• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 21 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Dukung Sektor Pertanian, ITS Kembangkan SIPETA

by Redaksi
Senin, 17 Oktober 2022
Ketua tim riset SIPETA Prof Erma Suryani saat memaparkan fitur-fitur aplikasi SIPETA kepada stakeholder terkait dalam Focus Group Discussion (FGD) di Jombang.

Ketua tim riset SIPETA Prof Erma Suryani saat memaparkan fitur-fitur aplikasi SIPETA kepada stakeholder terkait dalam Focus Group Discussion (FGD) di Jombang.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Tim riset dari Departemen Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan aplikasi Sistem Informasi Pemetaan Lahan (SIPETA). Melalui Forum Group Discussion (FGD), aplikasi tersebut dikenalkan kepada stakeholder terkait di Jombang, Sabtu (15/10).

Ketua tim riset Prof Erma Suryani menjelaskan timnya tidak bekerja sendiri, melainkan berkolaborasi dengan sejumlah pihak. Antara lain bersama Universitas Brawijaya (UB), Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Pojok Kulon.

Erma menyebut kolaborasi ini untuk mendesain dan menciptakan inovasi teknologi informasi yang dapat menjadi katalis terbentuknya ekosistem pentahelix. “Di dalamnya terdapat unsur akademisi, industri, komunitas, pemerintah, dan media,” bebernya.

Lebih lanjut, guru besar Sistem Informasi tersebut menyebut pemilihan Kabupaten Jombang sebagai mitra adalah karena Kabupaten Jombang merupakan pilot project manajemen rantai pasok industri pertanian di Provinsi Jawa Timur. Selain itu, track record antara timnya dan stakeholder tersebut sudah terbentuk sejak lama.

BACA JUGA:  Di Pesisir Pantai Perlu Dibangun Pos Pemantau Paus

“Dengan begitu, harapannya Dinas Pertanian Kabupaten Jombang benar-benar mendukung penelitian kami,” tuturnya penuh harap.

Untuk memastikan kesesuaian fitur pada aplikasi SIPETA bisa memenuhi kebutuhan mitra, maka dilakukan FGD tersebut. Nantinya, lanjut Erma, setelah dilakukan sesi diskusi timnya akan melakukan revisi terkait apa saja yang perlu diubah. Hingga pada 5 November nanti akan dilakukan testing kepada user.

“Lalu kami akan melakukan workshop dan pelatihan penggunaan aplikasi pada 12 dan 15 November nanti,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Ir Much Rony mengungkapkan, hasil panen padi di Kabupaten Jombang melimpah. Tetapi, terdapat kasus di mana daerah tersebut kehabisan persediaan padi, sehingga harus membeli dari kabupaten lain.

BACA JUGA:  Dosen ITS Dilantik sebagai Wakil Kepala Badan Pusat Statistik RI

Dalam artian, hasil panen tersebut tidak terdistribusi di Kabupaten Jombang secara maksimal. Sehingga menurutnya, perlu dilakukan tracing pendistribusian hasil panen. “Tentunya agar kebutuhan lokal terpenuhi terlebih dahulu,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Asosiasi Komoditas Pertanian (Askom) Kabupaten Jombang Supraptono mengatakan, tracing harga komoditas pertanian perlu dilakukan secara realtime. Selain itu, mengingat kondisi iklim yang semakin tidak menentu, ia berpendapat penting untuk melakukan prediksi cuaca dan pemetaan komoditas apa yang harus ditanam sesuai dengan musim saat itu.

“Tujuannya agar tidak terjadi overproduksi, sehingga hasil panen terbuang percuma dan petani menjadi rugi,” sebutnya.

Tampilan fitur-fitur dalam aplikasi SIPETA karya tim riset Departemen Sistem Informasi ITS yang menjadi solusi pembangunan pertanian berkelanjutan.

Di lain sisi, Ketua Gapoktan Pojok Kulon Jombang Hudi berpendapat, para petani belum terlalu mengerti cara berinvestasi. Padahal menurutnya, investasi ini dapat menjadi salah satu faktor pendorong kemajuan pertanian di Kabupaten Jombang. Ia juga mengatakan kesamaan pandangan terhadap pendapat yang disampaikan oleh dua stakeholders sebelumnya.

BACA JUGA:  Insgluni, Deteksi Gula Darah Non-Invasif Karya Mahasiswa ITS

Menjawab pemaparan kebutuhan para stakeholders terkait, Erma melanjutkan sesi acara dengan memaparkan fitur-fitur apa saja yang terdapat dalam aplikasi SIPETA. Secara umum, SIPETA memiliki sembilan layanan. Yakni layanan informasi harga, pengguna, budidaya, infrastruktur, operasional, strategis, pendukung keputusan, prediksi, hingga peringatan dini. Para peserta juga dapat mengakses aplikasi tersebut melalui link https://sipeta-kedaireka.com/.

Usai melakukan pemaparan, alumnus National Taiwan University of Science and Technology (NTUST) ini berharap, aplikasi yang dirancang timnya tersebut akan benar-benar bermanfaat untuk semua pihak. Terutama untuk Dinas Pertanian, Gapoktan, Askom, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), hingga petani dan stakeholder lainnya yang terkait. (ST03)

Tags: Forum Group DiscussionITSSektor PertanianSIPETASistem Informasi Pemetaan Lahan
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Founders Bootcamp 2026 akan berlangsung pada 23 Januari 2026 di Balai Pemuda Surabaya.

Founders Bootcamp 2026 Segera Hadir di Surabaya, Ajak Calon Founder Siapkan Diri Sebelum Bangun Usaha

Rabu, 21 Januari 2026
Konferensi pers tentang terkait mekanisme pencairan upah bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu di Pemkot Surabaya.

Patuh Regulasi Pusat, Pengupahan PPPK-PW Pemkot Surabaya Ikuti KepmenPAN-RB dan SE Kemendagri

Rabu, 21 Januari 2026
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menerima silaturrahmi jajaran PWNU Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Gubernur Khofifah Dukung PWNU Jatim Gelar Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang

Rabu, 21 Januari 2026

Pariwisata Surabaya Tumbuh Positif, Kunjungan Wisatawan Tembus 25,4 Juta Sepanjang 2025

Rabu, 21 Januari 2026

Berita Terkini

Founders Bootcamp 2026 akan berlangsung pada 23 Januari 2026 di Balai Pemuda Surabaya.

Founders Bootcamp 2026 Segera Hadir di Surabaya, Ajak Calon Founder Siapkan Diri Sebelum Bangun Usaha

Rabu, 21 Januari 2026
Konferensi pers tentang terkait mekanisme pencairan upah bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu di Pemkot Surabaya.

Patuh Regulasi Pusat, Pengupahan PPPK-PW Pemkot Surabaya Ikuti KepmenPAN-RB dan SE Kemendagri

Rabu, 21 Januari 2026
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menerima silaturrahmi jajaran PWNU Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Gubernur Khofifah Dukung PWNU Jatim Gelar Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang

Rabu, 21 Januari 2026

Pariwisata Surabaya Tumbuh Positif, Kunjungan Wisatawan Tembus 25,4 Juta Sepanjang 2025

Rabu, 21 Januari 2026

BRIDA Surabaya Luncurkan SI EPID, Perkuat Tata Kelola Inovasi Menuju World Class Smart City

Rabu, 21 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In