SURABAYATODAY.ID, SIDOARJO – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 9,8 Mega Watt peak (MWp) di kawasan PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia, Sidoarjo, Senin (2/10).
Peresmian tersebut ditandai dengan Penandatanganan Prasasti dan Penekanan Layar LED oleh Gubernur Khofifah didampingi Dirut PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk beserta jajarannya, perwakilan PLN Jawa Timur serta jajaran Kepala OPD Pemprov Jatim terkait.
Dalam sambutannya, Khofifah mengapresiasi penuh pembangunan PLTS Atap di kawasan pabrik kertas PT. Tjiwi Kimia. Menurutnya, ini merupakan suatu bentuk kontribusi nyata sektor industri Jatim dalam mewujudkan Net Zero Emission 2060. Terlebih PLTS yang diresmikan hari ini merupakan PLTS Atap terbesar berbasis korporasi di Indonesia.
“Peresmian PLTS atap 9,8 MWp di Tjiwi Kimia ini, merupakan yang terbesar di Indonesia untuk sebuah korporasi. Sesuai dengan yang disampaikan Pak Presiden Direktur Tjiwi Kimia mudah-mudahan ini akan terus bisa dikembangkan,” ucapnya.
Khofifah melanjutkan, seminar dan diskusi terkait Narasi Net Zero Emission 2060 telah sering dilakukan. Namun diperlukan aksi nyata sebagai bentuk implementasi di lapangan. Pergerakan dari sumber energi fosil ke non fosil menjadi Energi Terbarukan harus terus dimasifkan di berbagai sektor.
“Ini harus dilakukan lebih sistemik dan komprehensif jadi Renewable Energy ini menjadi bagian yang sangat penting untuk bisa bersama-sama menuju Net zero emission 2060 ,” tegasnya.
Sementara itu, Dirut PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Suhendra Wiriadinata menyampaikan bahwa PLTS Atap yang merupakan kerjasama Tjiwi Kimia dengan Sun Energy ini adalah tahap awal. Kedepannya akan dilakukan pengembangan proyek dengan melihat tingkat keberhasilannya.
Melalui PLTS Atap 9,8 MWp ini, Suhendra menyatakan bahwa akan berdampak pada pengurangan penggunaan batu bara, mengurangi emisi Karbon dan mendukung program Pemprov Jatim menuju Net Zero Emission 2060.
“Jadi kegiatan ini bukan hanya dilaksanakan di Tjiwi Kimia, tetapi juga di seluruh fasilitas produksi Sinarmas Group yang lain,” jelasnya. (ST02)





