• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 21 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Sinergikan Langkah, ITS Deklarasikan Development Studies Association-Indonesia

by Redaksi
Sabtu, 12 November 2022
Kepala Departemen Studi Pembangunan ITS Dr Arfan Fahmi.

Kepala Departemen Studi Pembangunan ITS Dr Arfan Fahmi.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Guna meningkatkan kualitas dan sinergi antar program studi (prodi) Studi Pembangunan di Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bekerja sama dengan beberapa universitas di Indonesia berinisiatif mendeklarasikan Asosiasi Studi Pembangunan – Indonesia (DSA-Indonesia), Kamis (10/11).

Diketuai oleh Kepala Departemen Studi Pembangunan ITS Dr Arfan Fahmi, asosiasi Studi Pembangunan tersebut menaungi tujuh universitas ternama di Indonesia. Antara lain Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Andalas, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Kristen Satya Wacana, Universitas Lampung (Unila), Universitas Lambung Mangkurat, dan ITS sendiri.

Langkah ini merupakan keberlanjutan dari Konsorsium Studi Pembangunan Indonesia (KSPI) yang telah dilaksanakan pada Februari 2009 lalu. Arfan Fahmi bersama dengan segenap ketua prodi Studi Pembangunan dari beberapa universitas di Indonesia tersebut menyepakati bahwa prodi Studi Pembangunan merupakan prodi dengan urgensi kebutuhan yang sangat tinggi, terutama bagi negara berkembang seperti Indonesia.

BACA JUGA:  Tim Abmas ITS Latih Sistem Olahan Air Limbah Domestik

Berdasarkan hal tersebut, Arfan dan keenam anggota dari DSA-Indonesia meyakini bahwa perlu adanya standarisasi kurikulum dalam pengembangan, perencanaan, dan pelaksanaan pada prodi Studi Pembangunan ke depannya.

“Asosiasi kami mengadopsi teori-teori pokok dari Studi Pembangunan, yaitu etika, politik, sosial, dan kebijakan pemerintah,” tutur Arfan.

Dengan mengadopsi keempat teori tersebut, DSA-Indonesia berencana memajukan serta mengharmonisasi kualitas maupun daya tarik dari studi pembangunan. Tidak hanya pada studi pembangunannya saja, DSA-Indonesia juga berharap mampu mencetak sumber daya studi pembangunan yang berkualitas dan mumpuni.

BACA JUGA:  Tebar Kebermanfaatan Lewat Gerakan Donasi Rp 65 Ribu untuk Dana Abadi ITS

Dengan begitu, masyarakat dapat semakin menyadari eksistensi dari prodi Studi Pembangunan serta sejuta perannya untuk berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Perwakilan Studi Pembangunan dari ITB, Suhirman, turut menyampaikan aspirasinya mengenai DSA-Indonesia.

“Kami juga menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam mengembangkan DSA-Indonesia,” ucapnya.

Ia juga menambahkan bahwa selain memajukan kualitas prodi Studi Pembangunan, berkontribusi secara maksimal bagi masyarakat juga merupakan pondasi utama dibentuknya DSA-Indonesia. “Kami berencana melakukan riset rutin, meningkatkan taraf pendidikan, dan nantinya juga melakukan pengabdian kepada masyarakat,” jelasnya.

BACA JUGA:  Hujan Lebat Guyur Surabaya, Tiga Sungai Meluap

Namun, sebelum merealisasikan rancangan tersebut, Arfan menggarisbawahi bahwa sebagai asosiasi yang baru terbentuk, menumbuhkan internal DSA-Indonesia dan anggota-anggotanya merupakan prioritas utama mereka saat ini.

“Memberi kebermanfaatan pada masyarakat itu sudah menjadi kewajiban bagi kami, tetapi saat ini kami masih berfokus pada konsolidasi internal,” tandas Arfan.

Arfan juga mengungkapkan harapannya agar DSA-Indonesia bisa menjadi asosiasi yang mampu mengharumkan prodi Studi Pembangunan. Ia juga berharap bahwa ke depannya DSA-Indonesia mampu menjangkau seluruh daerah di Indonesia.

“Kami akan saling berkolaborasi demi mencapai tujuan DSA-Indonesia, yaitu menghasilkan wujud nyata dari Studi Pembangunan pada masyarakat,” tegasnya memastikan. (ST05)

Tags: DeklarasiDevelopment Studies Association - IndonesiaITS
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026

Berita Terkini

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026

BRIDA Surabaya Resmi Terbentuk, Kebijakan Kota Wajib Berbasis Riset dan Sains

Selasa, 20 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In