• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 21 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Perkuat UMKM Tenun di Bumi Majapahit, Arumi Bachsin Studi Banding ke NTB

by Redaksi
Senin, 18 Desember 2023
Arumi Bachsin melihat motif tenun saat melakukan kunjungan kerja ke pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Arumi Bachsin melihat motif tenun saat melakukan kunjungan kerja ke pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.

SURABAYATODAY.ID, LOMBOK  – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin melakukan kunjungan kerja (kunker) ke pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (18/12). Kunjungan diterima oleh Penjabat Ketua Dekranasda NTB Hj. Lale Prayatni Gita Ariadi di aula utama NTB Mall.

Tujuan kunjungan tersebut untuk memperlajari lebih lanjut pembuatan kerajinan tenun yang selama ini menjadi unggulan dari NTB. Dalam sambutannya, Arumi Bachsin menyampaikan, Jawa Timur saat ini tengah fokus melatih para UMKM dalam mengembangkan produk tenun.

Setidaknya terdapat tiga wilayah yang menjadi fokus pelatihan pengembangan UMKM, yakni Lamongan, Gresik dan Tuban. “Jawa Timur selain batik, sebetulnya nomor dua adalah tenun. Kami sudah melatih para perajin di sana, tapi memang kami butuh referensi lebih untuk mendiversifikasi tenunnya. Setelah dilihat, ternyata NTB ini jagonya, surganya tenun, ada banyak teknik yang dipake di sini dalam menenun,” katanya.

BACA JUGA:  Dinas Pendidikan Bojonegoro Buka Kembali Program Beasiswa

“Jujur saja saya membina tenun seperti di Lamongan, Gresik dan Tuban, ada yang sudah bagus, tapi desainnya gak inovatif dan tekniknya masih perlu diversifikasi,” tambahnya

Lebih lanjut Arumi menjelaskan, diversifikasi yang dimaksudkan adalah menggabungan beberapa jenis desain dalam satu kain yang akhirnya menjadikan sebuah mahakarya tenun yang telihat modern namun tetap memiliki citarasa budaya yang khas.

“Untuk divesifikasi, dalam satu baju ada bordirnya, ada tenunnya, ada batiknya. Jadi besok, mungkin kami akan habiskan waktu ke pengrajin-pengrajin untuk belajar langsung tenun dari mereka,” katanya.

BACA JUGA:  Lomba Masak, Arumi Apresiasi Ratusan Peserta Berkreasi Ciptakan Inovasi Menu Masakan Ikan

Selain belajar tenun, kunjungan dari Arumi juga ingin mengajak kolabosari bersama Dekranasda NTB khususnya berkaitan dengan pengembangan UMKM mutiara.

Menurut Arumi, peringkat pertama UMKM di Jatim yang terbesar adalah perhiasan, baik logam mulia, mutiara hingga batu akik seperti yang ada di Pacitan, Tulungagung dan Trenggalek.

“Setelah kunjungan ini, saya berharap kita bisa menemukan benang merah antara Jawa Timur dan NTB. Mudah-mudahan kunjungan saya semoga bermanfaat bagi kedua wilayah,” katanya

Sementara itu Ketua Dekranasda NTB Hj. Lale Prayatni Gita Ariadi menyambut baik kunjungan yang dilakukan oleh Arumi. Ia berharap, NTB dan Jatim kedepannya akan berkolaborasi bersama khususnya dalam memajukan industri tenun hingga ke kancah nasional bahkan internasional.

BACA JUGA:  Arumi Bachsin Ajak Dekranasda Bojonegoro Tingkatkan Kualitas, Varian dan Pemasaran Produk Industri Kerajinan

“Kami berterimkasih telah memilih untuk berkunjung ke NTB, mudah-mudahan kami juga bisa berkenjung ke Jawa Timur. Semoga sinergitas dan kolaborasi kita ini dapat terus berlanjut seterusnya,” katanya.

NTB katanya, memiliki banyak sekali motif tenun. Dari 10 kabupaten/kota di NTB, kesemunya memiliki ciri khas motif tenun yang berbeda-beda. “Di Lombok sendiri terdapat dua jenis kain yang populer, yakni kain tenun songket dan Kain tenun rang rang. Kain songket memiliki ragam jenis motif, diantaranya Motif anteng, Motif bulan bergantung, Motif bintang remawe, Motif wayang, Motif keker, Motif ragi genep dan masih banyak motif yang lainnya,” ucapnya. (ST02)

Tags: Arumi BachsinBumi MajapahitDekranasda JatimNusa Tenggara BaratStudi Banding
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026

Berita Terkini

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026

BRIDA Surabaya Resmi Terbentuk, Kebijakan Kota Wajib Berbasis Riset dan Sains

Selasa, 20 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In