SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Sarasehan Peningkatan Konsumsi Ikan dalam rangka Hari Ikan Nasional ke-9 Provinsi Jawa Timur digelar di Dyandra Convention Hall, Rabu (30/11). Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur Dyah Wahyu Ermawati menyampaikan bahwa peran Ketua Forikan di Kabupaten/Kota dan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan di Kab/Kota sangat penting.
“Utamanya untuk mengkampanyekan gemar makan ikan dan menyadari tingginya gizi pada ikan,” ucapnya
Dirinya kemudian menyetujui slogan Mari Kembali ke Meja Ibu dalam konsep penyajian makanan bergizi. “Sangat bagus slogan dari Ketua Forikan Pusat tadi. Karena dengan memasak ikan, semua akan menjadi gemar makan ikan,” katanya
“Sedangkan lomba-lomba yang sengaja dibuat ini adalah cara jitu untuk melihat sejauh mana spontanitas dan kreativitas pada pengolahan ikan,” imbuhnya
Erma sapaan lekatnya menambahkan bahwa masyarakat kurang meminati konsumsi ikan karena dikarenakan bau amis yang susah hilang juga duri yang sangat dikhawatirkan tertelan.
“Mereka kurang memahami investasi bagi masa depan. Sehingga mereka hanya melihat sisi ekonominya. Pesan saya, konsumsilah ikan. Harga ikan variatif, pilihlah yang sesuai dengan kemampuan. Yang penting gizi terpenuhi dengan makan ikan,” pungkasnya.
Sementara itu Ketua Forikan Jatim Arumi Bachsin berharap dengan peringatan Hari Ikan Nasional ini akan muncul diversifikasi cara pengolahan ikan di Jawa Timur. “Kalau diperhatikan setiap acara Forikan pasti ada demo masak. Inilah yang menjadi pemicu munculnya diversifikasi. Karena beda ikan, beda cara mengolahnya. Tidak susah, malah lebih mudah daripada mengola daging,” kata Arumi. (ST02)





