• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 21 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

ITS Bantu Kelola Keanekaragaman Bambu Berbasis QR Code

by Redaksi
Minggu, 18 September 2022
Salah satu tim KKN Abmas ITS sedang mendokumentasikan salah satu jenis bambu untuk diobservasi

Salah satu tim KKN Abmas ITS sedang mendokumentasikan salah satu jenis bambu untuk diobservasi

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Untuk meningkatkan wawasan masyarakat lokal dan memacu daya tarik wisatawan, tim Kuliah Kerja Nyata Pengabdian kepada Masyarakat (KKN Abmas) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berupaya untuk mengelola inventarisasi jenis-jenis bambu. Dengan berbasis teknologi, tim membuat website dan kode Quick Response (QR) sebagai tempat inventarisasi jenis-jenis bambu tersebut.

Koordinator tim KKN Abmas ITS Muhammad Zamharir Rojafi mengungkapkan bahwa kegiatan timnya ini difokuskan di Boonpring, Desa Sanankerto, Kabupaten Malang. Menurutnya, karena pemerintah Desa Sanankerto sedang memperbanyak jenis bambu yang ada di hutan bambu kawasan Boonpring sejak ditetapkan menjadi arboretum atau hutan botani.

Dikatakannya, hutan seluas 20 hektare tersebut memiliki keunikan dan potensi yang besar. “Selain sebagai destinasi tujuan wisata, hutan ini juga digunakan sebagai pusat penelitian dan konservasi tumbuhan bambu,” tutur mahasiswa yang biasa disapa Ari ini.

BACA JUGA:  Lepas Kirab Budaya Laskar Gajah Mada, Wagub Emil Titipkan Salam Persaudaraan dari Jatim untuk Indonesia

Ari melanjutkan, arboretum serta laboratorium bambu di Boonpring, Desa Sanankerto ini dikembangkan sebagai pusat pembibitan dan pelestarian bambu langka. Sebagai kawasan wisata edukasi lingkungan, arboretum bambu Boonpring seharusnya mampu menyediakan informasi yang lengkap mengenai data jenis-jenis bambu beserta potensinya.

“Tetapi, arboretum Boonpring di Desa Sanankerto belum memiliki hal tersebut,” ungkapnya.

Tim KKN Abmas yang diketuai oleh dosen Departemen Biologi ITS Indah Trisnawati Dwi Tjahjaningrum ini melakukan observasi dan inventarisasi bambu, sehingga menghasilkan data keanekaragaman dan klasifikasi setiap jenis bambu. Sebanyak 87 dari total 115 jenis bambu yang telah dilakukan observasi.

“Observasi dilaksanakan selama tiga hari, yaitu pada tanggal 27 hingga 29 Juni lalu,” ujar Ari.

BACA JUGA:  Lolos Pimnas ke-34 Terbanyak Ketiga, ITS Siapkan Strategi Terbaik

Setelah dilakukan observasi dan penelitian, tim membuat inventarisasi berupa data bambu yang terdiri dari karakteristik morfologi, nama ilmiah, kegunaan, dan status konservasi bambu. “Selanjutnya, data tersebut akan ditautkan pada website penyedia informasi, kemudian diintegrasikan dengan sistem informasi inventarisasi bambu,” jelas mahasiswa Departemen Biologi tersebut.

Nantinya, sistem informasi inventarisasi bambu akan dimanfaatkan oleh pengelola wisata dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk mengelola data bambu yang mereka miliki. Selain itu, sistem informasi juga dapat digunakan oleh pengunjung yang ingin mengetahui dan belajar tentang jenis-jenis bambu di arboretum Boonpring.

“Setiap jenis bambu akan dipasang papan yang berisi jenis bambu dan QR Code yang berisi informasi detail bambu tersebut,” terangnya.

BACA JUGA:  Politisi PKS Ini Dorong Mapping dan Desentralisasi Layanan Pengaduan Keluhan Publik

Tim KKN Abmas ini beranggotakan 19 orang yang terdiri dari 15 mahasiswa Departemen Biologi dan 4 mahasiswa Departemen Teknik Informatika. Saat ini, tim KKN Abmas ini sedang dalam proses pengerjaan tahap akhir, yaitu integrasi QR Code dengan database.

“Targetnya, tahap akhir akan selesai pada September ini sehingga sosialisasi sistem informasi bisa segera dilakukan kepada pengelola wisata,” imbuh Ari.

Melalui sistem informasi ini, Ari mewakili tim KKN Abmas ITS tersebut berharap bisa memfasilitasi semua orang baik wisatawan, peneliti, maupun warga lokal yang membutuhkan informasi seputar pohon bambu. “Kita juga berharap masyarakat lokal bisa memanfaatkan teknologi informasi ini untuk menaikkan perekonomian warga sekitar,” jabar dia. (ST05)

Tags: ITSKeanekaragaman BambuQR Code
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Founders Bootcamp 2026 akan berlangsung pada 23 Januari 2026 di Balai Pemuda Surabaya.

Founders Bootcamp 2026 Segera Hadir di Surabaya, Ajak Calon Founder Siapkan Diri Sebelum Bangun Usaha

Rabu, 21 Januari 2026
Konferensi pers tentang terkait mekanisme pencairan upah bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu di Pemkot Surabaya.

Patuh Regulasi Pusat, Pengupahan PPPK-PW Pemkot Surabaya Ikuti KepmenPAN-RB dan SE Kemendagri

Rabu, 21 Januari 2026
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menerima silaturrahmi jajaran PWNU Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Gubernur Khofifah Dukung PWNU Jatim Gelar Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang

Rabu, 21 Januari 2026

Pariwisata Surabaya Tumbuh Positif, Kunjungan Wisatawan Tembus 25,4 Juta Sepanjang 2025

Rabu, 21 Januari 2026

Berita Terkini

Founders Bootcamp 2026 akan berlangsung pada 23 Januari 2026 di Balai Pemuda Surabaya.

Founders Bootcamp 2026 Segera Hadir di Surabaya, Ajak Calon Founder Siapkan Diri Sebelum Bangun Usaha

Rabu, 21 Januari 2026
Konferensi pers tentang terkait mekanisme pencairan upah bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu di Pemkot Surabaya.

Patuh Regulasi Pusat, Pengupahan PPPK-PW Pemkot Surabaya Ikuti KepmenPAN-RB dan SE Kemendagri

Rabu, 21 Januari 2026
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menerima silaturrahmi jajaran PWNU Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Gubernur Khofifah Dukung PWNU Jatim Gelar Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang

Rabu, 21 Januari 2026

Pariwisata Surabaya Tumbuh Positif, Kunjungan Wisatawan Tembus 25,4 Juta Sepanjang 2025

Rabu, 21 Januari 2026

BRIDA Surabaya Luncurkan SI EPID, Perkuat Tata Kelola Inovasi Menuju World Class Smart City

Rabu, 21 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In