SURABAYATODAY.ID, BOJONEGORO – Pemerintah Desa Tumbrasanom, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro terus berinovasi untuk mensejahterakan para petaninya serta mendukung penuh program pemerintah di bidang ‘Ketahanan Pangan’. Salah satu langkahnya adalah Pemdes Tumbrasanom meluncurkan Kartu Tani Makmur.
Dengan kartu tersebut, bisa menjadi akses para petani di desa untuk bisa mendapatkan segala macam kebutuhan tani tanpa harus bawa uang. Kepala Desa Tumbrasanom Juminto menjelaskan kartu tani memiliki beberapa tujuan.
Pertama, untuk pembatasan penyerapan pupuk bersubsidi. Artinya sebagai kontrol jumlah yang akan dibutuhkan, karena luasan lahan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) sudah tercatat jelas di dalam kartu tersebut.
“Sehingga petani tidak boleh melebihi dari kapasitas yang sudah ada,” katanya.
Kedua bertujuan meringankan beban petani di masa paceklik dan sedang kesulitan untuk menggarap lahannya dikarenakan biaya operasional. “Dengaj Kartu Tani Makmur, petani di Desa Tumbrasanom bisa merasakan dan mendapatkan kemudahan untuk memperoleh barang kebutuhan pertanian di Toko Tani Makmur tanpa harus bingung membawa uang,” jelasnya.
Perihal pembayarannya Juminto mengatakan, di saat para petani sudah panen dan ada kesepakatan dari kelompok tani untuk ditambahi hasil 1 persen per bulan. Misalnya, petani belanja Rp 1.000.0000, rtinya bunganya Rp 10.000 tiap bulan, dan 1 persennya itu untuk menambai kas kelompok tani bukan untuk keuntungan perorangan.
“Bunga 1 persen nya tersebut sebagai kas untuk menghidupkan dan membesarkan organisasi kelompok tani yang ada di desa dan pada akhirnya bisa dinikmati oleh masyarakat juga manfaatnya,” ujarnya.
Munculnya Kartu Tani Makmur untuk lingkup Desa Tumbrasanom sebagai upaya petani tidak terjebak di rentenir. “Ini adalah bentuk antisipasi supaya petani di Tumbrasanom saat musim paceklik tidak terjebak utang di rentenir, serta tercapainya program pemerintah untuk ketahanan pangan Indonesia,” pungkas kades dua periode tersebut.
Suwono, anggota Poktan Tani Makmur IV Desa Tumbrasanom memgakui keuntungan Kartu Tani ini. “Cukup dengan membawa Kartu Tani Makmur sebagai akses, warga bisa mendapatkan barang dari sana tanpa bawa uang. Seperti pupuk non subsidi, bibit, obat, insektisida, herbisida serta kebutuhan tani yang lainnya. Alhamdulillah selama satu tahun kebutuhan pupuk bersubsidi untuk petani Desa Tumbrasanom tidak ada kelangkaan,” tuturnya.
Senada dengan Suwono, Imam salah satu warga Desa Tumbrasanom yang mempunyai kartu Kelompok Tani Makmur juga mengaku senang. Ia tidak kebingungan di saat musim tanam sewaktu tidak ada modal untuk menggarap sawahnya.
“Alhamdulillah sangat membantu,” ujarnya. (ST10)





