SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menggagas mangrove Gunung Anyar dan Medokan Sawah sebagai kawasan Kebun Raya Mangrove. Kawasan itu diharapkan menarik wisatawan asing, sekaligus menjadi kawasan wisata edukasi dan penelitian.
Eri mengaku masih banyak warga yang belum mengetahui bahwa Kota Surabaya memiliki destinasi wisata alam. Kini, ia ingin menunjukkan bahwa Kota Pahlawan juga menyimpan keindahan destinasi wisata alam.
“Selain wisata heritage, kita juga akan memanfaatkan destinasi wisata alam untuk kepentingan umat agar semua kegiatan ekonomi bergerak di sini,” ucapnya.
Berbeda dengan konsep yang diusung di kawasan wisata Adventure Land Romokalisari. Meskipun kawasan wisata Mangrove Gunung Anyar dan Medokan Sawah memiliki wahana yang sama dengan kawasan tersebut, namun Eri ingin menonjolkan suasana alam.
“Kalau di sana adventure (petualangan) yang kita munculkan, kalau di sini edukasi dan tempat penelitiannya. Kita juga membuat tempat istirahat untuk keluarga di ujung nanti, sehingga orang akan menikmati wisata mangrove ini. Hal ini yang juga harus kita ajarkan kepada anak-anak kita untuk mencintai alam,” terangnya.
Tak hanya itu saja, di kawasan wisata alam Mangrove Gunung Anyar saat ini tengah dalam proses pengerjaan pembuatan auditorium dan ruangan pameran. Kedua ruangan ini akan menjadi tempat pameran edukasi mengenai spesie tumbuhan mangrove maupun berbagai jenis hewan yang ada di Mangrove Gunung Anyar dan Medokan Sawah.
“Sehingga di dalam mangrove ini kita akan mengerti ada makhluk hidup (jenis) apa saja. Insya Allah konsepnya di sini adalah “Kebun Raya Mangrove” dan di tahun 2023 akan jadilah. Karena akhir Desember 2022 akan kita lihat, tetapi akan ada penyempurnaan sampai dengan pertengahan 2023,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKPP) dan Perikanan Antiek Sugiharti, mengatakan bahwa konsep tersebut tengah didiskusikan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Hingga akhir Desember 2022 akan menyelesaikan beberapa syarat untuk dijadikan sebagai “Kebun Raya Mangrove”.
“Bapak Wali Kota Eri Cahyadi ingin memastikan bahwa ini sudah sesuai dengan ketentuan. Maka ada beberapa masukan dan saran dari beliau, termasuk desain. Kita melihat dari Mangrove Gunung Anyar, susur sungai, hingga Mangrove Medokan Sawah,” kata Antiek.
Antiek menjelaskan, terdapat catatan khusus karena konsep yang akan digunakan mengarah pada konsep pengembangan “Kebun Raya Mangrove”. Tentunya berkaitan dengan wawasan lingkungan, desain yang bisa menyatu dengan situasi dan kondisi di Mangrove Gunung Anyar dan Medokan Sawah, karena akan menjadi salah satu destinasi wisata yang akan dikunjungi oleh wisatawan asing.
“Paling tidak kita harus menyiapkan infrastrukturnya sesuai dengan standar internasional. Tentunya kami akan memperhatikan banyak aspek karena kawasan ini termasuk area konservasi. Dan syarat sebagai “Kebun Raya Mangrove” selain sebagai resort dan edukasi, adalah harus memberikan manfaat secara ekonomi bagi masyarakat sekitar dan tidak mengganggu biota yang ada disini,” pungkasnya. (ST01)





