• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 21 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Kemiskinan di Jatim Turun Hingga 390.000 Jiwa

by Redaksi
Kamis, 1 September 2022
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menghadiri Pembukaan Rapat Koordinasi Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (PPKE) di Grand Mercure Kemayoran, Jakarta Utara.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menghadiri Pembukaan Rapat Koordinasi Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (PPKE) di Grand Mercure Kemayoran, Jakarta Utara.

SURABAYATODAY.ID, JAKARTA – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak bersama jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menggagas cara kreatif guna menekan tingkat kemiskinan di Bumi Majapahit. Cara ini dipaparkan oleh Wagub Emil sebagai ‘HITS,’ yang merupakan singkatan dari Holistik, Integratif, Tematik, dan Spasial.

“Kita harus benar-benar mengandalkan upaya yang sifatnya kreatif. Inilah sistem penanganan HITS, Holistik, Integratif, Tematik, dan Spasial. Tujuannya tentu untuk menekan angka kemiskinan,” ujar Emil saat menghadiri Pembukaan Rapat Koordinasi Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (PPKE) di Grand Mercure Kemayoran, Jakarta Utara, Rabu malam (31/8).

Emil mengungkapkan, bahwa cara ini bertujuan untuk mengidentifikasi akar dan menyelesaikan permasalahan seputar kantong kemiskinan yang ada di Jatim. Sebagai contohnya, penanganan masalah-masalah yang menghambat produktivitas dan kesejahteraan warga di suatu daerah.

Dengan penanggulangan akar masalah itu oleh pemerintah daerah, lanjut Wagub Emil, maka potensi produktivitas dan pemasukan masyarakat dapat meningkat. Sehingga kemiskinan di daerah tersebut dapat ditekan.

“Jadi misalnya bagaimana menciptakan potensi income di sana, seperti dengan menanagani masalah yang membuat mereka tidak produktif. Katakan, selama ini suatu daerah krisis air dan waktunya habis untuk nyari air. Sehingga dengan membantu pembuatan sistem aliran air yang baik maka kita dapat tingkatkan bukan cuma produktivitas tapi juga kesehatan,” paparnya.

BACA JUGA:  Inilah 22 Lokasi di Jatim untuk Melihat Hilal

Emil pun mengatakan bahwa keberadaan Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) dan aplikasi Sistem Informasi Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (Sinta Gelis) gagasan Pemprov Jatim sangat membantu upaya ini.

Dari dua big data ini, Pemprov Jatim dapat melakukan pemetaan, penargetan, dan identifikasi akar masalah kemiskinan dengan lebih akurat.

“P3KE ini memberikan perbantuan data yang komprehensif untuk melakukan targeting kami. Apalagi Bappeda baru meluncurkan Sinta Gelis, sebuah sistem informasi yang bukan hanya mencatat orang itu miskin atau tidak, tapi kondisi-kondisi terkait rumah, pekerjaan, semua yang berkaitan,” katanya.

“Ini akan bisa diintegrasikan dalam P3KE sehingga data menjadu update dan optimal,” ia menegaskan.

Emil juga menekankan pentingnya implementasi cara-cara kreatif yang berlandaskan sains sebab bantuan sosial, meski membantu, tidak selalu menyelesaikan permasalahan hingga ke akar.

BACA JUGA:  Selesaikan Konflik Wisma Karanggayam, Plt Wali Kota Surabaya Ingin Ajak Presiden Persebaya Ngopi

Geliat ini pun terbukti efektif, sebab dari 41 juta jiwa di Jatim, yang dikategorikan sebagai penduduk miskin dapat ditekan hingga 391.400 jiwa saja.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), penurunan angka kemiskinan di Jatim tertinggi selama dua periode berturut-turut. Pada periode Maret 2021 hingga September 2021, penurunan angka kemiskinan di Jatim mencapai 313.130 jiwa. Kemudian, pada periode Maret 2021 sampai Maret 2022, penurunan angka kemiskinan berhasil mencapai angka 391.400 jiwa.

Selanjutnya juga disebutkan bahwa Jatim merupakan kontributor terbesar dalam penurunan angka kemiskinan secara nasional sebesar 28,3 persen.

Rupanya pada rakor tersebut, Bappeda Jatim menghadirkan sesuatu yang spesial, yaitu booth seputar sasaran pemberantasan kemiskinan di Jawa Timur. Wagub Emil pun menyempatkan mengunjungi booth itu seusai pembukaan rakor.

“Jawa Timur dan Jawa Tengah dipilih untuk membuka booth dalam rakor ini untuk menunjukkan program kita dalam menangani kemiskinan,” ujarnya.

BACA JUGA:  Wagub Emil Apresiasi Film 'Cocote Tonggo' Tampilkan Kebudayaan dan Realitas Kehidupan Masyarakat Jawa

“Kami bersyukur Jatim dibawah pimpinan bu Khofifah, seluruh elemen masyrakat, dan dukungan pemerintah pusat dapat menurunkan kemiskinan tertinggi hingga berada di angka 390.000 jiwa. Ini bukan dicapai dengan mudah, tetapi melalui program yang betul-betul terintegtasi,” tambah dia.

Booth dari Bappeda Jatim itu mengenalkan beberapa program seperti Jawa Timur Pemberdayaan Usaha Perempuan (Jatim Puspa), Prograram Pemberdayaan BUM Desa, dan Program Desa Berdaya.

Di akhir, Emil berharap agar dengan implementasi berbagai program yang HITS, kemiskinan esktrem di Jatim dapat diberantas.

“Mudah-mudahan dengan ini bersama kita bisa menangani kemiskinan ekstrem,” tutupnya.

Sebagai informasi, Rapat ini merupakan salah satu tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2022 mengenai Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (PPKE).

Dalam Inpres tersebut tertuang arahan dari Presiden kepada para menteri, pimpinan lembaga, dan kepala daerah provinsi dan kabupaten/kota untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing di daerahnya. (ST02)

Tags: JatimKemiskinanWagub Emil Dardak
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026

Berita Terkini

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026

BRIDA Surabaya Resmi Terbentuk, Kebijakan Kota Wajib Berbasis Riset dan Sains

Selasa, 20 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In