mangrove Kandelia Candel dari Kalimantan Barat, serta Heritiera Littoralis (Dungu Kecil) dari Gresik. Karenanya, ia mendorong Kelompok Kerja Mangrove Daerah untuk bertukar informasi mengenai jenis tanaman mangrove yang belum dimiliki oleh Kebun Raya Mangrove Surabaya.

BACA JUGA:  Borong 83 Medali, Jatim Juara Umum Kompetisi Sains Nasional

“Supaya Kebun Raya Mangrove Surabaya lebih lengkap dan bisa menjadi etalasenya koleksi tanaman mangrove di Indonesia. Ini akan menjadi kebanggan kita, tidak hanya di Indonesia. Ke depan, akan kita kembangkan berdasarkan klaster,” ujar dia.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya juga berencana menambah koleksi jenis tanaman mangrove. Antiek mengaku, berdasarkan hasil eksplorasi yang baru dilakukan di hutan Banyuwangi dan Jember, terdapat jenis tanaman mangrove yang rencananya akan menambah jumlah koleksi Kebun Raya Mangrove Surabaya.

“Sudah kita survei dan kita dalami. Ada koleksi yang baru dan bisa kita ambil, menunggu 1-2 bulan lagi untuk bisa kita ambil, menunggu berbuah di Banyuwangi,” ungkapnya.

Antiek menjelaskan, terdapat 150 jenis tanaman mangrove di dunia. Agar bisa menjadi koleksi Kebun Raya Mangrove Surabaya, terdapat prosedur dan persyaratan yang harus dipenuhi, mulai dari penelitian yang detail, serta proses pengambilan tanaman yang harus sesuai prosedur.

“Jadi proses pengambilannya seperti apa? Sehingga tidak berpengaruh terhadap anatomi. Datangnya dari mana, kapan, proses pengambilannya seperti apa? Kita ambilnya dari biji atau tanaman yang sudah tumbuh? Ketika mengambil harus diteliti betul, apakah jenis yang sesuai dengan yang dimaksud,” jelasnya.

BACA JUGA:  Cek Kesiapan Kebun Raya Mangrove Sebelum Diresmikan, Wali Kota Eri: Sudah 99,99 Persen

Dalam proses tersebut, Pemkot Surabaya juga harus mendapat persetujuan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Sebab, setiap jenis tanaman mangrove yang ingin dijadikan koleksi harus di ajukan dan dilaporkan ke BRIN.

“Kalau di tanam di pot belum bisa menjadi koleksi dan tidak diakui oleh BRIN, jadi harus di tanam di tanah. Karena mangrove berbeda-beda, ada yang menggunakan air pasang-surut, ada yang kering, ada yang mau terkena air terus. Itu yang harus kita perdalam,” terangnya.

Berdasarkan data dan informasi yang disampaikan oleh BRIN, Kebun Raya Mangrove Surabaya memiliki jenis tanaman terlengkap di Indonesia. Karena terdapat 59 jenis tanaman mangrove dari total 150 jenis di dunia.

“Surabaya sudah memiliki 59 jenis tanaman mangrove. Tapi tanaman mangrove ada hampir di seluruh Indonesia dengan jenis yang bermacam-macam, contoh yang kita ambil dari Papua, ada dari Gorontalo, yang terakhir kita dapat dari Kalimantan. Kita sambil eksplorasi,” ujarnya.

BACA JUGA:  Rayakan HUT ke-2, Kebun Raya Mangrove Surabaya Suguhkan Ragam Acara Edukatif dan Rekreatif

Di samping itu, menyongsong HUT ke-1 Kebun Raya Mangrove Surabaya, Pemkot Surabaya menggelar sejumlah rangkaian kegiatan mulai dari 26-28 Juli 2024. Salah satunya, pada 26 Juli 2024, akan digelar Workshop dengan judul “Mangrove for Nature for Future”.

“Itu menjadi salah satu upaya membangun jejaring sesama pengelola mangrove, supaya kita bisa saling bertukar informasi. Kita bisa saling bertukar untuk menambah koleksi. Kita tidak menargetkan jumlah, tapi kita memang ingin terus menambah jumlah koleksi,” kata dia.

Antiek melanjutkan, selain memiliki fungsi sebagai konservasi, edukasi, dan penelitian, jenis tanaman di Kebun Raya Mangrove Surabaya juga memiliki berbagai nilai guna. Yakni, sebagai alternatif bahan pangan, hingga menjadi bahan baku kosmetik.

“Mangrove ini sangat penting untuk keberadaan Kota Surabaya, yaitu memiliki fungsi baik untuk menurunkan suhu, maupun menghalau badai dan banjir. Di kawasan timur ini, memang sudah ditetapkan sebagai kawasan lindung lewat Perda RTRW, itu upaya Pemkot Surabaya yang ingin melindungi masyarakat di sekitar daerah tersebut,” pungkasnya. (ST01)

Tags: Kebun Raya MangroveMangrove SurabayaWisata Mangrove
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Founders Bootcamp 2026 akan berlangsung pada 23 Januari 2026 di Balai Pemuda Surabaya.

Founders Bootcamp 2026 Segera Hadir di Surabaya, Ajak Calon Founder Siapkan Diri Sebelum Bangun Usaha

Rabu, 21 Januari 2026
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menerima silaturrahmi jajaran PWNU Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Gubernur Khofifah Dukung PWNU Jatim Gelar Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang

Rabu, 21 Januari 2026

Pariwisata Surabaya Tumbuh Positif, Kunjungan Wisatawan Tembus 25,4 Juta Sepanjang 2025

Rabu, 21 Januari 2026
Foto bersama di sela forum ASEAN University Network/Southeast Asia Engineering Education Development Network (AUN/SEED-Net) Steering Committee Meeting 2026.

Perkuat Kolaborasi Riset ASEAN – Jepang, ITS Pimpin Sidang AUN/SEED-Net 2026

Rabu, 21 Januari 2026

Berita Terkini

Founders Bootcamp 2026 akan berlangsung pada 23 Januari 2026 di Balai Pemuda Surabaya.

Founders Bootcamp 2026 Segera Hadir di Surabaya, Ajak Calon Founder Siapkan Diri Sebelum Bangun Usaha

Rabu, 21 Januari 2026
Konferensi pers tentang terkait mekanisme pencairan upah bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu di Pemkot Surabaya.

Patuh Regulasi Pusat, Pengupahan PPPK-PW Pemkot Surabaya Ikuti KepmenPAN-RB dan SE Kemendagri

Rabu, 21 Januari 2026
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menerima silaturrahmi jajaran PWNU Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Gubernur Khofifah Dukung PWNU Jatim Gelar Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang

Rabu, 21 Januari 2026

Pariwisata Surabaya Tumbuh Positif, Kunjungan Wisatawan Tembus 25,4 Juta Sepanjang 2025

Rabu, 21 Januari 2026

BRIDA Surabaya Luncurkan SI EPID, Perkuat Tata Kelola Inovasi Menuju World Class Smart City

Rabu, 21 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In