• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 21 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

BNPB dan BPBD Jadi Garda Terdepan Kesiapsiagaan Bencana

by Redaksi
Sabtu, 26 November 2022
Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Adhy Karyono

Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Adhy Karyono

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Adhy Karyono mengajak semua pihak yang berada dalam ketanggapdaruratan dan kesiapsiagaan bencana untuk menyamakan persepsi dan gerak langkah demi mewujudkan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) di Jawa Timur.
Permintaan tersebut disampaikannya saat Membuka Lokakarya Penyusunan Strategi Peta Jalan Klaster Penanggulangan Bencana Provinsi Jawa Timur di Hotel Santika Jemursari Surabaya, Jumat (25/11).

Sekdaprov Adhy mengatakan, BNPB dan BPBD harus menjadi garda terdepan di dalam mengkoordinasikan seluruh perencanaan maupun kesiapsiagaan bencana guna mewujudkan PRB di Jatim lebih kuat sesuai dengan situasi maupun kondisi di lapangan.

Terkadang, situasi kebencanaan di lapangan membutuhkan ketelitian, kepedulian dan koordinasi yang matang sehingga di setiap organisasi kemanusiaan yang datang membantu masyarakat bisa lebih terkoordinir dengan optimal.

BACA JUGA:  Silaturahmi dengan Masyarakat Kalsel Asal Jatim, Khofifah Dorong Kolaborasi Ekonomi dan Perkuat Persaudaraan Kebangsaan

Menurutnya, BNPB maupun BPBD dituntut jeli dalam melihat maupun mengatasi permasalahan kebencanaan bisa saling mendukung untuk memberikan ketanggap daruratan dalam mengatasi bencana alam yang terjadi di daerah.

Adhy memandang, setiap penanganan bencana pasti sudah terbagi tugas pokok dan fungsinya disetiap Tim yang diterjunkan. Ia mencontohkan, jika pengungsian membutuhkan layanan kesehatan maka, Dinas Kesehatan atau cluster kesehatan harus segera masuk dan berikan layanan.
Begitu halnya, ketika dibutuhkan konseling maupun layanan pendidikan cluster pendidikan maupun sosial harus bisa segera mendampingi.

“Jadi semua yang berada di daerah bencana memiliki kompetensi kuat membantu korban bencana. Jangan sampai ada organisasi yang datang ke daerah bencana malah menganggu tim kebencanaan yang bekerja dan masyarakat yang tertimpa bencana,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Dalam Tiga Tahun Terakhir, Pemkot Surabaya Bangun 16 Rumah Pompa Baru

Lokakarya dan Peta Jalan ini, harus memberikan pandangan bagi seluruh pihak kebencanaan dan ketanggap daruratan untuk mampu bergerak cepat melakukan koordinasi dan memetakan jalan sehingga tercapai solusi dalam membantu masyarakat yang tertimpa bencana.

“Manajemen logistik dan manajemen kebencanaan harus dilakukan dengan detail dan membutuhkan perencanaan yang telah disepakati. Tidak boleh manajemen logistik dan kebencanaan dilakukan secara tergesa gesa. Semua harus terencana dengan baik,” tegasnya.

Adhy menyakini, bahwa keberhasilan penanganan bencana di suatu daerah ditentukan oleh kemampuan BNPB dan BPBD dalam mengendalikan semua satuan kebencaan dengan baik.

“Banyaknya warna maupun bendera yang ada ketika terjadinya bencana harus dibawah koordinasi oleh BNPB dan BPBD di daerah. Forum inilah yang nantinya bisa mendeteksi kebersamaan dan menyamakan persepsi dalam membagi tugas dan peta jalannya,” urainya.

BACA JUGA:  Forkopimda, Tokoh Agama dan Elemen Masyarakat Diajak Jadi Garda Terdepan Wujudkan Kondusifitas

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pelaksana BPBD Prov. Jatim Budi Santosa mengatakan, kegiatan ini dimaksudkan untuk terlibat dalam perumusan strategi dan peta jalan klaster penanggulangan bencana dengan harapan akan lebih terbangunnya kesamaan langkah dalam penanggulangan bencana di Jawa Timur terpadu dan komprehensif.

Menurutnya, kompleksitas yang terjadi dari setiap permasalahan bencana memerlukan perencanaan yang matang dan terpadu dengan menghindari tumpang tindih perencanaan penanggulangan bencana antara pusat, provinsi, daerah dan instansi yang terkait.

“Lokakarya ini membutuhkan koordinasi dan kolaborasi yang efektif dan berkelanjutan antara unsur-unsur pentahelix yang terlibat, yakni lembaga pemerintahan, akademisi, dunia usaha, media dan masyarakat,” tutupnya. (ST02)

Tags: Bencana AlamBNPBBPBDGarda Terdepan
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Founders Bootcamp 2026 akan berlangsung pada 23 Januari 2026 di Balai Pemuda Surabaya.

Founders Bootcamp 2026 Segera Hadir di Surabaya, Ajak Calon Founder Siapkan Diri Sebelum Bangun Usaha

Rabu, 21 Januari 2026
Konferensi pers tentang terkait mekanisme pencairan upah bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu di Pemkot Surabaya.

Patuh Regulasi Pusat, Pengupahan PPPK-PW Pemkot Surabaya Ikuti KepmenPAN-RB dan SE Kemendagri

Rabu, 21 Januari 2026
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menerima silaturrahmi jajaran PWNU Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Gubernur Khofifah Dukung PWNU Jatim Gelar Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang

Rabu, 21 Januari 2026

Pariwisata Surabaya Tumbuh Positif, Kunjungan Wisatawan Tembus 25,4 Juta Sepanjang 2025

Rabu, 21 Januari 2026

Berita Terkini

Founders Bootcamp 2026 akan berlangsung pada 23 Januari 2026 di Balai Pemuda Surabaya.

Founders Bootcamp 2026 Segera Hadir di Surabaya, Ajak Calon Founder Siapkan Diri Sebelum Bangun Usaha

Rabu, 21 Januari 2026
Konferensi pers tentang terkait mekanisme pencairan upah bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu di Pemkot Surabaya.

Patuh Regulasi Pusat, Pengupahan PPPK-PW Pemkot Surabaya Ikuti KepmenPAN-RB dan SE Kemendagri

Rabu, 21 Januari 2026
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menerima silaturrahmi jajaran PWNU Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Gubernur Khofifah Dukung PWNU Jatim Gelar Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang

Rabu, 21 Januari 2026

Pariwisata Surabaya Tumbuh Positif, Kunjungan Wisatawan Tembus 25,4 Juta Sepanjang 2025

Rabu, 21 Januari 2026

BRIDA Surabaya Luncurkan SI EPID, Perkuat Tata Kelola Inovasi Menuju World Class Smart City

Rabu, 21 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In