• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 7 Maret 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Wagub Emil Bahas Isu Faktual Gender di Indonesia

by Redaksi
Senin, 21 November 2022
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA –  Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak proaktif membahas kesetaraan gender, disabilitas dan inklusi sosial (Gedsi) yang terjadi di masyarakat. Kali ini, dirinya mendiskusikan perihal pernikahan dini, kekerasan terhadap perempuan, perspektif gender dalam pembangunan, serta penguatan peran perempuan.

“Isu kesetaraan gender ini merupakan isu menarik yang masih diperdebatkan di banyak negara. Bahkan, diskusi tentang perbedaan equality dan equity juga masih berlangsung,” ucapnya saat menghadiri Seminar Nasional FSPLGY di Auditorium Rektorat Lantai 6, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Sabtu (19/11).

Di Indonesia sendiri, jelas Emil, amanat kesetaraan gender tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025. Yang mana, target kesetaraan gender ada pada Rencana Pembangunan Jangka  Menengah 4 tahun 2020-2024.

Hanya saja, lanjut Emil, masih terdapat bias antara perempuan dan laki-laki. Hal tersebut, menurutnya, sebagian besar berakar dari kultur yang menganggap kerja keras perempuan adalah suatu hal yang wajar dan tidak patut diapresiasi.

BACA JUGA:  Pasar Murah Digelar Serentak di 244 Lokasi

“Dulu saat saya ngerjakan disertasi doktoral, saya datang ke suatu daerah penyuplai sapi perah dan sapi potong. Ternyata, yang memikul rumput, membawa dagangan ke pasar, dan mengurus ternak justru ibu-ibu. Hanya saja status mereka hanya membantu perekonomian keluarga. Wanita ini sering taken for granted,” pungkasnya.

Salah satu permasalahan terbesar yang dihadapi, sebut Emil, adalah maraknya perkawinan dini. Terlebih, masyarakat sering menganggap bahwa probabilitas menikah seorang perempuan akan menurun seiring bertambahnya umur dan level edukasi.

“Seberapa sering kota mendengar orang tua yang bilang ke anak perempuannya yang ingin S2, ” Gak nikah dulu, Nak?” Tapi apa sering kita dengar hal yang sama dikatakan ke anak laki-laki? Saya pikir tidak. Padahal, kalau menikah saat kedua mempelai belum matang, yang paling rugi adalah pihak perempuan,” imbuh Emil.

BACA JUGA:  Pekerja Migran Indonesia yang CT-nya di Bawah 25 Dilakukan Sequencing Sample

Masalah lainnya yang sering ditemukan, lanjut mantan Bupati Trenggalek tersebut, adalah tingginya kekerasan terhadap perempuan. Ini dibuktikan dengan survey pengalaman hidup perempuan nasional 2016 yang mengungkap bahwa satu dari tiga perempuan usia 15-64 tahun pernah mengalami kekerasan fisik atau kekerasan seksual sepanjang hidupnya.

“Dan ini seringkali diperparah dengan asumsi di masyarakat kalau menjadi janda itu jauh lebih berat daripada tetap berada di hubungan yang oppressive Makanya perempuan kita lebih cenderung bertahan daripada melawan,” tuturnya.

Demi menyelesaikan dan meminimalisir isu-isu gender tersebut, Emil mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jatim sudah berusaha mengamalkan amanat kesetaraan gender. Seperti memberlakukan Perda Nomor 9 Tahun 2019 Tentang Pengarusutamaan Gender (PUG) dan program Jatim Puspa.

“Dalam pembangunan, perspektif gender ini menjadi penting untuk mewujudkan keadilan sosial. Maka kita butuh kebijakan yang tidak bias dan kesadaran akan kesetaraan gender. Di lingkungan Pemprov, ini terlihat dari _equal pay_ yang tidak memandang gender,” terangnya.

BACA JUGA:  Prajurit Satkat Koarmada II Gelar Latihan Manajemen Anjungan

Tak hanya itu, kesetaraan gender juga ada dalam usaha menuju Sustainable Development Goals (SGDs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Di mana, dibutuhkan 12 penguatan peran perempuan untuk mencapainya.

Penguatan itu antara lain mengakhiri diskriminasi, menghilangkan kekerasan dan pernikahan usia dini, penghargaan kerja domestik, kebijakan perlindungan sosial, kepemimpinan politik, akses universal bagi kesehatan, hak reproduksi, hak akan sumber daya ekonomi, akses pada sumber daya alam, pemberdayaan teknologi komunikasi dan informasi, serta penerapan hukum.

“Bottom line dari ini adalah kalau membicarakan kesetaraan gender, jangan hanya sekedar teoritis tapi faktual. Don’t talk about others, talk about yourself. Hal-hal seperti itu harus dibahas, agar bisa menciptakan ekosistem yang suportif,” tutup Emil. (ST02)

Tags: Kesetaraan GenderPernikahan DiniWagub Emil Dardak
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Rapat koordinasi bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya dan seluruh Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Kota Surabaya di ruang sidang wali kota,.

Kemenag dan LAZ, Pemkot Surabaya Perkuat Sinkronisasi Data Penyaluran Zakat

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Serahkan Truk Hasil Normalisasi Dimensi, Optimis Percepat Terwujudnya Zero ODOL 2027 di Jatim

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Pasar Gelondong Gede Tuban, Pastikan Stok Bahan Pokok Aman

Sabtu, 7 Maret 2026

Sapa Bansos Amaliyah Ramadan ke-10, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp8,35 Miliar untuk Perkuat Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Tuban

Jumat, 6 Maret 2026

Berita Terkini

Rapat koordinasi bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya dan seluruh Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Kota Surabaya di ruang sidang wali kota,.

Kemenag dan LAZ, Pemkot Surabaya Perkuat Sinkronisasi Data Penyaluran Zakat

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Serahkan Truk Hasil Normalisasi Dimensi, Optimis Percepat Terwujudnya Zero ODOL 2027 di Jatim

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Pasar Gelondong Gede Tuban, Pastikan Stok Bahan Pokok Aman

Sabtu, 7 Maret 2026

Sapa Bansos Amaliyah Ramadan ke-10, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp8,35 Miliar untuk Perkuat Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Tuban

Jumat, 6 Maret 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Wali Kota Eri Cahyadi Minta Kasus Ancaman Oknum Jukir Diproses Secara Hukum

Jumat, 6 Maret 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In