• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 21 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

TPID Jatim Berhasil Kendalikan Inflasi Sesuai Target 2,82 Persen

by Redaksi
Sabtu, 15 Juni 2024
Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono di selama menghadiri Rakornas Pengendalian Inflasi dan TPID Award di Istana Negara, Jakarta.

Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono di selama menghadiri Rakornas Pengendalian Inflasi dan TPID Award di Istana Negara, Jakarta.

SURABAYATODAY.ID, JAKARTA – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Award. Acara ini dibuka Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/6).

Adhy mengatakan, pengendalian inflasi di Jawa Timur sudah memenuhi target. TPID Jatim berhasil menjaga stabilitas inflasi dan harga pangan yang mana kisaran perhitungan secara year on year (y on y) berada di angka 2,82 persen.

“Dengan inflasi di Jatim yang sangat terkendali, menunjukkan bahwa strategi-strategi yang kita terapkan bersama untuk menjaga stabilitas harga bahan pangan sudah on the track dan berjalan dengan sangat baik,” tegas Adhy.

BACA JUGA:  Pemkab Bojonegoro Terus Bangun Pelindung Tebing, Cegah Longsor dan Banjir Bandang

Tidak hanya itu, ia juga menggarisbawahi pesan Presiden Jokowi terkait pentingnya melakukan langkah antisipasi selama musim kemarau panjang. Yang mana, produktivitas daerah penopang pangan nasional harus tetap menjaga produktivitas bahkan jika bisa meningkatkan hasil bahan pangan yang berlipat.

Terkait ini, Adhy menegaskan bahwa Jatim memiliki lahan yang sangat luas dan berhasil menghasilkan beberapa komoditas yang bernilai surplus. Salah satu yang utama yaitu beras. Tetapi, meski percaya diri akan tetap surplus di tahun ini, Pemprov Jatim juga telah mengambil langkah antisipasi dalam menghadapi kemarau panjang.

“Ancaman musim kemarau diantaranya adalah potensi terjadinya pengurangan stok akibat menurunnya produktivitas. Maka sari itu, ini harus kita antisipasi betul, agar produktivitas kita tetap terjaga dan kalau bisa ditingkatkan,” ujarnya.

BACA JUGA:  Perluas Kesempatan Kerja Antarkan Jatim Raih Penghargaan IPK Tahun 2021

Terkait masalah ini, Adhy menjelaskan bahwa pemerintah pusat sudah memberikan sejumlah bantuan. Seperti diantaranya 6.000 pompa air yang diberikan pemerintah pusat untuk sektor pertanian di Jatim.
Dengan demikian, pihaknya optimistis bahwa di musim kemarau nanti produktivitas akan tetap bisa dilakukan.

Bahkan dengan adanya pompa tersebut, masa panen bisa ditingkatkan dari yang semula satu kali, bisa dua sampai tiga kali dalam setahun. Dengan target hasil panen melimbah dan bisa menjaga stabilitas inflasi dan daya beli masyarakat dengan baik.

“Selain itu, mampu mencegah gagal panen di musim kemarau sehingga kebutuhan dan ketersediaan pasokan yang selama ini disuplai Jatim kepada 20 provinsi dapat terpenuhi,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Jatim Kembali Ukir Sejarah Raih Juara Umum FLS3N Tahun 2025

Menyinggung komoditas unggulan yang perlu dilakukan riset untuk meningkatkan produksi, Adhy menambahkan bahwa komoditas unggulan sektor pertanian dan perkebunan di Jatim cukup banyak seperti beras, kopi, nanas, apel dan kakao. Dan semuanya sudah dikontrol untuk secara bertahap dilakukan peningkatan produksi.

“Jadi terkait riset dan BRIN kami meminta dilakukan penelitian terkait budidaya bahan pangan dan kita diarahkan untuk fokus ke sektor pertanian padi dan palawijaya supaya meningkatkan produktivitas,” ungkapnya.

“Tidak hanya sektor pertanian dan perkebunan, di sektor budidaya perikanan Jatim juga memiliki keunggulan yakni ikan air tawar maupun lobster,” tambahnya. (ST02)

Tags: Adhy KaryonoInflasiPemprov JatimTPID Jatim
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026

Berita Terkini

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026

BRIDA Surabaya Resmi Terbentuk, Kebijakan Kota Wajib Berbasis Riset dan Sains

Selasa, 20 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In