SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Pemkot Surabaya berencana membangun rumah sakit baru di kawasan Surabaya timur. Rencana itu sudah mendapat persetujuan DPRD Surabaya dengan alokasi anggaran Rp 500 miliar dengan konsep multiyears selama tiga tahun.
Namun Komisi D DPRD Surabaya memastikan, proyek pembangunan rumah sakit yang digagas di wilayah Penjaringansari itu multiyears-nya selama dua tahun. Hal ini berdasarkan hasil evaluasi dari gubernur Jatim.
“Dari hasil evaluasi gubernur Jatim, bahwa multiyears APBD itu hanya dua tahun, dan tidak perlu diparipurnakan lagi,” ujar Ketua Komisi D, Khusnul Khotimah.
Ia menjelaskan pembangunan rumah sakit itu akan direalisasikan mulai tahun 2023 mendatang. Dengan demikian, jika sebelumnya tempat pelayanan kesehatan itu akan selesai digarap tahun 2025, kini maju di tahun 2024
Menurutnya, di tahun pertama dianggarkan Rp 300 miliar. Alokasi itu untuk manajemen kontruksi. Sisanya di tahun 2024.
“Karena ini masih tahap awal perencanaan, jadi Komisi D akan terus sharing dengan Pemkot Surabaya,” terang politisi asal PDIP Surabaya ini.
Ia menyoroti wacana bahwa rumah sakit Surabaya Timur ini dikhususkan untuk rumah sakit ibu dan anak. Sebaliknya, ia mempertanyakan kenapa rumah sakit itu justru tidak rumah sakit dengan spesifikasi tertentu.
Kedua, tambah Khusnul, karena proyek ini multiyears, maka dinas terkait harus melihat time line yaitu, kapan harus lelang, karena manajemen konstruksi itu kan butuh waktu tiga bulan.
“Agar ini menjadi langkah kepastian bagi Pemkot Surabaya untuk membangun rumah sakit itu,” terang Khusnul.
Di siai lain, ia memberikan penekanan proyek pembangunan rumah sakit ini secepatnya dikerjakan. Tetapi ia juga menegaskan bahwa proyek ini tidak boleh mengabaikan program Pemkot Surabaya di bidang kesehatan yang lain.
“Misalnya, pelayanan di Puskesmas. Bagaimana anggarannya dan realisasinya untuk pelayanan terbaik kepada masyatakat,” tambah Khusnul Khotimah. (ST01)





