SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Kafilah MTQ Jatim yang telah meraih Juara Umum dalam MTQ Nasional Ke-29. Di balik juara itu, ada kerja keras dan salawat nabi yang terus-terusan dikumandangkan.
Ketua Harian LPTQ KH Hamid Abdullah menyampaikan rasa bahagia dan lega atas keberhasilan Jawa Timur. Banyak pengalaman yang tak akan terlupakan dimana sebelum dimulainya pelaksanaan lomba banyak dari pembina dan guru yang mendampingi jatuh sakit bahkan sampai diinfus.
Tidak hanya itu, sebelum dimulai lomba para kafilah tegang dan menangis sebelum pelaksanaan lomba. Ada pula, yang baru melahirkan 40 hari mengikuti lomba MTQ.
“Allhamdulillah seluruh jerih payah, sakit maupun ketegangan yang dirasakan oleh para pelatih, pembina dan kafilah terbayar sudah. Jatim berhasil keluar menjadi juara umum,” ungkapnya.
Hamid menegaskan, bahwa memperoleh juara umum tidaklah mudah namun membutuhkan persiapan yang matang. Segala ikhtiar dilakukan bersama. Mulai ikhtiar lahiriyaj dan ikhtiar batiniyah.
“Pasukan bumi kita libatkan dengan mendatangkan para pengajar, guru guru terbaik untuk belajar tilawah Alquran maupun bidan MTQ lain. Sementara Pasukan Langit diminta pertolongannya untuk menurunkan keberkahan bagi seluruh kafilah yang akan bertanding,” ujarnya.
Setiap hari para kafilah tak lepas dari Salawat Nariyah yang dilantunkan sebanyak 4.444. Para Hafidz Quran juga dilibatkan untuk mengkhatamkan Alquran setiap hari. Puncaknya, jelang 40 hari pelaksanaan MTQ semua ponpes diminta mengangkat tangan dan mendoakan agar seluruh kafilah Jatim meraih hasil terbaik.
“Allhamdulillah seluruh upaya kita tidak sia-sia, terima kasih Ibu Gubernur telah memberikan pendampingan. Semoga keberhasilan Jatim meraih juara umum membawa keberkahan. Saya yakin, orang yang memuliakan Alquran adalah orang yang dihormati dan dimuliakan oleh Allah. Semoga Ibu Gubernur selalu diberi kemudahan dalam memimpin Jawa Timur,” tutupnya. (ST02)





