SURABAYATODAY.ID, SITUBONDO – Jalan Dusun Sidomulyo-Dusun Merak, Desa Sidomulyo-Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo (Kawasan Taman Nasional Baluran), diresmikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Senin (9/1).
Jalan ini memiliki panjang 10 kilometer dan lebar 3 meter serta bahu jalan satu meter. Pembangunan jalan ini menambah lebar jalan cukup signifikan. Di mana sebelumnya jalan ini memiliki lebar 0,5 – 2 meter. Sedangkan untuk kapasitas penahan beban, jalan ini mampu menahan beban hingga 5 ton.
Khofifah mengatakan adanya akses jalan yang dibangun dari sumber dana DAU Kabupaten Situbondo senilai Rp 20 miliar ini harus diiringi dengan pembangunan di sektor elektrifikasi dan telekomunikasi.
Khusus terkait elektrifikasi, orang nomor satu di Jatim ini akan berkoordinasi dengan GM PT. PLN IUD Jatim, Lasiran untuk membantu proses elektrifikasi di wilayah tersebut terutama untuk rumah tangga.
“Ini bagian dari Jatim Light for All 2024. Rasio elektrifikasi Jatim sudah mencapi 99,36 persen. Namun secara agregat sebenarnya sudah mencapai 100 persen. Karena banyak rumah berkembang yang dan kemudian yang dihitung per KK,” katanya.
Proses elektrifikasi melalui kerjasama dengan PLN IUD Jatim ini sendiri telah dilakukan sejak lama. Seperti yang sudah dilakukan di berbagai kepulauan di Sumenep tahun ini. Dari 22 pulau sudah terkoneksi 15 pulau. Jadi ia berharap ini akan menjadi prioritas.
“Untuk bantuan sambungan listriknya sendiri kami dari Pemprov Jatim akan memberikan bantuan sambungan listrik gratis bagi masyarakat kurang mampu atau berpenghasilan rendah. Ini juga menjadi bagian dari program perlindungan sosial untuk mengurangi dampak inflasi akibat kenaikan harga BBM,” katanya.
Sedangkan untuk sektor telekomunikasi, pihaknya menyebut akan berkoordinasi dengan beberapa penyedia jasa layanan telekomunikasi atau provider.
Lebih lanjut menurutnya, adanya akses jalan ini akan menjadi bagian dari upaya menjaga ekosistem serta daya dukung alam dan lingkungan. Apalagi jalan ini melintasi Taman Nasional Baluran.
“Bagaimanapun ini menjadi bagian dari proses menjaga Taman Nasional Baluran, yang harus tetap kita jaga daya dukung alam dan daya dukung lingkungan sekitarnya. Jalannya ada, aksesnya makin terbuka, tapi Baluran ini tetap harus kita jaga ekosistemnya,” katanya.
Sedangkan terkait dengan pengaspalan jalan tersebut, Khofifah mengatakan bahwa izin pengaspalan sudah turun. Namun ini jalan ini memiliki lebar 3 meter sehingga ini merupakan jalan kabupaten. (ST02)





