• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 8 Maret 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Mahasiswa ITS Manfaatkan SCW sebagai Pengurai Limbah Plastik PP

by Redaksi
Sabtu, 10 Juni 2023

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggagas inovasi terkait potensi yang dimiliki Supercritical Water (SCW) sebagai pengurai plastik Polipropilena (PP) menjadi bahan bakar alternatif setara bensin. Hal ini dikarenakan SCW sebagai salah satu proses fluida yang sangat berguna untuk mengurai limbah plastik, ternyata masih kurang digunakan penerapannya di dunia industri saat ini.

Tim mahasiswa yang tergabung dalam tim MetaChem-39 tersebut adalah Irma Fitriani, Immanuel Nathanael Lumban Gaol, dan Ratih Handayani. Irma mengungkapkan, ide yang dicetuskan timnya ini berawal dari polemik terkait limbah plastik di Indonesia yang terus meningkat tiap tahunnya. “Bahkan, per 2021 limbah plastik di Indonesia mencapai 6,6 juta ton,” ungkap Irma.

BACA JUGA:  Satu-satunya dari Indonesia, Mahasiswa ITS Jadi Awardee Beasiswa Erasmus+

Sejalan dengan hal tersebut, mahasiswa Departemen Kimia ITS itu menambahkan, proses untuk menguraikan limbah plastik itu sendiri membutuhkan waktu yang lama. Di samping itu, metode penguraian yang selama ini dilakukan untuk mengonversi plastik PP, seperti metode pirolisis hidrotermal terbilang cukup mahal.

“Sehingga kami mencoba untuk menggunakan SCW sebagai pengurai untuk bisa lebih menghemat pengeluaran,” terangnya.

Lebih lanjut, menurut Irma, SCW merupakan salah satu proses pemanasan fluida dengan tekanan dan titik didih rendah tepat pada titik kritis fluida yang dipanaskan. Penerapan metode ini pada pengonversian plastik PP menjadi bahan bakar adalah dengan memanaskan plastik PP di dalam air. Kemudian, pada suhu 450 derajat celcius, plastik PP tersebut akan menyatu dengan air.

BACA JUGA:  Mahasiswa ITS Bikin Inovasi Jam Tangan Daur Ulang

Selanjutnya, proses pemanasan itu dihentikan dan ditunggu hingga suhu pada campuran tersebut kembali ke kondisi normal. Saat itulah, senyawa air dan minyak hasil dari pencampuran plastik PP dan air terpisah. “Minyak yang dihasilkan tersebut, lalu diperiksa besar kalornya dan menunjukkan kalor minyak yang setara dengan bensin,” jelas mahasiswi yang hobi membaca novel tersebut.

Dengan penelitian yang dilakukan oleh tim MetaChem-39 ini, ternyata terbukti bahwa potensi penggunaan SCW sebagai pengonversi lebih efisien dibanding dengan metode lainnya. Di samping proses yang sangat sederhana, metode SCW juga tidak begitu memakan waktu yang lama.

BACA JUGA:  Waspadai Peretasan, Lindungi Data Pribadi!

“Hanya dibutuhkan sekitar 30 menit untuk prosesnya,” imbuh gadis asal Denpasar tersebut.

Penelitian yang dilakukan oleh tim bimbingan Dr Triyanda Gunawan SSi tersebut akhirnya berbuah manis. Gagasan yang dituangkan pada Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) di Universitas Jambi itu telah mengantarkan tim ITS ini menjadi juara satu.

“Semoga SCW sebagai pengurai PP bisa diterapkan ke depannya, sehingga limbah plastik berkurang, dan output metode ini bisa dimanfaatkan dengan baik,” tutur Irma penuh harap. (ST05)

Tags: ITSLimbah Plastik
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Rapat koordinasi bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya dan seluruh Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Kota Surabaya di ruang sidang wali kota,.

Kemenag dan LAZ, Pemkot Surabaya Perkuat Sinkronisasi Data Penyaluran Zakat

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Serahkan Truk Hasil Normalisasi Dimensi, Optimis Percepat Terwujudnya Zero ODOL 2027 di Jatim

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Pasar Gelondong Gede Tuban, Pastikan Stok Bahan Pokok Aman

Sabtu, 7 Maret 2026

Sapa Bansos Amaliyah Ramadan ke-10, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp8,35 Miliar untuk Perkuat Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Tuban

Jumat, 6 Maret 2026

Berita Terkini

Rapat koordinasi bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya dan seluruh Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Kota Surabaya di ruang sidang wali kota,.

Kemenag dan LAZ, Pemkot Surabaya Perkuat Sinkronisasi Data Penyaluran Zakat

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Serahkan Truk Hasil Normalisasi Dimensi, Optimis Percepat Terwujudnya Zero ODOL 2027 di Jatim

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Pasar Gelondong Gede Tuban, Pastikan Stok Bahan Pokok Aman

Sabtu, 7 Maret 2026

Sapa Bansos Amaliyah Ramadan ke-10, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp8,35 Miliar untuk Perkuat Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Tuban

Jumat, 6 Maret 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Wali Kota Eri Cahyadi Minta Kasus Ancaman Oknum Jukir Diproses Secara Hukum

Jumat, 6 Maret 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In