• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 21 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Gubes ITS Gagas Pengolahan Bijih Nikel Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan

by Redaksi
Kamis, 9 November 2023

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Membludaknya emisi karbon dioksida (CO2) akibat pemanfaatan nikel sebagai bahan baku industri mengancam keberlanjutan pengolahan bijih mineral logam tersebut di masa mendatang. Menjawab permasalahan tersebut, Guru Besar (Gubes) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ke-169 Prof Sungging Pintowantoro  menghadirkan solusi melalui proses reduksi langsung nikel dan pemanfaatan limbah padatan nikel.

Lewat orasi ilmiahnya yang bertajuk Penguasaan Pengolahan Bijih Nikel dan Mineral Logam Lainnya untuk Mendukung Produksi Logam Dalam Negeri yang Berkelanjutan, Sungging menyampaikan keprihatinannya terhadap pengolahan bijih nikel saat ini. “Nikel merupakan logam mineral yang pemanfaatannya sangat menjanjikan, tetapi emisi yang dihasilkan dapat merusak lingkungan,” ungkap Sungging.

Dalam penelitiannya, ia mengusung proses reduksi langsung sebagai upaya alternatif dalam memproduksi bijih nikel. Lebih rinci, proses ini dipilih guna menurunkan penggunaan energi pada pengolahan bijih yang nantinya berimbas pada emisi yang akan dihasilkan. “Metode ini menghasilkan temperatur operasi yang lebih rendah, sehingga energi yang digunakan lebih efisien,” jelas profesor dari Departemen Teknik Material dan Metalurgi (DTMM) ITS itu.

BACA JUGA:  SDN Alun-Alun Contong I/87 Kembali ke Nama Asal SDN Sulung

Tak hanya lebih efisien, menurut Sungging, produk hasil reduksi langsung memiliki kandungan nikel yang lebih tinggi akibat adanya penggunaan zat aditif. Berdasarkan penelitiannya tersebut, Sungging mendapati bahwa gas amonia merupakan salah satu zat aditif dengan efektivitas yang cukup tinggi dalam memaksimalkan kandungan nikel.

“Gas amonia juga lebih murah dibandingkan dengan gas hidrogen yang biasanya digunakan,” ujar ayah dari Hanania Kirei Pintowantoro dan Yukio Timoti Pintowantoro ini.

Pada penerapannya, gas amonia akan menghasilkan gas nitrogen dan air seusai proses produksi. Kedua komponen yang bersifat ramah lingkungan ini nantinya dapat diolah kembali untuk menghasilkan gas amonia baru. “Amat cocok untuk digunakan secara berkelanjutan,” beber profesor yang juga Kepala Laboratorium Pengolahan Mineral dan Material DTMM ITS ini.

Membahas proses produksi bijih nikel lebih dalam, Sungging menerangkan bahwa produksi mineral logam menghasilkan limbah padatan dengan jumlah yang terbilang banyak, tak terkecuali nikel. Maka dari itu, sebuah ide cemerlang untuk memanfaatkan limbah padatan nikel guna menangkap CO2 menjadi inovasi cerdas lain yang Sungging tawarkan lewat penelitiannya.

BACA JUGA:  Dukung Digitalisasi di RS, Mahasiswa ITS Kembangkan Aplikasi Berbasis Website

Lebih lanjut, Sungging membeberkan, limbah padatan nikel mengandung beberapa senyawa nonkarbonat seperti magnesium, kalsium, dan besi. Ketiga senyawa tersebut akan bereaksi dengan CO2 dan membentuk senyawa karbonat berkestabilan tinggi. “Nantinya, gas karbon dioksida (CO2) tersebut akan tetap terikat dalam mineral untuk waktu yang lama,” terang alumnus program doktoral dari Tohoku University, Jepang ini.

Dengan mengombinasikan proses reduksi langsung dan pemanfaatan limbah padatan nikel, maka pengolahan bijih nikel yang efisien energi dan ramah lingkungan tak lagi menjadi angan semata. Langkah ini telah Sungging buktikan secara teoritis layak untuk diterapkan dan dikembangkan. Akan tetapi, inovasi ini tidak akan bisa terealisasi secara massal apabila tidak disertai dengan pemanfaatan teknologi pengolahan mineral yang baik.

BACA JUGA:  Maksimalkan Pemahaman Mahasiswa, ITS Adakan Laboratorium Virtual

Lelaki yang kini berusia 55 tahun tersebut menggarisbawahi bahwa langkah-langkah penyuluhan untuk mencapai penguasaan teknologi harus segera dilakukan. Hal ini dilatarbelakangi oleh sumber daya mineral logam yang tidak dapat diperbaharui. “Pemerintah harus segera bergerak untuk menciptakan kebijakan yang dapat membantu pemahaman masyarakat mengenai teknologi,” tegasnya.

Anggota Senat Akademik ITS ini menekankan bahwa industri dan akademisi memegang peran yang sangat penting dalam membantu penguasaan teknologi. Ia menyarankan, pemerintah perlu meningkatkan kompetensi akademisi juga keterlibatan mereka dalam proses pengolahan bijih mineral.

“Keterlibatan ini bermuara pada kemampuan praktis akademisi yang dapat diwariskan kepada para penerus bangsa,” tuturnya.

Dengan begitu, berbagai langkah peningkatan teknologi mineral lain seperti pembangunan pusat riset mineral dan penguatan regulasi atas peningkatan sarana dan prasarana fasilitas riset dapat mengikuti. “Saya berharap inovasi ini dapat memberi kebermanfaatan baik bagi bangsa maupun sumber daya alam yang ada secara berkelanjutan,” pungkas Sungging meneguhkan asa. (ST05)

Tags: Bijih NikelGuru BesarITSRamah Lingkungan
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Bagus Panuntun Diangkat Sebagai Plt Wali Kota Madiun

Rabu, 21 Januari 2026
Foto bersama di sela forum ASEAN University Network/Southeast Asia Engineering Education Development Network (AUN/SEED-Net) Steering Committee Meeting 2026.

Perkuat Kolaborasi Riset ASEAN – Jepang, ITS Pimpin Sidang AUN/SEED-Net 2026

Rabu, 21 Januari 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Berita Terkini

Bagus Panuntun Diangkat Sebagai Plt Wali Kota Madiun

Rabu, 21 Januari 2026
Foto bersama di sela forum ASEAN University Network/Southeast Asia Engineering Education Development Network (AUN/SEED-Net) Steering Committee Meeting 2026.

Perkuat Kolaborasi Riset ASEAN – Jepang, ITS Pimpin Sidang AUN/SEED-Net 2026

Rabu, 21 Januari 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In