SURABAYATODAY.ID, TULUNGAGUNG – Gubernur Jatim Khofifah Indar parawansa menyatakan upaya percepatan elektrifikasi di beberapa wilayah kepulauan terutama di Madura terus dilakukan. Hal ini bekerjasama dengan PT. PLN (Persero). Pemprov Jatim bersama PT PLN (Persero) terus bersinergi untuk mewujudkan ketersediaan dan pemerataan akses infrastruktur listrik sampai ke pelosok desa – desa 3T (Terluar, Terdepan dan Tertinggal).
“Bahkan Tahun 2020 ada satu kapal yang digunakan PLN untuk menjangkau elektrifikasi di daerah kepulauan di Madura yang tenggelam. Tapi Alhmdulillah semua ABK-nya selamat. Ini semua menjadi komitmen kita untuk bisa menjangkau elektrifikasi kepulauan-kepulauan di Sumenep,” katanya.
“Dan sekarang proses tersebut terus dilakukan oleh PT PLN,” imbuhnya.
Untuk mengejar rasio elektrifikasi tersebut, tahun ini Pemprov Jatim telah mengalokasikan bantuan IRSR kepada 2.700 Kepala Keluarga (KK). Total pemasangan IRSR sejak Tahun 2019 sampai dengan 2022 sebanyak 14.921 KK yang tersebar di berbagai daerah di Jatim. Recananya pada tahun 2023 akan dilakukan pemasangan sebanyak 5.200 sambungan listrik gratis untuk para penerima manfaat.
Selain IRSR, upaya mengejar rasio elektrifikasi juga dilakukan melalui pemberian hibah Pemasangan PLTS Solar Home System (SHS). Total hibah pemasangan PLTS Solar Home System (SHS) sejak Tahun 2019 sampai dengan 2022 sebanyak 551 Unit yang tersebar di berbagai wilayah di Jatim.
Kemudian melalui pemberian hibah pemasangan PLTS Rooftop
Sejak Tahun 2021 sampai dengan 2022. Dimana Pemprov Jatim telah memberikan hibah pemasangan PLTS Rooftop kepada 3 Pondok Pesantren di Jatim.
Sementara itu, GM PT. PLN IUD Jatim, Lasiran mengatakan bahwa secara umum rasio elektrifikasi Jatim sudah 99,39 persen, namun secara agregat sudah mencapai 100 persen. Beberapa daerah rasio elektrifikasinya masih rendah yakni Pamekasan, Madura yang sebagian besar merupakan pulau terpencil.
“Kami coba petakan secara ifrastruktur ada sekitar 43 pulau di daerah Madura yakni di Pamekasan yanh saat ini masih ada 19 pulau yang belum teraliri listrik oleh PLN. Rencana nanti semoga di 2023 insya Allah seluruh pulau di Pamekasan sudah menikmati listrik,” katanya.
“Mohon dukungannya karena daerahnya cukup terisolir sehingga pembangunannya perlu perhatian. Kami juga terus menyisir dan mencari kembali pelanggan yang belum tersambung jadi mohon bantuan informasikan kepada kami,” imbuhnya. (ST02)





