SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan penghargaan kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Surabaya. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada Forkopimda atas dukungan dan sinergi dalam membangun Kota Pahlawan.
Acara penyerahan penghargaan ini berlangsung di lobi lantai 2 Balai Kota Surabaya, Jumat (25/8). Penyerahan penghargaan dihadiri pimpinan DPRD Surabaya dan kepala biro atau perwakilan dari media massa.
Apresiasi penghargaan itu yang pertama diberikan Wali Kota Eri kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Surabaya Joko Budi Darmawan, serta Kajari Tanjung Perak Aji Prabu Pribadi. Kemudian, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Pasma Royce dan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Herlina.
Selain itu, apresiasi penghargaan juga diberikan Wali Kota Eri kepada Komandan Kodim (Dandim) 0831/Surabaya Timur Kolonel Inf Yusan Riawan, Dandim 0832/Surabaya Selatan Kolonel Inf Akhmad Juni Toa dan Dandim 0830/Surabaya Utara Letkol Inf Dharmawan Setyo Nugroho.
Dalam sambutannya, Eri menyampaikan bahwa Surabaya tidak akan bisa menjadi kota yang luar biasa, tanpa adanya dukungan dari Forkopimda. Di mana Surabaya bisa tetap menjadi kota dengan suasana yang guyub rukun, aman dan nyaman seperti sekarang.
“Mulai dari pimpinan DPRD, Kajari, Kapolres dan Dandim. Kalau tidak ada Forkopimda, Surabaya tidak akan pernah menjadi kota yang tenang,” katanya.
Karenanya, ia menyampaikan terima kasih kepada jajaran Forkopimda Surabaya. Bagaimana selama ini Kapolrestabes Surabaya dan Kapolres Tanjung Perak terus menjaga keamanan serta ketertiban di Kota Pahlawan.
Pun demikian dengan para Komandan Kodim di Surabaya yang selalu hadir untuk bersinergi dan membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. “Karena itulah selayaknya pemerintah kota memberikan penghargaan kepada para Dandim dan Kapolres yang hadir pada siang hari ini,” ujarnya.
Selain itu, Wali Kota Eri menyebut, bahwa peran Kajari Surabaya dan Kajari Tanjung Perak dalam membantu penyelamatan aset, selama ini dinilainya juga luar biasa. Bahkan, penyelamatan aset itu sudah dilakukan berulang kali oleh Kajari Surabaya dan Kajari Tanjung Perak.
Apresiasi yang sama juga disampaikan Wali Kota Eri Cahyadi terhadap peran media massa di Kota Pahlawan. Selama ini media massa tidak berhenti memberitakan informasi terkait dengan Kota Surabaya.
“Peran media massa juga sangat luar biasa, kalau ada berita-berita terkait tentang Surabaya itu diangkat. Dan di situlah kita ada komunikasi dan diskusi dengan warga,” kata dia.
Menurutnya, peran dari media massa ini sangat penting dalam menyempurnakan kebaikan. Tentunya, pemkot tidak akan bisa bekerja sendiri tanpa ada dukungan dari semua elemen di Kota Surabaya.
“Surabaya menjadi luar biasa bukan karena wali kotanya, tapi karena sinergi yang kuat antara media dan Forkopimda Surabaya, sehingga saling membangun satu dengan yang lainnya,” tuturnya.
Dalam momen tersebut, masing-masing Forkopimda atau yang hadir mewakili, juga berbagi cerita dalam menjalankan tugas di Kota Pahlawan. Seperti di antaranya adalah Kajari Surabaya, Joko Budi Darmawan yang bercerita mengenai upaya penyelamatan aset.
“Alhamdulillah dengan gigih teman-teman dari Datun (Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara) khususnya, dan intelijen, kita dapat mengembalikan aset walaupun secara bertahap. Saat ini juga ada beberapa yang masih belum dikuasai pemerintah kota,” kata Joko Budi Darmawan.
Meski demikian, Kajari juga menyatakan bahwa upaya penyelamatan aset pemerintah juga tak lepas dari sinergitas dukungan dari berbagai pihak. Mulai dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta TNI dan Polri. “Sinergitas inilah sehingga memudahkan kami dalam melaksanakan tugas. Tentunya tugas dalam hal ini di bidang tata usaha,” tuturnya. (ST01)





