• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 22 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Abmas ITS Dongkrak Kualitas Kemasan Produk UMKM dari Madura

by Redaksi
Kamis, 6 Oktober 2022
Desain kemasan produk camilan olahan kulit ikan merek Nurika (UKM Mapuse) yang dirancang tim Abmas dari DKV ITS.

Desain kemasan produk camilan olahan kulit ikan merek Nurika (UKM Mapuse) yang dirancang tim Abmas dari DKV ITS.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) Departemen Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali berkontribusi bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kali ini, guna memaksimalkan potensi hasil laut Desa Branta Pesisir, Tlanakan, Pamekasan, tim Abmas ITS mengembangkan kemasan produk camilan olahan kulit ikan produksi UMKM Madura Punya Selera (Mapuse).

Ketua tim Abmas dari DKV ITS Naufan Noordyanto SSn MSn mengungkapkan, tujuan dari proyek pengabdian kali ini adalah untuk memberikan terobosan kepada calon konsumen baru. “Lewat pembaruan desain kemasan, tim Abmas membawa pengenalan informasi produk yang menarik, representatif, dan berdaya jual,” terangnya.

Naufan berujar, timnya melihat bahwa potensi hasil laut yang melimpah membuat masyarakat Branta Pesisir aktif memasarkan ikan laut baik dalam kondisi mentah maupun dalam bentuk olahan. Salah satu produk olahan kulit ikan yang bermerek Nurika ini, berpotensi menjadi produk yang dikenal luas oleh publik.

Meski diproduksi musiman dan dikemas dengan plastik transparan atau dengan label sederhana, produk olahan kulit ikan ini sudah tinggi peminat bahkan sudah dipasarkan hingga ke luar Madura. Namun, model pengemasan ini memiliki kelemahan yakni mirip dengan kompetitor lainnya. Hal inilah yang menyebabkan kebingungan identifikasi identitas di pasar.

BACA JUGA:  Mensos Risma Diskusikan Rancangan Program Penanggulangan Bencana

Dampaknya, merek camilan kulit ikan Nurika mudah dilupakan dan tidak berdaya saing, yang akhirnya berujung tidak menguntungkan secara ekonomi. “Maka dari itu, tim kami membantu mengakomodasi kebutuhan dan permasalahan desainnya dengan mengidentifikasi produk dan pasar, termasuk mengamati kompetitornya,” jelas lelaki yang pernah bekerja di PT Eksis Cipta Citra Komunika, Yogyakarta ini.

Sepakat dengan pendapat Naufan, Nurholis selaku pemilik UMKM menyampaikan, produk camilan kulit ikannya kurang mendapat pasar baru, cenderung tetap dengan pelanggan lama. Ia berpendapat, pelanggan baru seolah kurang yakin dengan produk ini. “Sepertinya dikarenakan tampilan produk yang dikemas sederhana,” duganya.

Selain Naufan, tim Abmas yang terdiri dari para dosen DKV ITS lainnya seperti Sayatman SSn MSi, Rabendra Yudistira Alamin ST MDs, Putri Dwitasari ST MDs, dan Nugrahardi Ramadhani SSn MT kemudian melakukan observasi dan wawancara beberapa kali dengan pemilik UMKM. Menurut tim Abmas ini, kemasan produk Nurika cenderung tidak merefleksikan kualitas produk, dan tidak meningkatkan nilai jual produk. Hal itu justru menciptakan kesan produk murahan dan memiliki kualitas rendah harga.

BACA JUGA:  Khofifah Serahkan Santunan Duka untuk 17 Keluarga Korban Meninggal Karena Campak di Sumenep

Selain itu, desain kemasan produk tampak tidak sebanding dengan harga produk yang relatif mahal. Kemudian, personality desain kemasan tidak mengomunikasikan karakter produk dan identitas mereknya yang merupakan produk UMKM tradisional unggulan dari desa pesisir. Desain ini juga kurang mengomunikasikan rasa dan kualitas dari produknya. Ditambah lagi, kemasan tidak memiliki unsur persuasif sehingga cenderung tidak menggugah selera untuk membeli.

Setelah dilakukan observasi, tim Abmas menentukan faktor pembeda dan keunggulan produk atau disebut Unique Selling Preposition (USP). Dari identifikasi USP, didapatkan bahwa camilan oleh-oleh khas Pamekasan ini, dibuat dengan kulit ikan pilihan dan bumbu alami yang gurih, krispi, praktis, serta dapat langsung dikonsumsi maupun sebagai lauk dengan nasi dan sambal.

Selanjutnya, Naufan menjelaskan, varian desain kemasan kantung diidentifikasi varian warnanya dengan mengikuti pengembangan rasa atau bumbu produk yang ditawarkan. Identitas kultural Madura sebagai asal produksi produk dan narasi pesisir ditampilkan guna mengidentifikasi USP produk sebagai camilan asal Pamekasan, Madura, yang praktis dan bisa dibawa kemana pun.

BACA JUGA:  Siswi SD Bojonegoro Berkesempatan Jadi Juara Lomba Bertutur Tingkat Provinsi

Dari USP inilah tampilan grafis atau artistik dikembangkan melalui sketsa dan pewarnaan seperti tipografi merek Nurika dan ilustrasi utama kemasannya, setelah sebelumnya telah ditentukan pemilihan rencana material kemasan, ukuran dan informasi kemasan.

Hasil pengembangan ide tersebut dikomunikasikan secara masif dengan mitra hingga saling menyetujui dan tahap produksi. “Tak lupa, tim Abmas DKV ITS juga mendesain label untuk memberi identitas pengirim dan penerima guna mengakomodasi layanan pengiriman paket produk,” sebutnya runtut.

Dosen berkacamata ini mengharapkan, luaran kegiatan Abmas yang telah resmi disalurkan kepada UMKM Mapuse pada Agustus lalu ini, dapat dipakai untuk bersaing dengan pasar yang lebih luas. Selain itu, dapat meningkatkan omzet, produknya semakin terekognisi baik, serta adanya kerja sama kembali dengan mitra. (ST05)

Tags: ITSMaduraTim AbmasUMKM
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Founders Bootcamp 2026 akan berlangsung pada 23 Januari 2026 di Balai Pemuda Surabaya.

Founders Bootcamp 2026 Segera Hadir di Surabaya, Ajak Calon Founder Siapkan Diri Sebelum Bangun Usaha

Rabu, 21 Januari 2026
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menerima silaturrahmi jajaran PWNU Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Gubernur Khofifah Dukung PWNU Jatim Gelar Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang

Rabu, 21 Januari 2026

Pariwisata Surabaya Tumbuh Positif, Kunjungan Wisatawan Tembus 25,4 Juta Sepanjang 2025

Rabu, 21 Januari 2026

BRIDA Surabaya Luncurkan SI EPID, Perkuat Tata Kelola Inovasi Menuju World Class Smart City

Rabu, 21 Januari 2026

Berita Terkini

Founders Bootcamp 2026 akan berlangsung pada 23 Januari 2026 di Balai Pemuda Surabaya.

Founders Bootcamp 2026 Segera Hadir di Surabaya, Ajak Calon Founder Siapkan Diri Sebelum Bangun Usaha

Rabu, 21 Januari 2026
Konferensi pers tentang terkait mekanisme pencairan upah bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu di Pemkot Surabaya.

Patuh Regulasi Pusat, Pengupahan PPPK-PW Pemkot Surabaya Ikuti KepmenPAN-RB dan SE Kemendagri

Rabu, 21 Januari 2026
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menerima silaturrahmi jajaran PWNU Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Gubernur Khofifah Dukung PWNU Jatim Gelar Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang

Rabu, 21 Januari 2026

Pariwisata Surabaya Tumbuh Positif, Kunjungan Wisatawan Tembus 25,4 Juta Sepanjang 2025

Rabu, 21 Januari 2026

BRIDA Surabaya Luncurkan SI EPID, Perkuat Tata Kelola Inovasi Menuju World Class Smart City

Rabu, 21 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In