SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya memasang ornamen peringatan Hari Raya Nyepi, berupa pura dan ogoh-ogoh. Hiasan pura yang dipajang di depan Balai Kota itu, lengkap beserta pernak-perniknya, misalnya dari janur, motif kain poleng, dan tedung atau pajeng (payung).
Kepala DLH Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, menjelang perayaan Hari Raya Nyepi kali ini, pemkot memasang hiasan di dua tempat ikonik. Yakni di Balai Kota dan Balai Pemuda.
Hebi menerangkan, hiasan yang dipajang di Balai Kota dan Balai Pemuda bentuknya berbeda. “Kalau di Balai Kota, itu bentuk hiasannya pura dan ada gapuranya, serta ogoh-ogoh yang dikelilingi ikan sura dan buaya. Sedangkan yang ada di Balai Pemuda, itu hanya ada gapura dan ogoh-ogoh,” katanya, Rabu (8/3).
Ia menjelaskan, dekorasi kota bernuansa keagamaan umat Hindu pada perayaan Hari Raya Nyepi tahun ini, tidak hanya ada di Balai Kota dan Balai Pemuda. Ada pula di Jalan Panglima Sudirman, tepatnya di Monumen Bambu Runcing juga akan dihiasi ornamen serupa.
Dekorasi bernuansa Hindu yang akan dipasang di Monumen Bambu Runcing, saat ini masih dikoordinasikan lebih lanjut bersama Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Surabaya.
“Tidak asal pasang ini, kita juga harus mendapat persetujuan ketika memasang dekorasi ini. Kami konsultasikan terlebih dahulu bentuk dan tempatnya yang sesuai,” terang dia.
Perayaan Hari Raya Nyepi pada tahun ini, mengusung tema “Melalui Dharma Agama dan Dharma Negara Kita Sukseskan Pesta Demokrasi Indonesia”. “Tema ini juga ditentukan oleh PHDI Kota Surabaya, karena berbeda setiap tahunnya,” jelasnya.
Rencananya, ogoh-ogoh yang ada di depan Balai Kota dan Balai Pemuda itu, akan diarak ke Pura Segara, Kenjeran, sebelum perayaan Hari Raya Nyepi pada 22 Maret 2023 mendatang. Masyarakat yang melintas di depan Balai Kota atau Balai Pemuda, juga bisa berfoto dengan latar belakang ornamen tersebut.
“Pada 20 Maret 2023 malam, akan diambil oleh PHDI untuk diarak, kemudian 21 Maret 2023 malamnya dikembalikan lagi ke Balai Kota dan Balai Pemuda, jadi tidak dibakar,” pungkasnya. (ST01)





