SURABAYATODAY.ID, BOJONEGORO – Program Integrasi Layanan Primer (ILP) & Lansia Sembada dilaunching Pj Bupati Bojonegoro Adriyanto. Launching dilaksanakan di balai Desa Turigede, Kecamatan Kepohbaru, Selasa (30/4).
Program ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan primer di wilayah Kabupaten Bojonegoro. Pj Bupati Bojonegoro berharap posyandu dan seluruh kader menjadi pelopor tindakan promotif dan preventif dalam mencapai kesehatan masyarakat.
Pj Bupati, Adriyanto menyampaikan apresiasi kepada Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro atas upaya dalam menghadirkan integrasi posyandu. Ia berharap harapan bahwa kegiatan ini dapat berjalan lancar dan membawa dampak positif bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Bojonegoro.
“Kesehatan bukan hanya soal pengobatan, tetapi juga perawatan dan upaya preventif yang terus-menerus dilakukan,” katanya.
“Salah satu upaya yang dilakukan yakni adanya program posyandu, yang harapannya menjadi penghubung layanan kesehatan masyarakat,” tambahnya.
Salah satu kegiatan menarik dalam acara ini adalah penampilan gerakan senam dari lansia, menunjukkan semangat dan keaktifan mereka dalam menjaga kesehatan. Lansia di Bojonegoro mencapai 222.794 jiwa, dengan 62.448 jiwa yang aktif terlibat dalam posyandu. Program Lansia Sembada dilaksanakan melalui skrining Kesehatan rutin dan pemberian tablet suplemen yang diberikan setiap bulan. Upaya lain untuk pemberian layanan yang maksimal Dinas Kesehatan Bojonegoro memberikan pelatihan kepada 450 kader Posyandu dengan 25 ketrampilan dasar.
Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro, Ani Pujiningrum, melaporkan bahwa program ILP ini mengusung enam pilar transformasi, “Kementerian Kesehatan menginisiasi kegiatan transformasi kesehatan yang mencakup 6 jenis transformasi yakni, transformasi layanan primer, layanan rujukan, sistem ketahanan kesehatan, sistem pembiayaan kesehatan, SDM kesehatan, dan teknologi kesehatan,” ujarnya. (ST10)





